Nadin Amizah menghadirkan atmosfir sedikit horor di album terbarunya. Album itu seolah lebih personal sekaligus emosional. Penyanyi kelahiran 28 Mei 2000 ini mengajak pendengar menyelami berbagai bentuk kehilangan, termasuk luka yang muncul ketika seorang anak tumbuh tanpa kehadiran figur ayah.
Dalam album bertajuk Laika, Yang Ditinggalkan, Nadin tidak hanya bercerita tentang rasa kehilangan, tetapi juga kerinduan terhadap sosok yang seharusnya menjadi tempat pulang. Pengalaman tersebut kemudian dituangkan melalui lirik-lirik yang menggambarkan rasa sepi, marah, hingga keinginan untuk mendapatkan kasih sayang.
Tema tentang hubungan anak dan orangtua pun terasa begitu kuat. Bagi Nadin, luka akibat ketiadaan figur ayah bukan sekadar tentang kehilangan sosok secara fisik, tetapi juga tentang perasaan yang bisa terbawa hingga seseorang tumbuh dewasa.
Berikut Popmama.com rangkum mengenai Nadin Amizah angkat isu hubungan ayah dan anak di album barunya.
