7 Cara Menghindari Perdebatan dengan Pasangan

Perdebatan tak jarang menyebabkan konflik dalam hubungan semakin besar

10 Mei 2022

7 Cara Menghindari Perdebatan Pasangan
Unsplash/Alexiby

Perdebatan dengan pasangan mungkin menjadi situasi yang wajar. Perdebatan terjadi ketika dua belah pihak saling mengutarakan pendapat sendiri dan mempertahankan argumennya. 

Perdebatan bisa membantu memahami karakter dan kepribadian pasangan sekaligus menemukan solusi dari konflik yang terjadi dalam hubungan. Namun, perdebatan tak jarang menyebabkan konflik dalam hubungan semakin besar. Itulah sebabnya, jangan sampai perdebatan dijadikan kebiasaan untuk menyelesaikan konflik. 

Mama dan pasangan sebaiknya menghindari perdebatan ketika mencari solusi yang tepat. Menghindari perdebatan bisa membuat hubungan lebih harmonis dan langgeng. 

Bagi masih bingung cara menghindari perdebatan, kali ini Popmama.com telah merangkum beberapa caranya yang dilansir dari beberapa sumber. Simak informasi selengkapnya di bawah ini ya, Ma!

1. Memahami karakter diri sendiri dan pasangan

1. Memahami karakter diri sendiri pasangan
Unsplash/Hannaholinger

Langkah pertama yang perlu dilakukan, yakni mengenal karakter diri sendiri dan pasangan terlebih dahulu. Mama perlu mengetahui apa yang membuat Mama gampang terpancing emosi, sehingga suka berdebat dengan pasangan. 

Begitu juga sebaliknya, Mama juga harus memahami kepribadian pasangan dan topik-topik yang sering diperdebatkan.

Dengan memahami karakter masing-masing, Mama bisa menghindari topik-topik pembicaraan yang memicu perdebatan. Selain itu, Mama pun belajar menghadapi pasangan ketika mendiskusikan sesuatu. 

2. Hindari membicarakan topik sensitif ketika lagi galau

2. Hindari membicarakan topik sensitif ketika lagi galau
Unsplash/Courtneyrclayton

Setelah mengenal kepribadian diri sendiri, Mama juga perlu mengetahui kapan suasana hati senang dan galau. Selanjutnya, hindari membicarakan topik-topik sensitif yang bisa memicu perdebatan ketika suasana hati sedang tidak baik. 

Mama sebaiknya menghindari komunikasi dengan pasangan terlebih dahulu sampai suasana hati membaik. Jangan sampai suasana hati justru memengaruhi keharmonisan hubungan dengan pasangan. 

Editors' Picks

3. Jangan berdiskusi saat situasinya sedang sama-sama lelah

3. Jangan berdiskusi saat situasi sedang sama-sama lelah
Unsplash/Septdoigt

Sama seperti sebelumnya, Mama sebaiknya menghindari diskusi dengan pasangan ketika sama-sama lelah. Kondisi lelah ini bisa memengaruhi suasana hati yang sedang baik menjadi tidak baik. 

Apabila Mama terus memaksa pasangan untuk berdiskusi saat sedang lelah, maka tidak menutup kemungkinan diskusi tersebut berujung perdebatan. Diskusi saat kondisi lelah tidak akan menghasilkan solusi terbaik, melainkan hanya perdebatan dan adu argumen masing-masing. 

4. Jangan mudah terhasut orang lain

4. Jangan mudah terhasut orang lain
Unsplash/Jakobowens1

Perdebatan sering sekali terjadi karena argumen mama dipengaruhi oleh omongan orang lain.

Mama sebaiknya menyaring informasi yang diperoleh tentang perilaku pasangan di luar sana. Jangan sampai omongan orang lain memengaruhi suasana hati mama. 

Selain itu, omongan orang lain bisa membuat kepercayaan terhadap pasangan menurun. Cobalah untuk menanyakan sesuatu dengan baik-baik meskipun Mama sedang menyimpan kecurigaan.

Dengarkan penjelasan pasangan secara seksama, sehingga Mama bisa menentukan mana omongan yang benar dan salah. 

5. Jangan berasumsi soal perasaan pasangan

5. Jangan berasumsi soal perasaan pasangan
Unsplash/Fwed

Perdebatan umumnya disebabkan asumsi berlebihan tentang isi pikiran maupun perasaan pasangan. Itulah sebabnya, Mama perlu menghindari kebiasaan tersebut. 

Jangan mudah menarik simpulan dari suatu hal tanpa mengonfirmasi terlebih dahulu. Cobalah untuk menanyakan langsung pendapat pasangan tentang suatu hal. Jangan sampai terjadi perdebatan hanya berdasarkan asumsi belaka. 

6. Belajar mengakui kesalahan

6. Belajar mengakui kesalahan
Unsplash/Heftiba

Perdebatan terjadi apabila kedua belah pihak saling bertahan dengan argumennya sendiri. Mereka tidak ingin pasangannya mengubah argumen atau pendapatnya.

Cobalah untuk belajar mengakui kesalahan ketika berselisih paham dengan pasangan. Ketika Mama salah, cobalah untuk mengakui kesalahan tersebut tanpa perlu mengeluarkan argumen pembelaan.

Begitu juga sebaliknya, ketika pasangan salah, cobalah untuk melontarkan argumen-argumen yang membuat pasangan mengakui kesalahannya. 

7. Hindari kata-kata kasar

7. Hindari kata-kata kasar
Unsplash/Brookeowinters

Diskusi sehat bisa berubah menjadi perdebatan sengit, apalagi jika salah satu pihak melontarkan kata-kata kasar. Pasalnya, kata-kata kasar bisa merubah suasana hati seseorang secara cepat dan melukai hati satu sama lain. 

Itulah sebabnya, Mama dan pasangan sebaiknya melontarkan kata-kata yang sopan ketika berdiskusi. Lontarkan pendapat secara hati-hati, sehingga tidak menyakiti hati pasangan. 

Itulah beberapa cara menghindari perdebatan, baik perdebatan sepele maupun sengit dengan pasangan. Berselisih paham dengan pasangan memang hal biasa.

Namun, kesalahpahaman yang diselesaikan dengan perdebatan bisa membuat hubungan renggang dan memicu konflik yang lebih besar. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk