“Saya jarang ikut menanggapi gosip, tetapi kali ini merasa perlu bersuara agar praktik hubungan yang dibungkus nikah siri tidak terus berulang,” tulisnya.
Lewat Threads, Tiara Pangestika Singgung Kasus Nikah Siri Inara Rusli

- Tiara Pangestika menyuarakan keresahannya terhadap praktik nikah siri yang sering dijadikan pembenaran atas hubungan yang hanya berlandaskan nafsu.
- Ia menyoroti minimnya verifikasi status pasangan di era serba instan dan relasi timpang antara ketidakterbukaan dan sikap pura-pura tidak tahu.
- Tiara Pangestika juga mengkritik respons setelah konflik terungkap ke publik, serta menyoroti standar ganda saat masalah menjadi konsumsi publik.
Isu nikah siri kembali menjadi perbincangan publik setelah menyeret nama Inara Rusli dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Perdebatan ini tidak hanya menyentuh soal status pernikahan, tetapi juga tentang tanggung jawab moral, kejujuran, serta dampak emosional dalam sebuah hubungan.
Melalui sebuah tulisan di Threads, Tiara Pangestika menyuarakan keresahannya terhadap praktik nikah siri yang dinilai kerap dijadikan pembenaran atas hubungan yang tidak sehat. Unggahan tersebut sontak menuai perhatian luas dari warganet.
Dalam rangkaian tulisannya, Tiara menyoroti berbagai pola relasi yang dianggap bermasalah, mulai dari minimnya verifikasi status pasangan hingga sikap defensif setelah konflik mencuat ke ruang publik. Nada tulisannya tegas, reflektif, dan sarat kritik sosial.
Popmama.com telah merangkum isi threads Tiara Pangestika yang membahas kasus Inara Rusli ke dalam beberapa poin penting agar lebih mudah dipahami.
Yuk, simak rangkumannya!
1. Keresahan terhadap nikah siri yang dijadikan pembenaran

Tiara Pangestika membuka tulisan di Threads dengan ungkapan kekesalan terhadap praktik nikah siri yang menurutnya sering digunakan sebagai pembenaran atas hubungan yang hanya berlandaskan nafsu. Mama dua anak ini menilai, praktik ini kerap berlindung di balik legitimasi agama tanpa disertai tanggung jawab yang utuh.
Menurutnya, pola seperti ini berpotensi merugikan banyak pihak, terutama perempuan, serta mencederai nilai luhur pernikahan. Ia berharap kasus serupa tidak terus terulang di kemudian hari.
2. Minimnya verifikasi status pasangan di era serba instan

Salah satu sorotan tajam Tiara Pangestika terkait kurangnya kehati-hatian sebelum menikah. Ia membandingkan bagaimana orang bisa sangat teliti saat mengadopsi hewan peliharaan, tetapi justru abai ketika menyangkut pernikahan dengan manusia.
“Bahkan saat mengadopsi hewan, kita mengecek asal-usul dan kelengkapannya. Namun ketika menikah, mengapa status dan latar belakang pasangan tidak ditelusuri terlebih dahulu?” ungkapnya.
Tiara menekankan bahwa di era modern dengan akses informasi yang begitu mudah, sikap tidak mencari tahu bukanlah ketidaksengajaan, melainkan pilihan.
Hal inilah yang menurutnya sering berujung pada konflik serius.
3. Relasi timpang antara ketidakterbukaan dan sikap pura-pura tidak tahu

Dalam tulisan tersebut, Tiara Pangestika juga menyoroti pola relasi yang dinilainya saling melengkapi secara negatif. Ia menyebut adanya pihak laki-laki yang tidak terbuka soal status, sementara pihak perempuan memilih tidak mencari tahu secara sadar.
“Satu pihak merasa tidak berkewajiban menjelaskan status, sementara pihak lain memilih tidak mengetahui, padahal sebenarnya enggan mencari kebenaran,” tulis Tiara.
Menurutnya, relasi semacam ini membentuk situasi yang keliru sejak awal. Nikah siri pun akhirnya hanya dijadikan sarana pembenaran agar hubungan terasa sah secara sepihak.
4. Sikap playing victim setelah masuk rumah tangga orang lain

Tiara Pangestika juga mengkritik respons setelah konflik terungkap ke publik. Ia menilai, alih-alih merasa bersalah karena masuk dalam rumah tangga orang lain tanpa restu istri sah, justru muncul sikap defensif dan merasa paling tersakiti.
“Bukannya menyadari kesalahan, yang muncul justru sikap merasa paling terzalimi dan enggan mengakui peran dalam masalah ini,” tulisnya.
Ia bahkan menyebut pola tersebut sebagai bentuk manipulasi emosional, di mana pelaku enggan bertanggung jawab atas dampak perbuatannya terhadap orang lain.
5. Sorotan terhadap standar ganda saat masalah menjadi konsumsi publik

Di bagian akhir tulisan, Tiara Pangestika menanggapi keluhan pihak tertentu yang mempertanyakan mengapa persoalan ini menjadi konsumsi publik. Menurutnya, kritik tersebut tidak sejalan dengan sikap di masa lalu.
“Ketika dulu masalah pribadi orang lain disebarluaskan ke publik, tidak ada keberatan. Maka wajar jika kini publik juga ikut menilai,” tulis Tiara Pangestika.
Pernyataan ini menegaskan pentingnya konsistensi sikap dalam menghadapi sorotan publik. Bagi Tiara, ruang publik tidak bisa dipilih hanya ketika menguntungkan satu pihak saja.
Isu yang diangkat melalui tulisan Tiara Pangestika ini membuka kembali diskusi tentang pentingnya transparansi, tanggung jawab, dan kesadaran moral dalam sebuah hubungan, terutama ketika menyangkut praktik nikah siri. Itulah rangkuman lewat Tiara Pangestika bahas kasus nikah siri Inara Rusli yang ramai diperbincangkan publik.
Menurut Mama, seberapa penting kejujuran dan keterbukaan sebelum seseorang memutuskan untuk menikah?
FAQ Isu Nikah Siri Inara Rusli
| Siapa Tiara Pangestika dan mengapa pendapatnya ramai dibicarakan? | Tiara Pangestika dikenal sebagai figur publik yang aktif menyuarakan isu sosial dan relasi dengan sudut pandang kritis. Threads miliknya ramai dibicarakan karena menyentuh isu sensitif yang sedang menjadi perhatian publik. |
| Mengapa isu nikah siri sering memicu perdebatan di masyarakat? | Nikah siri kerap menimbulkan perdebatan karena berkaitan dengan aspek hukum, perlindungan perempuan, serta dampak sosial dan psikologis bagi keluarga yang terlibat. |
| Apakah opini di media sosial bisa memengaruhi persepsi publik? | Ya, opini di media sosial dapat membentuk cara pandang masyarakat, terutama ketika disampaikan oleh figur publik dan berkaitan dengan isu yang sedang hangat. |


















