Siapa sih yang tidak menginginkan pencernaan yang sehat? Kalau salah satu sistem dalam tubuh ini bekerja dengan baik, rasanya badan pun akan lebih sehat dan bisa bekerja dengan optimal.
5 Cara Menjaga Kesehatan Lambung agar Pencernaan Sehat

- Menjaga kesehatan lambung penting agar pencernaan tetap optimal, karena gangguan keseimbangan asam lambung bisa memicu maag, radang, hingga tukak lambung.
- Makan dengan porsi kecil tapi teratur, menjaga jadwal makan konsisten, serta mengelola stres membantu menstabilkan produksi asam dan melindungi lapisan lambung.
- Menghindari rokok, alkohol, kafein berlebih, obat OAINS tanpa pengawasan dokter, serta tidak langsung rebahan setelah makan dapat mencegah iritasi dan naiknya asam lambung.
Dari banyaknya organ dalam sistem pencernaan, lambung menjadi salah satu yang punya peran penting. Di sinilah makanan ditampung dan dipecah dengan bantuan asam lambung sebelum diteruskan ke usus.
Makanya, ketika keseimbangannya terganggu, berbagai masalah pencernaan bisa muncul, mulai dari maag, radang lambung, tukak lambung, hingga penyakit asam lambung naik.
Itu sebabnya, menjaga lambung perlu dilakukan secara menyeluruh agar fungsinya tetap optimal dalam jangka panjang. Yuk ikuti 5 cara menjaga kesehatan lambung yang akan Popmama.com bahas berikut ini!
Table of Content
1. Mengatur porsi makan

Memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi dalam sekali makan menjadi salah satu cara yang paling umum dilakukan untuk menjaga kesehatan lambung.
Menurut publikasi dari University of Alberta, makan dalam porsi terlalu besar dapat membuat dinding lambung meregang lebih dari biasanya karena harus menampung makanan dalam jumlah banyak sekaligus.
Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan di dalam lambung dan membuat organ tersebut bekerja lebih keras. Kalau lambung menerima terlalu banyak makanan, proses pencernaan pun akan berlangsung lebih lama.
Akibatnya, lambung perlu memproduksi lebih banyak asam untuk membantu menghancurkan makanan tersebut. Saat hal ini terus terjadi, risiko munculnya rasa tidak nyaman pada lambung pun bisa meningkat.
Karena itulah makan dengan porsi yang lebih kecil tetapi lebih teratur sering kali menjadi pilihan yang lebih baik untuk mengurangi beban kerja lambung dan membantu proses pencernaan berjalan lebih lancar.
2. Membiasakan jadwal makan yang teratur

Lambung memiliki ritme kerja yang cukup teratur dan sangat dipengaruhi oleh kebiasaan makan sehari-hari.
Itu sebabnya, National Health Service menyebutkan bahwa memiliki jadwal makan yang konsisten dapat membantu menjaga produksi asam lambung tetap stabil.
Sebaliknya, jika seseorang sering telat makan atau membiarkan perut kosong terlalu lama, asam lambung tetap diproduksi meski tidak ada makanan yang harus dicerna.
Kondisi inilah yang dapat membuat asam lambung lebih banyak bersentuhan langsung dengan lapisan dinding lambung. Jika terjadi berulang kali, lapisan pelindung lambung bisa mengalami iritasi dan meningkatkan risiko munculnya luka atau tukak lambung.
3. Mengelola stres

Masih berpikir stres tidak ada kaitannya dengan kesehatan lambung? Dikutip dari Harvard Health, ternyata ada hubungan erat antara otak dan saluran pencernaan yang dikenal sebagai brain-gut axis atau poros otak-usus.
Ketika seseorang mengalami stres, cemas, atau tekanan emosional yang cukup berat, tubuh akan memberikan respons yang bisa memengaruhi kerja lambung.
Dalam kondisi stres, produksi asam lambung dapat meningkat lebih banyak dari biasanya. Di sisi lain, stres juga dapat mengurangi aliran darah ke dinding lambung.
Kondisi ini kemudian menyebabkan kemampuan lapisan lambung untuk memperbaiki dan melindungi dirinya sendiri menjadi berkurang.
Kombinasi antara meningkatnya asam lambung dan melemahnya lapisan pelindung inilah yang dapat membuat lambung lebih mudah mengalami iritasi.
4. Membatasi zat yang bisa mengiritasi lambung

Apa yang masuk ke dalam tubuh setiap hari juga sangat menentukan kondisi lambung. Beberapa zat seperti nikotin dari rokok, alkohol, serta kafein dalam jumlah berlebihan dapat mengganggu lapisan pelindung lambung.
Jika terus terpapar, dinding lambung bisa menjadi lebih sensitif terhadap asam yang diproduksinya sendiri.
Selain itu, Harvard Health juga mengingatkan agar penggunaan obat pereda nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen atau naproxen, tidak dilakukan sembarangan tanpa anjuran dokter.
Obat-obatan ini dapat mengurangi produksi prostaglandin, yaitu zat yang membantu menjaga ketebalan dan kekuatan lapisan pelindung lambung.
Ketika lapisan pelindung tersebut melemah, asam lambung akan lebih mudah mengiritasi jaringan di bawahnya dan memicu peradangan.
5. Tidak langsung berbaring setelah makan

Rebahan setelah makan memang sering kali terasa nyaman. Tapi, kebiasaan satu ini juga berpengaruh besar terhadap kesehatan lambung lho.
University of Alberta menyarankan untuk tidak langsung berbaring atau tidur setelah makan, setidaknya selama dua hingga tiga jam.
Tubuh yang berada dalam posisi tegak akan membantu menjaga makanan dan cairan asam tetap berada di dalam lambung selama proses pencernaan berlangsung.
Sebaliknya, ketika seseorang langsung rebahan setelah makan, efek gravitasi tersebut otomatis berkurang. Kondisi ini membuat isi lambung lebih mudah terdorong ke arah kerongkongan, terutama jika lambung sedang penuh.
Hal tersebut bisa berujung pada risiko munculnya keluhan seperti rasa panas di dada atau asam lambung naik bisa meningkat.
Dengan tetap duduk atau melakukan aktivitas ringan setelah makan, proses pengosongan lambung menuju usus dapat berlangsung lebih baik dan sistem pencernaan pun bekerja dengan lebih nyaman.
Itu dia 5 cara menjaga kesehatan lambung. Yuk, terapkan kebiasaan ini untuk mendapatkan pencernaan yang optimal!

















-VQstxGByfpfVSIXxbyevnh3exuPWmrRR.png)
