Nobar bola tanpa candaan itu seperti makan tanpa lauk, bisa saja terjadi, tapi rasanya ada yang kurang. Justru di sela-sela ketegangan itulah satu kalimat receh yang tepat sasaran bisa membuat semua orang tiba-tiba lupa betapa tegangnya pertandingan yang sedang berlangsung.
50 Candaan saat Nobar Bola yang Receh tapi Bikin Ngakak Seharian

Kumpulan 50 candaan segar bertema nobar bola yang cocok dilontarkan ke teman, pasangan, atau grup chat kapan saja.
Berbeda dari jokes bertanya-jawab, candaan ini berbentuk kalimat lepas yang langsung bisa dikirim atau diucapkan spontan saat suasana nobar sedang berlangsung.
Dari sindiran halus ke teman yang sok tahu bola hingga kalimat receh soal camilan dan reaksi lebay penonton, semuanya relate dan siap pakai.
Candaan saat nobar punya daya magis tersendiri, bukan sekadar hiburan, tapi juga cara paling jitu untuk mempererat suasana di antara orang-orang yang berkumpul. Apalagi kalau cemalannya tepat sasaran dan semua orang langsung saling menatap sambil menahan tawa.
Berikut Popmama.com telah merangkum 50 candaan saat nobar bola yang receh, relate, dan dijamin bikin ngakak seharian.
Yuk, disimak!
Kumpulan Candaan saat Nobar Bola
1. Candaan soal teman yang berubah drastis saat nobar

Teman yang sehari-hari paling kalem ternyata paling keras teriaknya saat nobar. Suaranya bahkan bisa didengar sampai dua kamar sebelah.
Yang tadi bilang "aku cuma nemenin, nggak terlalu suka bola" sekarang sudah berdiri dari kursi dan teriak ke layar.
Ada teman yang wajahnya tidak berkedip selama 90 menit, tetapi begitu ditanya nama pemainnya, jawabannya "yang pakai baju merah itu."
Yang tadi bilang "santai aja, yang penting kebersamaan" sekarang paling dramatis kalau ada peluang terbuang. Sampai jongkok sendiri di depan TV.
Teman yang biasanya paling rasional tiba-tiba percaya kalau posisi duduk memengaruhi hasil pertandingan. Sudah ganti kursi tiga kali sejak babak pertama.
Yang paling sering bilang "udah, nggak usah nonton, pasti kalah" ternyata paling tidak mau pulang duluan.
Ada yang datang ke nobar dengan outfit santai tapi diam-diam pakai jersey dalam di balik jaketnya. Baru dibuka setelah tim kesayangan cetak gol.
Teman yang tidak pernah olahraga ternyata paling tahu teknik berlari yang seharusnya digunakan pemain di lapangan.
Yang tadi bilang "aku nggak mau emosi" sudah tiga kali mengelus dada sendiri sejak menit ke-20.
Ada yang baru datang di babak kedua, tetapi langsung punya banyak pendapat soal apa yang salah di babak pertama.
2. Candaan soal komentator dadakan selama pertandingan

Semua orang tiba-tiba fasih menyebut nama pemain asing dengan aksen yang sangat meyakinkan, meski pelafalannya masing-masing berbeda-beda.
Ada yang teriak "harusnya dioper!" padahal jarak pemain ke rekannya hampir setengah lapangan dan waktunya kurang dari satu detik.
Satu ruangan penuh dengan pelatih dadakan, tetapi tidak satu pun dari mereka yang pernah serius main bola lebih dari setengah jam.
Yang paling keras bilang "wasitnya buta!" ternyata tadi tidak bisa lihat layar dengan jelas karena duduk paling belakang.
Ada yang dengan sangat yakin bilang "ini pasti offside" padahal tidak tahu persis di mana posisi pemain bertahan saat bola dioper.
Setiap kali ada kartu kuning, semua orang langsung jadi pengacara dadakan yang berdebat soal sah atau tidaknya keputusan wasit.
Ada yang bilang "formasi ini salah dari awal", tetapi kalau ditanya formasinya apa, jawabannya "yang biasa itu lho".
Yang paling banyak kritik ke pemain ternyata paling cepat kehabisan napas saat lari ke kamar mandi pas half time.
Setiap ada tendangan bebas, semua orang mendadak senyap lalu serentak kasih instruksi berbeda-beda ke layar TV.
Ada yang bilang "kalau aku yang main pasti udah gol dari tadi". Sayangnya tidak ada yang memverifikasi klaim ini.
3. Candaan soal drama camilan dan logistik nobar

Camilan yang harusnya cukup sampai babak kedua sudah habis di menit ke-30. Tidak ada yang mau mengaku siapa yang paling banyak ambil.
Ada yang ke dapur pas momen paling krusial dan minta di-update real time dari jarak tiga meter.
Delivery makanan yang dipesan sejak babak pertama baru datang pas extra time. Tetap dimakan dengan semangat penuh.
Kopi yang diseduh sejak awal pertandingan sudah dingin sebelum sempat diminum karena pemiliknya terlalu sibuk teriak.
Ada yang tiba-tiba ingat sedang diet tapi sudah meraih keripik untuk ketiga kalinya sejak kickoff.
Yang paling rajin tawarkan cemilan ke semua orang ternyata yang paling banyak nyimpen stok di tas sendiri.
Minuman habis duluan dari pada makanannya karena teriak dan komentar itu memang menguras energi lebih dari yang disadari.
Ada yang bawa bekal dari rumah dengan porsi yang cukup untuk satu orang, tetapi akhirnya dibagi juga karena tidak tahan diliatin orang lapar.
Dua menit menjelang babak kedua dimulai adalah waktu paling ramai di dapur. Semua orang mendadak lapar di waktu yang sama.
Ada yang sudah bilang "aku nggak lapar" di awal nobar tapi paling sering bolak-balik ke meja cemilan sepanjang pertandingan.
4. Candaan soal reaksi lebay dan momen ikonik nobar

Selebrasi gol di nobar selalu jauh lebih meriah dari selebrasi ulang tahun siapa pun yang hadir di ruangan itu.
Ada yang menutup mata saat tendangan penalti tapi intip dari sela jari. Teknik "tidak mau lihat tapi harus tahu" ini sudah sangat sempurna dieksekusi.
Saat tim tertinggal, semua orang kompak diam. Sunyi mendadak seperti ada yang memimpin momen hening tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Ada yang bangkit dari kursi dengan gerakan dramatis setiap ada peluang, lalu duduk lagi perlahan setiap peluangnya terbuang. Sudah dilakukan dua belas kali malam ini.
Saat replay gol ditayangkan, semua orang menonton dengan ekspresi yang sama seriusnya seperti saat golnya terjadi pertama kali.
Ada yang bilang "matiin aja TV-nya" tapi tidak ada yang benar-benar bergerak untuk melakukannya, termasuk yang mengusulkannya.
Ketika ada insiden di lapangan, semua orang tiba-tiba jadi ahli medis yang tahu persis seberapa parah cederanya hanya dari melihat pemain memegangi kakinya.
Ada yang sudah pamit pulang dari menit ke-70, tetapi masih duduk di tempat yang sama sampai peluit akhir ditiup.
Momen paling kompak selama nobar bukan saat gol, tetapi saat semua orang serentak teriak "HAAAAAH?!" ke arah wasit di waktu yang sama.
Ada yang masih berdebat soal keputusan wasit di menit terakhir bahkan setelah pertandingan selesai dan semua orang sudah mulai rapikan tempat duduk.
5. Candaan soal suasana setelah nobar berakhir

Pertandingan sudah selesai 15 menit yang lalu tapi diskusi analis dadakan di ruang nobar masih belum menemukan titik kesepakatan.
Yang tadi bilang kapok nobar karena terlalu tegang sudah tanya jadwal pertandingan berikutnya bahkan sebelum pulang malam ini.
Grup chat yang tadi sunyi total selama 90 menit mendadak banjir pesan begitu peluit akhir berbunyi. Semua orang punya pendapat yang harus segera disampaikan.
Ada yang langsung buka highlight pertandingan di HP padahal baru saja menontonnya secara langsung selama hampir dua jam.
Kalau menang, semua orang bilang "kita menang!" tapi kalau kalah, kalimatnya langsung berubah jadi "mereka mainnya nggak becus."
Analisis pasca pertandingan dari teman-teman berlangsung lebih lama dari pertandingannya sendiri. Dan tidak ada yang merasa perlu berhenti.
Ada yang langsung bilang "tim ini musim depan harus belanja pemain baru" seolah-olah punya akses ke rapat direksi klub.
Semua orang setuju nobar berikutnya harus lebih baik persiapan logistiknya, tetapi tidak ada yang mencatat apa pun untuk memastikan itu terjadi.
Ada yang masih membahas keputusan wasit di perjalanan pulang, di dalam mobil, sambil mengirim voice note ke grup chat.
Di akhir setiap nobar, selalu ada satu kalimat yang sama keluar dari semua orang: "Kapan nobar lagi?" Karena seberapa pun tegangnya, tidak ada yang benar-benar mau berhenti.
Itulah 50 candaan saat nobar bola yang receh, relate, dan pasti bikin semua orang saling tatap sambil menahan tawa.


















