Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Nadin Amizah Angkat Isu Hubungan Ayah dan Anak di Album Baru
Instagram.com/cakecaine
  • Album Laika, Yang Ditinggalkan menghadirkan nuansa horor dan emosional tentang kehilangan, kesepian, serta luka anak yang tumbuh tanpa figur papa.

  • Nadin menyebut sekitar 20 persen album berasal dari pengalaman masa kecilnya tentang perpisahan, sementara sisanya terinspirasi kisah sahabat dan orang-orang di sekitarnya.

  • Lewat lagu "Reservasi Untuk Dua", Nadin menggambarkan amarah anak perempuan yang menyimpan luka, sekaligus menyoroti bobot emosional konsep "durhaka" dalam budaya Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Nadin Amizah menghadirkan atmosfir sedikit horor di album terbarunya. Album itu seolah lebih personal sekaligus emosional. Penyanyi kelahiran 28 Mei 2000 ini mengajak pendengar menyelami berbagai bentuk kehilangan, termasuk luka yang muncul ketika seorang anak tumbuh tanpa kehadiran figur ayah.

Dalam album bertajuk Laika, Yang Ditinggalkan, Nadin tidak hanya bercerita tentang rasa kehilangan, tetapi juga kerinduan terhadap sosok yang seharusnya menjadi tempat pulang. Pengalaman tersebut kemudian dituangkan melalui lirik-lirik yang menggambarkan rasa sepi, marah, hingga keinginan untuk mendapatkan kasih sayang.

Tema tentang hubungan anak dan orangtua pun terasa begitu kuat. Bagi Nadin, luka akibat ketiadaan figur ayah bukan sekadar tentang kehilangan sosok secara fisik, tetapi juga tentang perasaan yang bisa terbawa hingga seseorang tumbuh dewasa.

Berikut Popmama.com rangkum mengenai Nadin Amizah angkat isu hubungan ayah dan anak di album barunya.

1. Album baru Nadin Amizah terinspirasi dari pengalaman masa kecilnya

Instagram.com/cakecaine

Nadin Amizah mengungkap bahwa album barunya memang memiliki bagian yang berasal dari pengalaman masa kecilnya. Namun, ia menegaskan bahwa kisah tersebut tidak dilatarbelakangi oleh kejadian besar atau dramatis.

“Nggak perlu ditanya apa yg terjadi padaku di masa kecil untuk aku bisa menulis ini dan itu, kenyataannya kejadiannya sederhana, perpisahan. Nothing grande, nothing dramatic,” jelas Nadin di unggahan Instagramnya.

Nadin juga mengatakan bahwa hanya sekitar 20 persen bagian album yang menceritakan kisah pribadinya. Sementara itu, sebagian besar cerita lainnya berasal dari pengalaman orang-orang yang ia amati di sekitarnya.

“Bagi yang orang belum tau, dan mungkin nantinya akan aku ceritakan lagi, adalah bahwa album ini hanya 20% bagiannya adalah ceritaku,” pungkasnya.

2. Nadin mengangkat kisah luka dari orang-orang di sekitarnya

Instagram.com/cakecaine

Nadin dikenal sebagai sosok yang gemar mengamati berbagai hal di sekitarnya. Kebiasaan tersebut turut memengaruhi proses kreatif dalam album terbarunya. Ia mengungkap bahwa banyak cerita dalam album berasal dari pengalaman sahabat-sahabatnya, termasuk kisah tentang hubungan mereka dengan sang Papa.

Nadin kemudian menceritakan sejumlah kisah yang ia amati, mulai dari ayah sahabatnya hingga seorang sahabat yang harus berkali-kali menunda mimpinya karena kondisi sang Papa.

“Sisanya adalah tentang ayahnya sahabatku, ayahnya sahabatku yang satu lagi, tentang mimpi sahabatku yang harus tertunda berkali-kali karena ayahnya tak punya tulang belakang,” tulis Nadin.

3. Tentang orang-orang yang tidak mendapatkan cinta dari sosok yang mereka harapkan

Instagram.com/cakecaine

Lewat album ini, Nadin tidak hanya membicarakan hubungan antara anak dan ayah, tetapi juga rasa kehilangan serta kesepian yang dialami seseorang ketika tidak mendapatkan kasih sayang dari sosok yang paling diharapkan.

Ia menyinggung berbagai kisah, termasuk Laika, seorang pemulung atau seseorang yang jasadnya ditemukan setelah banjir besar Jakarta 2020, hingga orang-orang yang tidak mendapatkan perhatian dari orang yang mereka harapkan cintanya.

“Tentang orang-orang yang tak dianggap oleh orang yang PALING IA HARAPKAN CINTANYA,” jelasnya.

Bagi Nadin, seluruh kisah tersebut memiliki satu benang merah. Ia menggambarkannya sebagai pengalaman manusia yang sama-sama berhadapan dengan kesepian.

“20 persennya tentangku, sisanya, ini hanya sebuah benang merah yang mengikat leher kita bersama sebagai manusia. dalam kesepian yang mematikan,” pungkas Nadin.

4. Nadin jelaskan makna kata “durhaka” di lagu “Reservasi Untuk Dua”

Instagram.com/cakecaine

Salah satu lagu yang menjadi sorotan dalam album Laika, Yang Ditinggalkan adalah “Reservasi Untuk Dua”. Di akun Threads-nya, Nadin mengungkap bahwa proses pembuatan lagu ini memiliki cerita tersendiri, terutama ketika ia harus menjelaskan makna kata “durhaka” kepada Jay, produser lagu yang bukan berasal dari Indonesia.

Menurut Nadin, kata “durhaka” memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar tidak mematuhi orangtua. Ia pun menyadari bahwa ketakutan yang ditanamkan kepada anak mengenai durhaka mungkin berkaitan erat dengan budaya.

“Lumayan susah men-translate ‘durhaka’ dengan berat yang sama ke dalam bahasa Inggris,” jelasnya.

Nadin kemudian menjelaskan bahwa terjemahan langsung kata tersebut adalah disobedient. Namun, menurutnya, makna “durhaka” yang dipahami masyarakat Indonesia, khususnya umat Muslim, memiliki bobot emosional yang lebih menyeramkan.

“Kita orang Indonesia dan spesifikasinya muslim, tau bahwa durhaka itu jauh lebih menyeramkan dari hanya sekadar ‘tidak patuh’,” tulis Nadin.

Ia pun mempertanyakan apakah rasa takut yang ditanamkan kepada anak-anak mengenai konsep durhaka sebenarnya lebih banyak dipengaruhi oleh faktor budaya.

5. “Reservasi Untuk Dua” menggambarkan amarah anak yang menyembunyikan luka

Instagram.com/cakecaine

Selain makna kata “durhaka”, Nadin juga menjelaskan emosi yang ingin ia hadirkan melalui lagu “Reservasi Untuk Dua”. Menurutnya, kemarahan dalam lagu tersebut bukan sekadar luapan emosi, tetapi memiliki luka yang lebih dalam di baliknya.

Nadin menggambarkan sosok anak perempuan yang terluka dan berusaha menyembunyikan rasa sakitnya melalui kemarahan. Untuk mewujudkan suasana tersebut, ia merasa karakter musik Jay yang macabre, eerie, dan horor sangat dibutuhkan dalam produksi lagu.

Nadin juga menjelaskan secara lebih spesifik emosi yang ingin disampaikan lewat lagu tersebut. Ia ingin pendengar dapat merasakan bahwa kemarahan yang terdengar sebenarnya menyimpan kesedihan.

“Di balik marah ini, ada seorang anak perempuan yang terluka,” pungkas Nadin.

Ia kemudian menggambarkan pesan emosional lagu tersebut sebagai: marah yang berusaha menyembunyikan pedih di belakangnya. Menurut Nadin, Jay berhasil menerjemahkan emosi tersebut ke dalam musik “Reservasi Untuk Dua”.

“Aku rasa Jay berhasil mutlak dalam pesan itu,” jelasnya.

Itulah tadi informasi mengenai Nadin Amizah angkat trauma hubungan ayah dan anak di album barunya Laika, Yang Ditinggalkan. Kumpulan lagu-lagu di album banyak yang emosional, ternyata memang di-capture Nadin dari kisahnya hingga orang-orang terdekatnya langsung.

Curated For You

Editorial Team

Related Article