Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Film Pendek AADC Kembali, Angkat Bahasa Cinta Lewat Hal Sederhana

Film Pendek AADC Kembali, Angkat Bahasa Cinta Lewat Hal Sederhana
Popmama.com/Muhammad Haqqi
  • Film pendek Bahasa Cinta yang Beda melanjutkan kisah Cinta dan Rangga satu dekade setelah sekuel AADC, menyoroti hubungan matang yang diuji rutinitas, kesibukan, dan jarak.

  • Dibintangi Dian Sastrowardoyo serta melibatkan Sissy Prescillia, film garapan Teddy Soeria Atmadja ini berkolaborasi dengan Royco dan menghadirkan perhatian kecil sebagai bahasa cinta.

  • Omelette menjadi simbol kepedulian tulus dan konsisten dalam cerita. Film ini dijadwalkan tayang mulai 14 September 2026 di kanal YouTube Royco Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setelah satu dekade sejak sekuel Ada Apa dengan Cinta? (AADC) ditayangkan, kisah Cinta dan Rangga kembali hadir dalam sebuah film pendek. Kali ini, cerita keduanya dibawa ke fase kehidupan yang lebih matang, ketika hubungan tidak hanya berbicara soal menemukan cinta, tetapi juga bagaimana menjaga koneksi di tengah rutinitas.

Berkolaborasi dengan Royco, film pendek berjudul Bahasa Cinta yang Beda tersebut kembali menghadirkan Dian Sastrowardoyo sebagai Cinta dan melibatkan Sissy Prescillia, dengan Teddy Soeria Atmadja sebagai sutradara. Ceritanya mencoba melihat kembali hubungan Cinta dan Rangga melalui cara yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Menariknya, film ini tidak lagi menjadikan puisi sebagai satu-satunya cara untuk mengungkapkan perasaan. Melalui kisah tersebut, bahasa cinta ditunjukkan lewat perhatian sederhana yang dilakukan secara tulus dan sederhana. Berikut Popmama.com telah merangkum fakta menarik film pendek AADC Bahasa Cinta yang Beda.

Yuk, disimak!

  1. 1. Cinta dan Rangga hadir dalam fase hubungan yang lebih matang

    Cinta dan Rangga hadir dalam fase hubungan yang lebih matang
    Popmama.com/Muhammad Haqqi

    Film pendek Bahasa Cinta yang Beda membawa Cinta dan Rangga ke fase kehidupan yang berbeda dari cerita AADC sebelumnya. Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan bersama, keduanya kini berhadapan dengan rutinitas, kesibukan, dan jarak yang perlahan dapat membuat koneksi dalam hubungan terasa berbeda.

    Dian Sastrowardoyo mengungkapkan bahwa pengalaman kembali memerankan Cinta terasa istimewa. Ia menyebut cerita kali ini tidak lagi berfokus pada fase mencari atau menemukan cinta, melainkan kehidupan setelah hubungan berjalan selama bertahun-tahun.

    “AADC selalu punya tempat spesial di hati aku, jadi excited banget bisa mendapat kesempatan untuk melanjutkan chapter hubungan Cinta dan Rangga,” ujar Dian dalam acara gala premiere di XXI Epicentrum Jakarta pada Jumat (11/9/2026).

  2. 2. Bahasa cinta tidak selalu harus lewat kata-kata

    Bahasa cinta tidak selalu harus lewat kata-kata
    Popmama.com/Muhammad Haqqi

    Salah satu gagasan yang diangkat dalam film ini adalah perhatian kecil sebagai bentuk bahasa cinta. Dalam kehidupan sehari-hari, perhatian tersebut dapat hadir melalui hal sederhana yang dilakukan dengan tulus dan konsisten, termasuk ketika seseorang meluangkan waktu untuk membuatkan makanan bagi orang yang disayanginya.

    Dalam film, omelette digunakan sebagai simbol dari bentuk perhatian tersebut. Nuning Wahyuningsih, Head of Marketing Foods Unilever Indonesia, menyampaikan bahwa memasak dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menunjukkan perhatian kepada orang lain.

    “Bahasa cinta tidak selalu membutuhkan kata-kata indah ataupun gestur yang romantis, karena justru sering kali perhatian terasa paling bermakna ketika hadir lewat hal-hal kecil yang konsisten kita lakukan,” ungkap Nuning.

  3. 3. Cerita dibuat dekat dengan kehidupan sehari-hari

     Bahasa cinta tidak selalu harus lewat kata-kata
    Popmama.com/Muhammad Haqqi

    Dari sisi penyutradaraan, film pendek ini berusaha mempertahankan karakter dan dinamika Cinta-Rangga yang sudah dikenal, tetapi menempatkan keduanya dalam situasi yang lebih sesuai dengan fase kehidupan mereka saat ini.

    Teddy Soeria Atmadja sebagai sutradara menjelaskan bahwa tantangan utamanya adalah mempertahankan karakter yang sudah familiar sambil mengeksplorasi bagaimana cinta dan cara mengungkapkannya dapat berubah seiring perjalanan sebuah hubungan.

    “Film pendek ini bukan mengulang romantisme AADC yang lalu, tetapi mengeksplorasi betapa cinta dan cara mengekspresikannya ikut berubah seiring perjalanan sebuah hubungan,” ujar Teddy.

    Itu dia fakta menarik film pendek AADC Bahasa Cinta yang Beda. Film pendek ini banyak mengeksplorasi momen sederhana antara Cinta dan Rangga, termasuk kehadiran “Omelette Cinta” sebagai salah satu representasi bahasa cinta di antara keduanya.

    Film pendek Bahasa Cinta yang Beda sendiri dijadwalkan dapat disaksikan mulai 14 September 2026 melalui kanal YouTube Royco Indonesia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More