"Awalnya itu IDN kerja sama Dept untuk konsernya dia di Indonesia dan akhirnya kita ke backstage, terus Dept kasih kesempatan untuk ngobrol. Kayak sekitar 15 menit, dan ya, habis itu kayak kita terus berkomunikasi, dan terjadilah ‘Chocolate’," ungkap Naufa mewakili teman-temannya.
PAPION Rilis Lagu ‘Chocolate’, Bukti Cinta Tak Selamanya Manis

Global girl group PAPION baru saja merilis single terbaru mereka yang berjudul 'Chocolate' berkolaborasi dengan musisi asal Korea Selatan, Dept.
Dirilis bertepatan dengan momen Valentine, lagu ini mengusung tema anti-mainstream yang menyoroti sisi manis sekaligus pahit (bittersweet) dari sebuah hubungan.
Melalui lagu ini, para member PAPION ingin menyampaikan pesan bahwa rasa pahit dan kesalahan dalam cinta justru dibutuhkan agar pasangan bisa saling mengerti dan tumbuh dewasa.
Grup idola anak muda yang tengah naik daun, PAPION, kembali menyapa penggemarnya di awal tahun 2026 ini lewat karya terbaru. Girl group yang beranggotakan Angel, Naufa, Farah, Naia, dan Ponn ini baru saja meluncurkan single berjudul ‘Chocolate’.
Karya terbaru ini menjadi langkah strategis mereka untuk memperluas jangkauan musik secara global. Melalui wawancara eksklusif dengan para member PAPION di IDN HQ pada Rabu (11/3/2026), berikut Popmama.com telah merangkum cerita di balik rilisnya single ‘Chocolate’.
Yuk, disimak!
1. Kolaborasi yang berawal dari panggung konser

Lagu ‘Chocolate’ terasa sangat spesial karena merupakan hasil kolaborasi lintas negara antara PAPION dengan musisi populer Korea Selatan, Dept. Usut punya usut, kerja sama ini ternyata berawal dari pertemuan tak terduga saat sang musisi menggelar konser di Indonesia.
Meski obrolan di belakang panggung itu berlangsung sangat singkat, energi positif dari Dept sukses membangun chemistry yang baik dengan para member. Dari sapaan singkat tersebut, mereka akhirnya sepakat melahirkan karya musik bernuansa santai yang sangat nyaman untuk didengarkan.
2. Valentine tidak melulu soal manisnya cinta

Perilisan single ‘Chocolate’ sengaja dilakukan berdekatan dengan momen perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine. Namun, alih-alih menyajikan lagu romantis yang biasa, PAPION justru ingin mengambil sudut pandang yang berbeda dari makna cokelat itu sendiri.
"Semua cokelat itu romantik. Ada beberapa yang seperti bittersweet. Orang merayakan Valentine belum tentu selalu happy-happy romantik dengan teman mereka, mereka ingin menjadi anti-mainstream," lanjut Naufa.
Lagu ini hadir untuk merangkul dan menemani mereka yang mungkin tidak sedang berada di fase romantis. PAPION ingin menyuarakan bahwa sah-sah saja jika Hari Valentine tidak selalu dihabiskan dengan kebahagiaan yang manis bersama pasangan.
3. Rasa pahit yang mendewasakan hubungan

Karakteristik bittersweet dari cokelat dalam lagu ini merupakan metafora yang menggambarkan realita cinta yang tak melulu indah. Para member PAPION menyadari bahwa dinamika sebuah hubungan pasti membutuhkan rasa pahit agar bisa bertahan lama dan bermakna.
"Cinta tidak selamanya manis. Mungkin kita harus bisa merasakan pahit. Biar kita bisa saling mengerti sesama lain. Pasti orang-orang melakukan kesalahan. Kita belajar dari itu," jelas Naufa.
Menurut mereka, kesalahan dan rintangan yang menyakitkan justru merupakan proses krusial bagi pasangan untuk saling belajar. Lewat rasa pahit tersebut, sebuah hubungan bisa tumbuh menjadi jauh lebih kuat, saling menghargai, dan mendewasakan satu sama lain.
Itulah rangkuman dari cerita di balik rilisnya single ‘Chocolate’.
FAQ PAPION
| Di mana lokasi showcase perdana PAPION diadakan? | Showcase perdana grup ini diselenggarakan di Jakarta pada Februari 2026. Acara tersebut diadakan untuk merayakan perilisan single kolaborasi terbaru mereka. |
| Siapa sosok di balik latihan koreografi debut PAPION? | Para anggota PAPION sempat menjalani sesi latihan koreografi bersama Park Jihyo, anggota grup TWICE. Pengalaman ini membantu mereka mempersiapkan standar performa global. |
| Apa pesan utama yang ingin disampaikan lewat lagu debut mereka? | Melalui single ‘Push the Button', PAPION mengajak pendengar untuk berani melangkah dan tumbuh bersama. Lagu ini juga menjadi simbol ekspresi diri bagi kaum perempuan. |


















