Kebiasaan oversharing sering kali muncul saat seseorang memiliki terlalu banyak waktu luang atau sedang merasa cemas. Untuk mengurangi intensitasnya, ajak pasangan melakukan berbagai aktivitas fisik yang bisa mengalihkan fokus dan menyalurkan energinya ke arah positif.
Melakukan olahraga bersama, memasak menu baru, atau sekadar berjalan-jalan sore bisa menjadi pilihan yang menyenangkan. Aktivitas fisik yang memicu hormon endorfin ini perlahan akan membuat pikiran pasangan menjadi lebih rileks dan tenang.
Itulah beberapa cara menghadapi pasangan yang oversharing dengan bijak dan penuh kasih sayang.
Menjaga komunikasi yang terbuka sekaligus saling menghargai batasan masing-masing menjadi kunci utama untuk menciptakan hubungan yang harmonis.
Apakah kebiasaan oversharing pertanda gangguan mental? | Tidak selalu, karena hal ini bisa jadi sekadar mekanisme koping seseorang saat menghadapi stres atau kecemasan. Namun, konsultasi ke tenaga profesional diperlukan jika kebiasaan ini sudah sangat mengganggu fungsi aktivitas harian. |
Bagaimana cara menegur pasangan tanpa menyinggung perasaannya? | Gunakan intonasi suara yang lembut dan validasi perasaannya terlebih dahulu sebelum menyampaikan teguran. Sampaikan kepedulian terhadap masalahnya, namun jelaskan dengan jujur jika energi sedang tidak cukup untuk mendengarkan cerita yang berat. |
Apakah normal merasa lelah saat pasangan terlalu banyak bercerita? | Sangat normal, karena menjadi pendengar yang baik memang membutuhkan energi emosional yang besar. Rasa lelah tersebut adalah sinyal wajar untuk mengambil jeda sejenak demi merawat kesehatan mental diri sendiri. |