8 Cara Mengatasi Pasangan yang Egois, Jangan Pakai Emosi

Lelah dengan pasangan yang egois? 8 cara ini bisa dilakukan untuk mengatasinya!

28 Mei 2022

8 Cara Mengatasi Pasangan Egois, Jangan Pakai Emosi
Freepik/gpointstudio

Ketika menjalin hubungan dengan pasangan, tentu Mama akan dihadapi dengan berbagai perbedaan. Salah satunya adalah perbedaan sifat.

Terkadang, sifat yang berbeda atau bertolak belakang bisa menjadi masalah dalam hubungan. Apalagi bila sifat tersebut merupakan sifat negatif.

Sifat egois menjadi salah satu sifat yang mampu merusak jalinan asmara. Hal ini karena pasangan yang egois cenderung hanya peduli pada diri sendiri.

Bila Mama memiliki pasangan egois, rangkuman Popmama.com mengenai cara mengatasi pasangan yang egois ini mungkin bisa membantu Mama.

Penasaran kan Ma? Yuk ketahui caranya pada postingan di bawah ini!

1. Pahami penyebab sifatnya

1. Pahami penyebab sifatnya
Freepik/gpointstudio

Sifat bukan sesuatu yang dibawa secara naluriah, namun dapat terbentuk oleh lingkungan dan pengalaman di masa lalu.

Maka dari itu, mungkin sebaiknya Mama mencari tahu terlebih dahulu penyebab pasangan menjadi egois. Mungkin saja dulu pada hubungan yang lalu, dia selalu dipaksa mengalah.

Dengan mengetahui akar perilaku dan penyebabnya, Mama bisa menentukan cara yang lebih tepat untuk menanganinya.

2. Komunikasikan dengan pasangan

2. Komunikasikan pasangan
Freepik/gpointstudio

Ketika pasangan sedang menunjukkan sifat egois, Mama sebaiknya jangan mengeluh atau mengatai dirinya egois. Hal ini bukan membuatnya sadar, justru akan memicu pertengkaran.

Cara terbaik yang bisa dilakukan adalah membicarakannya dengan pasangan. Mama bisa menjelaskan mengapa Mama merasa keberatan dengan hal tersebut.

Bila pasangan sedang menunjukkan sifat egois dan memaksa mama mengikuti keinginannya, Mama bisa memberikan pilihan alternatif lainnya yang bisa menjadi jalan tengah dari keinginan dia dan Mama.

3. Jelaskan manfaat dari berubah

3. Jelaskan manfaat dari berubah
Freepik/karlyukav

Pasangan yang egois cenderung memiliki sifat narsistik. Dia menganggap dirinya sosok yang paling benar, sehingga dia tidak akan merasa dirinya bersalah.

Maka dari itu, meminta mereka untuk mengubah sifat egoisnya secara terang-terangan tidak akan berhasil. Sebaiknya Mama menjelaskan manfaat yang akan didapat bila berubah.

Misalnya Mama menekankan bahwa perubahannya akan membuat Mama lebih menyayanginya. Dengan begitu, dia akan termotivasi untuk mencapai manfaat bagi dirinya.

Editors' Picks

4. Tentukan batas toleransi dirimu

4. Tentukan batas toleransi dirimu
Freepik/cookie_studio

Karena rasa cinta, seringkali sifat egois pada pasangan bisa ditolerir. Meski begitu, Mama perlu menetapkan batas toleransi pada keegoisannya.

Kelompokkan terlebih dahulu mengenai hal-hal egois yang sering dilakukan pasangan. Lalu, tentukan mana yang masih bisa diabaikan dan mana yang tidak bisa.

Hal ini sangat penting untuk mengetahui apakah tingkat keegoisan dia masih bisa Mama tolerir dalam hubungan atau sebaliknya.

5. Pikirkan kebahagiaan dirimu

5. Pikirkan kebahagiaan dirimu
Freepik/freepik

Berusaha mempertahankan hubungan dengan pasangan egois tentu melelahkan. Tanpa disadari, hal itu membuat Mama mulai mengabaikan diri sendiri.

Mama terlalu memperhatikan keinginannya hingga tidak lagi berusaha memenuhi keinginan pribadi. Hal ini bisa berdampak buruk lho, Ma.

Maka dari itu, Mama harus mulai meluangkan waktu untuk memikirkan mengenai keinginan dan kebahagiaan diri sendiri.

6. Fokus pada diri sendiri

6. Fokus diri sendiri
Freepik/freepik

Pasangan yang egois akan membuat Mama selalu menuruti keinginannya, tanpa mengetahui apa yang Mama inginkan.

Mungkin sekali-kali Mama harus memprioritaskan keinginan Mama. Ibaratnya, kini Mama meniru dirinya dengan bersikap egois dihadapannya.

Meski akan membuat dia kesal, setidaknya ada harapan bahwa dia akan menafsirkan perasaan kesalnya dan menyadari bahwa menghadapi pasangan egois menyebalkan.

7. Rehat sejenak dari hubungan

7. Rehat sejenak dari hubungan
Freepik/tawatchai07

Ketika batas kesabaran dengan pasangan mulai habis, mungkin yang Mama butuhkan adalah rehat sejenak dari hubungan.

Menghadapi orang terutama pasangan egois tentu menguras energi. Tidak ada salahnya menjadi sedikit egois dan melakukan hal-hal yang bisa “menyembuhkan” diri sendiri lho, Ma.

Pergi liburan sendiri atau bersama teman bisa menyembuhkan rasa penat yang Mama alami. Mungkin, hanya mungkin, pasangan Mama juga akan menyadari kesalahannya.

8. Tentukan apakah ingin melanjutkan hubungan

8. Tentukan apakah ingin melanjutkan hubungan
Freepik/freepik

Bila berbagai cara telah Mama lakukan untuk menyadarkan sifat egois yang dimiliki pasangan masih gagal untuk membuatnya berubah, mungkin ini waktunya Mama untuk berpikir kembali.

Apakah hubungan ini perlu Mama dilanjutkan? Apakah Mama masih ingin bertahan dengan pasangan yang egois dan enggan berubah?

Tentu hal ini bukanlah keputusan yang mudah. Pastikan bahwa keputusan yang Mama ambil nantinya telah mempertimbangkan kebaikan dan kebahagiaan bagi Mama.

Itulah deretan cara mengatasi pasangan yang egois. Semoga informasi ini dapat membantu ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk