- Gunakan sunscreen minimal SPF 30 setiap hari.
- Hindari paparan sinar matahari langsung terlalu lama.
- Lakukan patch test sebelum mencoba produk skincare baru.
- Batasi penggunaan produk dengan kandungan keras atau berpotensi iritasi.
- Hindari mandi atau mencuci wajah dengan air terlalu panas.
- Catat pemicu pribadi seperti makanan pedas atau stres berlebih.
7 Penyebab Kulit Wajah Memerah dan Cara Mengatasinya

- Iritasi produk skincare dapat menyebabkan kemerahan pada wajah, gunakan skincare fragrance-free untuk kulit sensitif.
- Paparan sinar matahari dan kondisi medis seperti rosacea bisa menjadi penyebab kemerahan pada wajah.
- Langkah mencegah kemerahan antara lain menggunakan sunscreen, menghindari paparan sinar matahari langsung, dan menggunakan produk perawatan yang lembut.
Kemerahan pada wajah sering kali dianggap sebagai masalah kulit biasa. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa kulit sedang mengalami reaksi tertentu, baik akibat faktor eksternal maupun kondisi medis tertentu.
Biasanya, kemerahan hanya bersifat sementara. Namun pada kondisi tertentu, ini bisa menjadi tanda kulit sensitif atau gangguan kulit yang perlu perhatian khusus.
Melansir dari American Academy of Dermatology (AAD) dan Healthline, wajah memerah terjadi karena pelebaran pembuluh darah di bawah permukaan kulit yang dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari iritasi ringan hingga kondisi medis tertentu.
Berikut Popmama.com merangkum penyebab kulit wajah memerah dan cara mengatasinya agar Mama bisa lebih tepat dalam merawat kulit. Yuk simak berikut ini.
Table of Content
1. Iritasi produk skincare

Salah satu penyebab wajah memerah adalah reaksi iritasi akibat produk perawatan kulit. Kandungan seperti alkohol, parfum sintetis, retinoid dosis tinggi, atau exfoliating acid yang terlalu kuat bisa memicu peradangan ringan pada kulit.
Mengutip dari Healthline, ketika kulit terpapar zat yang dianggap mengganggu, sistem imun akan merespons dengan meningkatkan aliran darah ke area tersebut. Inilah yang membuat wajah terlihat merah, terasa panas, atau sedikit perih.
Karena itu, gunakan skincare dengan label fragrance-free yang diformulasikan untuk kulit sensitif.
2. Paparan sinar matahari

Sinar UV adalah pemicu kemerahan pada wajah. Bahkan paparan singkat tanpa sunscreen bisa menyebabkan peradangan ringan.
Menurut American Academy of Dermatology, paparan sinar matahari memicu pelebaran pembuluh darah sebagai respons alami tubuh terhadap panas. Jika berlebihan, kulit bisa tampak merah dan terasa terbakar.
Selain itu, Mama juga dapat menggunakan sunscreen dengan SPF 30 setiap hari, bahkan saat cuaca mendung. Kemudian untuk kulit yang kemerahan, gunakan sunscreen berbahan mineral seperti zinc oxide biasanya lebih ramah di kulit.
3. Rosacea atau kondisi kulit yang sedang parah

Jika kemerahan muncul berulang, terutama di area pipi dan hidung, bisa jadi itu tanda rosacea. Ini adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan wajah tampak merah terus-menerus.
Melansir dari Mayo Clinic, rosacea terjadi karena gangguan regulasi pembuluh darah di wajah sehingga mudah melebar. Gejalanya bisa disertai sensasi panas, kulit sensitif, hingga muncul benjolan kecil mirip jerawat.
4. Dermatitis

Dermatitis terjadi ketika kulit bereaksi terhadap zat tertentu, seperti sabun, deterjen, makeup, atau bahkan logam pada aksesori.
Kondisi ini bisa menimbulkan kemerahan, ruam, rasa gatal, bahkan kulit mengelupas yang muncul setelah kulit bersentuhan langsung dengan pemicu.
Nah, sebaiknya identifikasi dan hindari zat pemicu dan gunakan pembersih wajah yang lembut serta pelembap untuk membantu memperbaiki skin barrier.
5. Flushing karena makanan atau emosi

Beberapa orang mengalami flushing, yaitu wajah memerah secara tiba-tiba akibat makanan pedas, minuman panas, alkohol, stres, atau emosi tertentu.
Melansir dari Healthline, flushing terjadi karena sistem saraf memicu pelebaran pembuluh darah secara cepat. Pada sebagian orang, efeknya hanya sementara dan akan mereda sendiri.
6. Perubahan suhu mendadak

Perpindahan dari ruangan dingin ke cuaca panas atau mandi dengan air terlalu panas bisa memicu kemerahan.
Melansir dari Harvard Health, perubahan suhu ekstrem membuat pembuluh darah bereaksi cepat untuk menyesuaikan suhu tubuh. Reaksi ini membuat wajah tampak lebih merah dari biasanya.
Karena itu, sebaiknya gunakan air suhu normal saat mencuci wajah dan hindari paparan suhu yang terlalu ekstrem.
7. Kondisi kulit atau efek obat

Dalam beberapa kasus, wajah memerah bisa dipicu oleh kondisi seperti eksim, psoriasis, atau efek samping obat tertentu.
Menurut Mayo Clinic, bahwa beberapa obat dapat menyebabkan peningkatan sensitivitas terhadap sinar matahari atau memicu reaksi flushing. Jika Mama mengalami kemerahan disertai gejala lain seperti gatal hebat, bengkak, atau rasa terbakar yang intens, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter.
Cara Mencegah Kulit Wajah Memerah

Untuk meminimalkan risiko kemerahan, Mama bisa melakukan beberapa langkah berikut:
Tips Merawat Kulit yang Kemerahan

Agar kulit tetap tenang dan sehat, Mama bisa melakukan beberapa langkah berikut:
- Gunakan cleanser: yang lembut dan tidak mengandung alkohol.
- Gunakan pelembap: dengan kandungan ceramide atau niacinamide untuk memperkuat skin barrier.
- Hindari over-exfoliating: untuk mencegah kulit menjadi kering.
- Gunakan sunscreen setiap hari: untuk melindungi wajah dari radikal bebas.
- Kelola stres dan pastikan tidur cukup: untuk menjaga kulit tetap sehat.
- Hindari menggosok wajah terlalu keras.
Inilah 7 penyebab dan cara mencegah serta tips merawat kulit kemerahan yang perlu Mama pahami. Selain itu, dengan mengenali pemicunya sejak awal dan melakukan perawatan yang tepat, kemerahan pada wajah bisa lebih terkontrol dan tidak mudah kambuh.


















