6 Makanan Khas Nias yang Unik dan Wajib Kamu Coba

- Kuliner Nias mengolah hasil laut, umbi, sayuran, dan daging dengan cita rasa khas, sekaligus merekam tradisi serta kebersamaan masyarakat setempat.
- Bato hambae berbahan kepiting asap musiman, gowi nifufu dari umbi dan kelapa, serta tamboyo dari beras pulut menjadi sajian dengan proses dan fungsi berbeda.
- Silio guro, lehadalo nifange, dan kofo-kofo kerap hadir dalam acara adat maupun perayaan, mencerminkan gotong royong, kekeluargaan, dan simbol kemakmuran warga Nias.
Nias memang lebih dulu dikenal lewat keindahan pantainya dan tradisi lompat batu yang ekstrem. Tapi di balik itu, pulau di ujung barat Sumatera Utara ini juga menyimpan kekayaan kuliner yang jarang terekspos.
Masyarakat setempat punya cara sendiri untuk mengolah hasil laut, umbi-umbian, hingga daging menjadi hidangan dengan rasa yang khas dan tidak bisa ditemukan di daerah lain.
Menariknya, hampir semua makanan khas Nias ini bukan sekadar soal isi perut, tetapi juga menyimpan cerita tentang tradisi dan kebersamaan warganya.
Penasaran apa saja makanannya? Berikut Popmama.com mengulas 6 makanan khas Nias yang wajib kamu tahu, dikutip dari IDN Times. Yuk, simak sampai habis!
1. Bato hambae

Facebook.com/Kamus Bahasa Nias - Indonesia Kalau ke Kepulauan Hinako, Kecamatan Sirombu, jangan lewatkan bato hambae. Kudapan ini terbuat dari daging kepiting segar yang dibentuk pipih menyerupai lempengan, lalu diasap sampai benar-benar kering.
Karena bahan utamanya cuma tersedia di musim tertentu, yaitu sekitar bulan Mei hingga Juli, pembuatan bato hambae pun jadi terbatas dan gak bisa ditemukan sepanjang tahun.
Uniknya, proses pengasapan tradisional inilah yang membuat bato hambae punya aroma kuat sekaligus rasa manis alami dari daging kepiting yang tetap terjaga.
Warga lokal biasa menjadikannya lauk pendamping nasi karena tahan lama disimpan. Berhubung produksinya terbatas, bato hambae juga sering diburu wisatawan sebagai oleh-oleh khas dari Nias.
2. Gowi nifufu

Instagram.com/radenn_armand33 Beranjak dari olahan laut, sekarang giliran camilan berbahan umbi yang tidak kalah menggugah selera, yaitu gowi nifufu. Makanan ini dibuat dari singkong atau ubi jalar yang ditumbuk halus, kemudian dicampur parutan kelapa yang gurih.
Sepintas bentuknya mengingatkan pada getuk khas Jawa, tapi gowi nifufu punya karakter rasa sendiri yang khas Nias.
Selain jadi camilan, gowi nifufu juga kerap dijadikan pengganti nasi oleh keluarga-keluarga di Nias berkat teksturnya yang lembut dan sedikit rasa manis alami.
Cara membuatnya pun cukup sederhana, ubi yang sudah halus dicampur sedikit gula, dibentuk bulat-bulat, lalu dibaluri kelapa parut supaya makin nikmat saat digigit.
3. Tamboyo

Instagram.com/bennylodewijk Tamboyo merupakan ketupat tradisional khas Nias yang bentuknya bisa kotak atau bulat, tergantung tradisi masing-masing daerah. Rasa gurih dengan sedikit asin yang khas didapat dari penggunaan beras pulut lokal Nias.
Membuat tamboyo bukan perkara instan, sebab kulitnya dianyam secara tradisional dari daun kelapa muda yang butuh ketelatenan.
Karena proses pembuatannya yang gak sebentar itu, tamboyo biasanya baru muncul menjelang hari besar seperti Lebaran, Natal, Jumat Agung, sampai perayaan Tahun Baru, menjadikannya hidangan yang selalu dinanti.
4. Silio guro

Facebook.com/Kamus Bahasa Nias - Indonesia Selain hidangan untuk perayaan besar, ada juga silio guro yang jadi representasi kebersamaan masyarakat Nias sehari-hari.
Silio guro dibuat dari daging ikan segar yang gampang ditemukan di Gunungsitoli, dipadukan dengan bumbu-bumbu alami. Hidangan ini dibungkus daun pisang lalu dipanggang hingga aromanya menguar, mirip pepes pada umumnya.
Yang membuat silio guro istimewa bukan cuma rasanya, tapi juga proses memasaknya yang jadi simbol gotong royong dan kekeluargaan yang masih dijaga erat oleh masyarakat setempat.
Tidak heran kalau hidangan ini selalu hadir di acara pernikahan, syukuran, sampai perayaan hari besar sebagai bentuk perayaan kebersamaan yang diwariskan turun-temurun.
5. Lehadalo nifange

Instagram.com/radenn_armand33 Hidangan ini menggunakan daun talas sebagai bahan utama, bukan daging, meski warna hijau kecokelatannya sekilas mirip rendang dengan aroma rempah yang menggoda. Biasanya, lehadalo nifange disantap bersama nasi atau sagu.
Meski berbahan dasar sayuran, rasanya diklaim gak kalah lezat dari rendang daging sehingga sering muncul di acara adat seperti pernikahan hingga sunatan, bukan cuma menu rumahan biasa.
Kelebihan lainnya, hidangan ini bisa bertahan 2 sampai 3 hari setelah dimasak, jadi praktis untuk disimpan dan dinikmati kembali kapan saja.
6. Kofo-kofo

Instagram.com/wirahardiyansyah2.0 Terakhir, ada hidangan bersantan yang paling ditunggu di meja makan masyarakat Nias, yaitu kofo-kofo. Gulai ikan ini dimasak menggunakan santan kental dan bumbu rahasia turun-temurun tiap keluarga.
Ada berbagai versinya, mulai dari ikan yang ditumbuk halus sampai ditambahkan telur supaya teksturnya lebih padat dan mantap saat disantap.
Khususnya bagi warga Gunungsitoli, kofo-kofo memiliki kedudukan istimewa sebagai simbol kemakmuran dalam pesta besar maupun acara adat.
Proses memasaknya yang biasa dilakukan ramai-ramai oleh anggota keluarga membuat kehadiran kofo-kofo di meja makan terasa seperti penanda kebersamaan yang hangat.
Nah, itulah pembahasan mengenai 6 makanan khas Nias yang dapat kamu coba saat berkunjung ke sana. Semoga informatif dan bermanfaat!





















