Kisah Haru Mommy ASF saat Anak Kelimanya Meninggal Dunia

Mommy ASF sempat mengalami ruptur uteri dan pendarahan

22 Januari 2022

Kisah Haru Mommy ASF saat Anak Kelima Meninggal Dunia
Youtube.com/The Sungkars

Penulis novel Layangan Putus, Eca Prasetya atau dikenal sebagai Mommy ASF, tidak bisa menyembunykan kesedihannya saat bercerita tentang peristiwa di mana saat ia kehilangan anak bungsunya.

Anak kelima Eca Prasetya dinyatakan meninggal dunia ketika akan dilahirkan. Hal tersebut terungkap dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube The Sungkars.

"Kalau ngomongin masalah anak memang emosional aja sih. Cuma kayak aku mungkin lebih ngerasa bersalah sama nomor lima, karena sebelumnya anak ke satu, dua, tiga, empat itu penuh dinantikan, dirawat, disayang,” ucap Eca Prasetya sambil mengusap air mata.

Perempuan yang berprofesi sebagai seorang dokter hewan ini merasa bersalah karena memperlakukan anak kelimanya secara berbeda, apalagi kala itu dia juga menyibukkan diri dengan bekerja.

Berikut Popmama.com telah menyiapkan ulasan terkait kisah Mommy ASF saat anak kelimanya meninggal dunia.

1. Anak kelima Mommy ASF meninggal saat dilahirkan

1. Anak kelima Mommy ASF meninggal saat dilahirkan
Youtube.com/The Sungkars

Tangis Eca Prasetya pecah saat Shireen Sungkar bertanya soal anak kelimanya. Anak bungsunya dinyatakan dokter meninggal dunia ketika akan dilahirkan. Hal tersebut membuatnya merasa bersalah karena ketika hamil ia justru sibuk bekerja dan datang ke dokter saat ada waktu saja.

“Saat hamil yang nomor lima itu, aku sibuk kerja. Terus ke dokter sebisanya aku doang, jadi merasa bersalah. Pas kehilangan juga lebih menyalahkan diri sendiri 'kok bisa aku takabur banget ya?'” katanya.

Editors' Picks

2. Mommy ASF berpikir proses kelahiran anak kelimanya akan dilakukan secara normal

2. Mommy ASF berpikir proses kelahiran anak kelima akan dilakukan secara normal
Instagram.com/ecaprasetya

Eca bercerita jika selama ini kebanyakan proses melahirkan anak-anaknya dilakukan secara normal. Ini membuatnya yakin jika proses persalinan anak kelimanya akan berlangsung normal pula, seperti yang dikatakan dokter.

“Jadi kan yang pertama memang caesar, yang (anak) kedua jarak 19 bulan itu normal, tiga sama empat juga normal. Yang kelima itu dokter bilang normal karena memang sudah pernah lahiran normal nggak mau caesar,” kata Eca Prasetya.

Saat periksa ke dokter mendekati tanggal kelahiran, Eca merasa belum ada kontraksi. Ia sampai berjalan-jalan mengelilingi mal dengan pemikiran agar mempermudah proses melahirkan.

3. Mengalami ruptur rahim dan pendarahan hingga hilang kesadaran

3. Mengalami ruptur rahim pendarahan hingga hilang kesadaran
Youtube.com/The Sungkars

Sampai suatu ketika di rumah usai berjalan-jalan di mal, tiba-tiba saja air ketuban Eca pecah dan membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit. Semuanya terlihat normal seperti proses melahirkan pada umumnya. Namun, pada pembukaan ke 10 dia mengalami ruptur uteri.

“Normal seperti biasa pembukaan kayak biasa sampai pada akhirnya pembukaan 10 itu sudah mules banget jadi pas waktu mengejan terasa sih bayinya turun terus ada bunyi gledek gitu ternyata mungkin itu ruptur, rahimnya ruptur, terus pendarahan dan hilang kesadaran terus muntah-muntah,” ungkapnya.

Dilansir dari laman WebMD, ruptur uteri terjadi ketika dinding rahim pecah karena tekanan yang disebabkan oleh kehamilan. Kondisi ini paling sering terjadi pada ibu hamil yang pernah melahirkan bayi melalui operasi caesar. Saat menjalani operasi caesar, dokter akan memotong rahim untuk melahirkan bayi. Ruptur uteri kemungkinan besar terjadi di sepanjang garis bekas luka persalinan caesar sebelumnya.

Setelah momen itu, Eca diarahkan untuk melakukan persalinan secara caesar. Tetapi saat itu juga, ternyata bayinya tidak bisa diselamatkan.

4. Mengambil sisi positif dari kejadian yang dialami

4. Mengambil sisi positif dari kejadian dialami
Youtube.com/The Sungkars

Di tengah rasa sedih dan bersalah atas kehilangan anak bungsunya, Eca berusaha menguatkan diri dengan mengambil sisi positif dari kejadian tersebut. Ia menyebut pasti ada hikmah dibalik kejadian yang ada.

“Buat menghibur dirinya itu aku berpikir ‘oh mungkin dengan kondisi kayak gini aku belum dipercaya sama Allah untuk adanya bayi ini’. Sudah ada kakak-kakaknya yang aku harus fokusin dulu. Jadi insya Allah dia nunggu di surga aja. Ya seperti itu sih lebih ke sana buat ngebesarin hati aja,” tambahnya.

Jadi itu dia kisah haru Mommy ASF saat anak kelimanya dinyatakan meninggal dunia. Meski sempat merasa kehilangan, kini Mommy ASF sudah belajar mengikhlaskan dan kembali fokus membesarkan anak-anaknya yang masih kecil.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk