"Aku bukan orang yang ngelarang, oh kalau perempuan tuh harus jadi ibu rumah tangga atau harus ngurusin keluarga. Nggak. Tapi selama dia senang dan selama dia menjadi diri dia sendiri sih aku nggak apa-apa ya," ungkap El.
Jelang Menikah, El Rumi dan Syifa Hadju Pegang 5 Prinsip Rumah Tangga

El Rumi dan Syifa Hadju sepakat membangun rumah tangga tanpa batasan peran, saling mendukung karier masing-masing, dan menekankan pentingnya kebebasan serta penghargaan dalam hubungan.
El Rumi menegaskan tanggung jawab suami untuk menafkahi keluarga sambil menjaga keseimbangan waktu bersama, serta menjadikan anak sebagai prioritas utama berdasarkan pengalaman masa lalunya.
Syifa Hadju berharap pernikahan mereka menjadi perjalanan yang terus menumbuhkan cinta dan kebahagiaan.
Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju yang dijadwalkan berlangsung akhir April 2026 ini terus menjadi perbincangan hangat. Bukan hanya soal gaun pengantin atau venue mewah, tetapi juga soal bagaimana keduanya memandang kehidupan rumah tangga yang akan mereka bangun bersama.
Jauh sebelum hari H tiba, El dan Syifa sudah terbuka berbagi pandangan mereka soal pernikahan melalui sesi tanya jawab di kanal YouTube El & Syifa Family. Menariknya, isi pembicaraan mereka bukan hanya romantis, tetapi juga sangat reflektif dan dewasa, mencerminkan kesiapan keduanya untuk benar-benar membangun hubungan yang sehat dan bermakna.
Popmama.com telah merangkum beberapa prinsip rumah tangga El Rumi dan Syifa Hadju yang bisa menjadi inspirasi untuk Mama serta pasangan.
Yuk Ma, disimak!
1. Tidak membatasi peran istri dalam rumah tangga

El Rumi dengan tegas menyampaikan bahwa ia tidak pernah memiliki keinginan untuk mengkotak-kotakkan peran Syifa Hadju setelah menikah. Baginya, setiap perempuan berhak menentukan sendiri jalan hidupnya, termasuk setelah resmi menjadi seorang istri.
Pandangan El ini sebenarnya mencerminkan fondasi hubungan yang sangat sehat. Pernikahan yang baik bukan yang membatasi, melainkan yang memberi ruang kepada masing-masing pasangan untuk tetap menjadi versi terbaik dari diri sendiri.
Ketika seorang istri merasa dihargai dan tidak dikekang, ia justru akan hadir lebih utuh dalam rumah tangganya.
2. Mendukung penuh karier istri tanpa syarat

Masih berkaitan dengan poin pertama, El Rumi juga secara eksplisit menyampaikan bahwa Syifa Hadju bebas melanjutkan kariernya di dunia hiburan setelah menikah. Tidak ada tekanan, tidak ada batas waktu, dan tidak ada aturan yang mendikte pilihan Syifa.
"Kalau Syifa senang syuting ya syuting, kalau senang series ya series," kata El.
Ini adalah bentuk dukungan yang tidak selalu mudah ditemukan dalam sebuah hubungan. Banyak perempuan yang merasa harus memilih antara karier dan pernikahan, padahal keduanya seharusnya bisa berjalan beriringan.
El membuktikan bahwa pasangan yang benar-benar mencintai tidak akan menjadikan pernikahan sebagai alasan untuk menghentikan mimpi pasangannya.
3. Suami bertanggung jawab menafkahi tanpa melupakan keseimbangan

Soal finansial, El Rumi menyampaikan pandangannya dengan sangat jelas.
Sebagai seorang suami, El siap memikul tanggung jawab untuk menafkahi keluarga. Namun, El juga menegaskan bahwa mencari nafkah tidak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan waktu bersama keluarga.
"Laki-laki wajib menafkahi, tapi tahu waktu juga. Yang penting jangan sampai ganggu waktu sama keluarga," ujar El.
Keseimbangan antara tanggung jawab finansial dan kehadiran emosional dalam keluarga memang sering menjadi tantangan terbesar bagi pasangan muda yang baru menikah.
El seperti sudah menyadari jebakan ini sejak awal dan memilih untuk menetapkan batasan yang sehat sebelum masalah itu sempat muncul.
4. Menjadikan anak sebagai prioritas utama dan belajar dari masa lalu

Mungkin inilah poin yang paling menyentuh dari seluruh pembicaraan El Rumi tentang rencana rumah tangganya. Ia secara jujur mengakui bahwa masa kecilnya diwarnai oleh kesibukan orangtua, dan pengalaman itulah yang menjadi motivasi terbesarnya untuk menjadi orangtua yang berbeda kelak.
"Kalau sudah punya anak fokusnya harusnya ke anak. Aku juga belajar dari orangtua aku yang lumayan agak sibuk ya, waktu Al, El, Dul masih kecil. Jadi jangan sampai kejadian seperti itu terulang ke anak kita nanti. Jadi kita maunya punya quality time bareng keluarga," kata El.
Kejujuran El untuk mengakui kekurangan dari masa lalunya dan menjadikannya pelajaran adalah hal yang sangat matang dan jarang terlihat pada pasangan seusia mereka.
Quality time bersama anak bukan soal kuantitas jam yang dihabiskan, melainkan kualitas kehadiran yang benar-benar utuh, tanpa distraksi dan tanpa setengah hati.
5. Membangun rumah tangga yang terus menumbuhkan cinta

Di antara semua prinsip yang dibahas, Syifa Hadju menambahkan satu hal yang terdengar sederhana namun maknanya sangat dalam.
Syifa berharap pernikahan mereka bukan sekadar ritual sekali seumur hidup, melainkan sebuah perjalanan yang terus menumbuhkan cinta, bukan hanya untuk satu sama lain tetapi juga untuk orang-orang di sekitar mereka.
"Menjadi pernikahan yang membahagiakan buat kita semua. Nanti menjadi orangtua yang baik untuk anak-anak. Menjadi pasangan yang baik untuk satu sama lain, semoga cintanya terjaga sampai di surga nanti," ujar Syifa.
Doa Syifa ini seolah menjadi pengingat yang indah bahwa pernikahan bukan garis finish, melainkan garis start dari perjalanan yang jauh lebih panjang dan penuh warna.
Cinta yang tidak dirawat akan memudar, tetapi cinta yang terus dipilih setiap harinya, dalam setiap keputusan kecil dan besar adalah cinta yang akan bertahan.
Nah, itulah tadi lima prinsip yang El dan Syifa bagikan ini sebenarnya bukan hanya relevan untuk mereka berdua, tetapi juga menjadi cermin yang bisa Mama serta pasangan gunakan untuk merefleksikan hubungan sendiri.
Apakah kita sudah saling memberi ruang? Apakah kita sudah menjaga keseimbangan antara karier dan keluarga? Apakah kita sudah hadir sepenuhnya untuk anak-anak? Pertanyaan-pertanyaan itu tidak selalu mudah dijawab, tetapi justru di situlah letak keindahan sebuah pernikahan yang terus bertumbuh.
FAQ Pasangan Suami Istri
| Apakah mendukung karier istri setelah menikah bisa melemahkan peran suami dalam rumah tangga? | Sama sekali tidak. Mendukung karier istri justru mencerminkan rasa percaya dan penghargaan yang tinggi dari seorang suami kepada pasangannya. |
| Bagaimana cara pasangan muda menjaga quality time keluarga di tengah kesibukan karier? | Kuncinya adalah membuat quality time sebagai sebuah komitmen yang direncanakan, bukan sesuatu yang terjadi secara kebetulan. |
| Seberapa penting bagi pasangan untuk membicarakan prinsip rumah tangga sebelum menikah? | Sangat penting. Membicarakan ekspektasi, nilai, dan prinsip sebelum menikah membantu keduanya memahami di mana titik temu dan di mana perbedaan yang perlu dikelola bersama. |


















