Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Popmama.com/Muhammad Haqqi
  • Film musikal daerah Pulang Kampung mengangkat budaya Batak di Danau Toba dan Pulau Samosir, mengikuti Daniel yang pulang untuk mempelajari akar budayanya.

  • Produser Ernest Prakasa menekankan komunikasi keluarga agar perbedaan pendapat dan kesalahpahaman dapat dipahami serta dibicarakan tanpa konflik berkepanjangan.

  • Film ini mengajak orangtua menghargai pilihan anak, sementara seluruh anggota keluarga perlu berani mengakui kesalahan dan saling meminta maaf.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Film Pulang Kampung hadir sebagai film musikal daerah pertama di Indonesia yang mengangkat kebudayaan Batak. Mengambil latar kawasan Danau Toba dan Pulau Samosir, film ini tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya Batak, tetapi juga menyajikan cerita tentang keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Film ini mengisahkan Daniel yang diperankan Axelo Nababan, seorang pemuda Batak yang lahir dan besar di Jakarta. Ia terpaksa pulang kampung atas perintah sang papa untuk mempelajari budaya Batak. Perjalanan tersebut kemudian mempertemukannya dengan berbagai dinamika keluarga, termasuk harapan orangtua dan pilihan hidup seorang anak.

Di balik cerita yang dihadirkan, Pulang Kampung juga membawa sejumlah pesan yang dapat menjadi refleksi dalam membangun hubungan keluarga. Dalam kesempatan wawancara bersama Ernest Prakasa selaku produser film ini, terdapat tiga pesan penting tentang keluarga yang dibagikan.

Dalam artikel ini Popmama.com telah merangkum tiga pesan tentang keluarga yang ingin disampaikan dalam film Pulang Kampung. Yuk, disimak!

1. Komunikasi menjadi hal penting dalam keluarga

Youtube.com/cinema21

Salah satu pesan yang ingin disampaikan melalui film Pulang Kampung adalah pentingnya komunikasi dalam keluarga. Dengan komunikasi yang baik, perbedaan pendapat maupun kesalahpahaman dapat dibicarakan tanpa harus menimbulkan konflik berkepanjangan.

Ernest Prakasa berharap setiap keluarga dapat membangun kebiasaan saling menyampaikan maksud dan keinginan dengan baik. Menurutnya, komunikasi bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga bagaimana setiap anggota keluarga bisa memahami pesan yang disampaikan oleh orang lain.

"Komunikasi itu penting dalam keluarga. Semoga kita selalu menjadi keluarga yang bisa saling mengomunikasikan dengan baik maksud satu sama lain," ujar Ernest.

2. Orangtua sebaiknya tidak memaksakan pilihan bidang kepada anak

Youtube.com/cinema21

Dalam kehidupan keluarga, orangtua memang ingin memberikan yang terbaik untuk anak, termasuk menentukan pendidikan maupun pekerjaan yang dianggap menjanjikan. Namun, keinginan tersebut sebaiknya tidak membuat orangtua mengabaikan pilihan dan potensi yang dimiliki anak.

Film ini mengingatkan bahwa orangtua perlu memberikan ruang bagi anak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Alih-alih memaksakan bidang tertentu, orangtua dapat berperan sebagai pendamping yang memberikan arahan dan dukungan agar anak mampu mengembangkan kemampuannya sesuai minat.

"Buat orangtua yang punya anak jangan memaksakan bidang yang orangtua pilih, karena zaman sekarang kayaknya udah enggak musim ya memaksa anaknya untuk kuliah ini, kerja di bidang ini," ungkap Ernest.

3. Mengakui kesalahan dan tidak sungkan meminta maaf

Youtube.com/cinema21

Dalam hubungan keluarga, perbedaan pendapat dan kesalahpahaman merupakan hal yang bisa terjadi. Tidak jarang seseorang merasa paling benar, sehingga sulit mengakui kesalahan yang telah diperbuat.

Padahal, mengakui kesalahan merupakan salah satu bentuk kedewasaan yang dapat membantu menjaga hubungan keluarga tetap harmonis.

Setiap anggota keluarga sebaiknya tidak gengsi untuk meminta maaf maupun menerima permintaan maaf dari orang lain. Dengan begitu, persoalan yang terjadi dapat diselesaikan tanpa harus menyisakan perasaan tidak nyaman dalam hubungan keluarga.

"Saling bermaaf-maafan apabila memang ada salah dan mengakui kesalahan tersebut secara sportif dan jangan sungkan untuk minta maaf," tutur Ernest.

Itu dia tiga pesan tentang keluarga yang ingin disampakan film Pulang Kampung menurut Ernest Prakasa. Melalui cerita yang mengangkat kebudayaan Batak dan dinamika hubungan keluarga, film ini mengingatkan bahwa komunikasi, menghargai pilihan anak, serta keberanian mengakui kesalahan menjadi hal penting dalam menjaga keharmonisan keluarga.

Curated For You

Editorial Team

Related Article