“Noir itu artinya gelap ya, warna hitam. Kalau Al-Hayah artinya anggun. Jadi Noir Al-Hayah itu berarti hitam yang mendeskripsikan keanggunan seorang wanita muslimah,” ujar Olla, salah satu desainer Sabiluna saat ditemui di acara IFA 2026.
Sabiluna Debut Perdana di IFA 2026 dengan Noire Al-Haya

- Debut perdana Sabiluna di IFA 2026 dengan tema Noir Al-Hayah yang mengusung keanggunan dan karakter kuat perempuan muslimah.
- Koleksi abaya hitam ini hadir dengan desain timeless, material premium, dan detail Swarovski serta lace yang menciptakan kesan glamor.
- Koleksi ramah dan style beragam, dari bercadar hingga busui friendly, menunjukkan komitmen Sabiluna dalam menghadirkan busana fungsional.
Sebagai debut perdananya di Indonesia Fashion Aesthetics (IFA) 2026, brand modest wear, Sabiluna sukses mencuri perhatian lewat koleksi Noir Al-Hayah yang memadukan keanggunan, kualitas, dan kenyamanan.
Koleksi ini menjadi penanda debut Sabiluna di panggung fashion nasional sekaligus wujud eksplorasi brand dalam menghadirkan busana muslimah yang anggun, elegan, dan relevan dengan kebutuhan perempuan masa kini.
Lewat konsep yang matang, pemilihan warna khas, hingga detail desain yang berkelas, Sabiluna menghadirkan koleksi yang tidak hanya memanjakan visual, tetapi juga mengedepankan kenyamanan.
Berikut Popmama.com sajikan informasi mengenai koleksi Sabiluna yang punya daya tarik di IFA 2026.
Table of Content
1. Noir Al-Hayah, representasi keanggunan dalam balutan abaya hitam

Debut perdana Sabiluna di ajang IFA 2026 mengusung tema Noir Al-Hayah yang sarat makna, sekaligus merefleksikan keanggunan dan karakter kuat perempuan muslimah melalui balutan busana bernuansa hitam yang elegan dan berkelas.
Melalui tema ini, Sabiluna ingin menampilkan busana yang tidak hanya terlihat eksklusif, tetapi juga merefleksikan karakter perempuan muslimah yang kuat, anggun, dan percaya diri.
2. Desain timeless dengan detail premium

Dari sisi desain, Sabiluna menghadirkan koleksi dengan konsep elegan dan timeless, sehingga tetap relevan dikenakan dalam berbagai kesempatan. Setiap busana dibuat menggunakan material premium yang menunjang tampilan mewah sekaligus nyaman.
Ciri khas Sabiluna, selain warna hitam pada koleksi ini, juga terlihat dari penggunaan detail Swarovski dan lace yang memperkaya tampilan busana. Elemen tersebut diaplikasikan secara proporsional, menciptakan kesan glamor yang tetap lembut dan tidak berlebihan.
“Desainnya kita elegan timeless, dengan material premium, dengan ciri khas Sabiluna itu kita pakai Swarovski dan lace,” jelasnya.
Perpaduan material dan detail ini membuat koleksi Sabiluna tampil eksklusif, sekaligus mencerminkan identitas brand yang kuat.
3. Ramah untuk style yang beragam, dari bercadar hingga busui friendly

Menariknya, koleksi Noir Al-Hayah juga dirancang untuk menjangkau lebih banyak perempuan muslimah dengan kebutuhan yang beragam.
Dalam peragaan busana, Sabiluna menampilkan model bercadar maupun tidak bercadar, menunjukkan fleksibilitas koleksi mereka.
“Semua koleksi Sabi Luna itu bisa dipakai buat yang bercadar dan yang nggak bercadar juga,” ungkapnya.
Selain itu, Sabiluna juga memperhatikan aspek kenyamanan, khususnya bagi ibu hamil dan menyusui. Koleksi abaya yang ditampilkan dirancang agar tetap nyaman dikenakan dalam berbagai kondisi.
“Kalau abaya udah pasti ibu hamil friendly, terus Insya Allah semua koleksi kita busui friendly,” lanjutnya.
Hal ini menunjukkan komitmen Sabiluna dalam menghadirkan busana yang tidak hanya indah, tetapi juga fungsional.
Sebagai debut perdananya di IFA 2026, Sabiluna sukses mencuri perhatian lewat koleksi Noir Al-Haya, lewat karya ini, Sabiluna berharap brand-nya semakin dikenal luas sebagai pilihan utama busana abaya.


















