Hei gadis bermata cokelat
Di hatiku kau akrobat
Jantungku berdegup cepat
Setiap senyummu terlihat
Kau bagai sebuah candu
Membuatku selalu rindu
Ku menggubah nada syahdu
Maaf bila kurang merdu
Begini liriknya
Kau ingin diet
Tapi kubilang aku saja yang menggemukkan badan
Kau ingin putih
Tapi kubilang aku saja yang menghitamkan kulit
Kau ingin kaya
Tapi kubilang bahagia tidak selalu tentang harta
Kau ingin merayakan valentine tapi kubilang
Sayang valentine untukmu
Tiga ratus enam puluh lima hari
Dalam setahunku
Bukan tentang bunga dan coklat
Tapi tentang siapa yang tak pernah pergi
Saat kau terluka
Aku orangnya
Tak perlu repot berdandan
Atau selfie agar kekinian
Tak usah pakai pensil alis
Bagiku kau yang termanis
Kau ingin diet
Tapi kubilang aku saja yang menggemukkan badan
Kau ingin putih
Tapi kubilang aku saja yang menghitamkan kulit
Kau ingin kaya
Tapi kubilang bahagia tidak selalu tentang harta
Kau ingin merayakan valentine tapi kubilang hu
Sayang valentine untukmu
Tiga ratus enam puluh lima hari
Dalam setahunku
Bukan tentang bunga dan coklat
Tapi tentang siapa yang tak pernah pergi
Saat kau terluka
Aku orangnya
Uh
Sayang valentine untukmu
Lapan ribu tujuh ratus enam puluh jam
Dalam setahunku
Bukan tentang perayaan
Tapi tentang siapa yang tak pernah pergi
Saat kau terluka
Menemanimu
Suka dan duka
Setiap hari
Bukan hanya empat belas Februari
Lirik Lagu 'Bukan Lagu Valentine' Fiersa Besari, Maknanya Menyentuh

- Lirik lagu 'Bukan Lagu Valentine' Fiersa Besari menekankan pesan anti-mainstream tentang kasih sayang harian.
- Fiersa Besari mengajak pendengar untuk fokus pada siapa yang selalu ada saat kita terluka, bukan siapa yang memberi kado paling mahal.
- Perilisan video lirik lagu ini dilakukan tepat pada 11 Februari 2019 sebagai alternatif bagi mereka yang tidak ingin terjebak dalam perayaan komersial.
Siapa yang tidak kenal dengan Fiersa Besari? Musisi sekaligus penulis yang akrab disapa "Bung" ini selalu sukses menyihir pendengar lewat lirik-liriknya yang puitis namun tetap membumi.
Salah satu lagu yang selalu diputar kembali menjelang bulan Februari berjudul ‘Bukan Lagu Valentine’, sebuah track romantis dari albumnya yang bertajuk 20:20.
Berbeda dengan lagu cinta lainnya yang mungkin terasa sangat mewah dan penuh gombalan, lagu ini justru membawa pesan kesederhanaan yang sangat dalam. Fiersa seolah mengingatkan kita bahwa kasih sayang sejati tidak butuh tanggal khusus atau perayaan seremonial untuk dibuktikan kepada pasangan.
Melihat fenomena perayaan cinta yang sering kali terjebak pada simbol materi, Fiersa memilih untuk menyuarakan bakti dan kesetiaan di setiap harinya.
Berikut Popmama.com telah merangkum Lirik Lagu 'Bukan Lagu Valentine' Fiersa Besari dan beberapa fakta menarik lainnya.
Yuk, disimak!
Lirik Lagu ‘Bukan Lagu Valentine’ Fiersa Besari

1. Menekankan pesan anti-mainstream tentang kasih sayang harian

Lagu 'Bukan Lagu Valentine' memiliki pesan sentral yang sangat unik, yaitu mengkritik kebiasaan merayakan kasih sayang hanya pada satu hari tertentu. Fiersa menekankan bahwa cinta seharusnya dirasakan selama "365 hari dalam setahun" dan "8.760 jam dalam setahun", bukan sekadar mengikuti tren tahunan.
Lewat liriknya, Fiersa mengajak pendengar untuk fokus pada siapa yang selalu ada saat kita terluka, bukan siapa yang memberi kado paling mahal.
Pesan anti-mainstream ini membuat lagu 'Bukan Lagu Valentine' menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin menunjukkan kasih sayang secara tulus dan konsisten setiap harinya.
2. 'Bukan Lagu Valentine' menjadi alternatif lagu cinta

Fakta menarik lainnya, waktu perilisan video lirik lagu ini di YouTube yang dilakukan tepat pada 11 Februari 2019. Tanggal tersebut dipilih sengaja beberapa hari sebelum hari Valentine sebagai bentuk "protes manis" dan alternatif lagu bagi mereka yang tidak ingin terjebak dalam perayaan komersial.
Lagu ini kemudian masuk secara resmi ke dalam album 20:20 yang dirilis pada tanggal cantik 20 Desember 2020.
Popularitasnya yang terus bertahan hingga sekarang membuktikan bahwa pesan kesederhanaan yang dibawa Fiersa sangat relevan bagi banyak pasangan di Indonesia.
3. Lirik yang sangat "relatable" dengan keresahan perempuan

Salah satu bagian yang paling disukai dari lagu 'Bukan Lagu Valentine' adalah lirik yang membahas tentang insecurity perempuan, seperti keinginan untuk diet, memutihkan kulit, hingga repot berdandan dengan pensil alis.
Fiersa Besari secara manis menjawab keresahan tersebut dengan menyatakan bahwa ia menerima pasangannya apa adanya.
"Tak usah pakai pensil alis, bagiku kau yang termanis", lirik ini sering kali membuat pendengar perempuan merasa tersentuh. Seolah menunjukkan bahwa cinta sejati itu tentang penerimaan diri dan pasangan, sebuah nilai yang jauh lebih berharga daripada bunga atau cokelat sekali setahun.
Itulah lirik lagu ‘Bukan Lagu Valentine’ Fiersa Besari dan beberapa fakta menarik lainnya.
Menurut Papa, apakah kasih sayang memang lebih bermakna jika ditunjukkan secara sederhana setiap hari dibandingkan dengan perayaan besar setahun sekali?
FAQ Lagu 'Bukan Lagu Valentine' Fiersa Besari
| Mengapa lagu ini sering disebut sebagai 'lagu wajib' di bulan Februari? | Meski judulnya secara eksplisit adalah 'Bukan Lagu Valentine', lagu ini justru selalu mengalami kenaikan jumlah pendengar dan sering masuk ke dalam daftar putar (playlist) populer di berbagai platform musik setiap kali memasuki bulan Februari. |
| Apakah lagu ini awalnya dirilis melalui label rekaman besar? | Tidak. Menariknya, Fiersa Besari pertama kali membagikan karya ini secara independen melalui kanal YouTube pribadinya pada 11 Februari 2019 sebelum akhirnya masuk ke dalam album studio 20:20. |
| Apa kritik utama yang ingin disampaikan Fiersa Besari melalui lirik lagu ini? | Fiersa Besari secara spesifik mengkritik kebiasaan merayakan kasih sayang yang hanya fokus pada simbol materi seperti cokelat dan bunga pada satu tanggal saja.Ia ingin mengajak pendengar untuk lebih menghargai keberadaan pasangan dan tindakan nyata setiap hari, terutama saat pasangan sedang merasa terluka atau tidak percaya diri. |


















