Waspada, Usia Pernikahan Ini Rentan Terjadi Perselingkuhan

Kira-kira di usia pernikahan berapa ya hubungan pasangan suami istri rentan terhadap perselingkuhan?

26 Juli 2021

Waspada, Usia Pernikahan Ini Rentan Terjadi Perselingkuhan
Freepik/pressfoto

Tidak ada pasangan yang memulai hubungan mereka dengan niatan untuk berselingkuh. Namun faktanya, sebuah studi yang dipublish dari laman PsychCentral membuktikan ternyata peluang perselingkuhan meningkat sebanyak 25 persen saat kedua orang menjalin hubungan spesial.

Bahkan saat memasuki fase pernikahan, riset dari Journal of Research in Personality juga mengklaim bahwa persentase mengenai pasangan berniat untuk berselingkuh meningkat hingga 60 persen. Usia pernikahan yang cukup lama pun bisa seketika hancur dengan hadirnya orang ketiga.

Untuk memahami persepsi ini, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa penelitian yang membahas informasi soal perselingkuhan dalam rumah tangga.

1. Laki-laki lebih sering berselingkuh ketimbang perempuan

1. Laki-laki lebih sering berselingkuh ketimbang perempuan
Freepik/shurkin_son

Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan majalah AARP menemukan bahwa 46 persen laki-laki mengaku pernah berselingkuh dibanding perempuan yang persentasenya hanya 21 persen.

Pernyataan ini juga didukung oleh laporan dari Institute for Family Studies. Laporan tersebut mengklaim bahwa jumlah laki-laki yang berselingkuh selama pernikahan dua kali lebih banyak dibanding perempuan.

Menariknya, ternyata bukan laki-laki muda yang lebih sering melakukan selingkuh dalam rumah tangga. Tingkat perselingkuhan tertinggi ternyata dipegang oleh laki-laki dengan usia rata-rata 70 tahun.

Hasil data juga menunjukkan bahwa semakin bertambahkan usia laki-laki, maka jumlah persentase untuk berselingkuh juga turut meningkat.

Editors' Picks

2. Usia pernikahan yang rentan terkena perselingkuhan

2. Usia pernikahan rentan terkena perselingkuhan
Freepik/wayhomestudio

Studi yang diterbitkan dalam The Journal of Sex Research menemukan bahwa perempuan lebih rentan untuk berselingkuh saat pernikahan memasuki usia antara enam sampai 10 tahun. Berbeda dengan laki-laki yang kemungkinan besar untuk selingkuh di usia pernikahan di atas 11 tahun.

Temuan ini diambil berdasarkan data yang dikumpulkan dari 423 peserta survei. Para peserta diminta untuk memberi peringkat sesuai dengan kepentingan, 29 alasan untuk menolak perselingkuhan, lalu menuliskan alasan mereka akan berselingkuh jika ada sebuah kesempatan.

Keputusan untuk tidak berselingkuh lebih didorong oleh faktor internal daripada eksternal, seperti takut sendirian. Selain itu, terkait keharusan untuk mematuhi standar moral di masyarakat ternyata lebih berpengaruh dalam menjauhkan seseorang dari berselingkuh.

Hal tersebut bisa dibandingkan mengenai kekhawatiran mereka tentang bagaimana perselingkuhan akan berdampak kepada anak-anak atau pasangan.

3. Faktor yang berperan besar dalam terjadinya perselingkuhan

3. Faktor berperan besar dalam terjadi perselingkuhan
Freepik/yanalya

Online Doctor Superdrug telah melakukan survei kepada lebih dari 2000 orang Eropa dan Amerika. Penyebab utama para laki-laki selingkuh, yakni dikarenakan menemukan perempuan lain lebih menarik dibanding istrinya.

Sedangkan bagi para perempuan, alasan paling umum untuk selingkuh karena tidak mendapatkan perhatian yang diinginkan dari suaminya.

Alasan inilah yang mendasari kaum perempuan cenderung berselingkuh dengan seseorang yang selalu ada dan memberi perhatian lebih kepada mereka.

4. Awal mula pasangan bertemu dengan selingkuhannya

4. Awal mula pasangan bertemu selingkuhannya
Freepik/wayhomestudio

Berdasarkan data penelitian, laki-laki dan perempuan kebanyakan bertemu dengan selingkuhan mereka berawal dari teman atau bertemu di tempat kerja. Serta tak jarang sebagian laki-laki juga lebih tertarik mencari selingkuhan lewat aplikasi atau website kencan online.

Walaupun penelitian yang ada tidak bisa dibilang 100 persen akurat, tapi temuan ini bisa menjadi pengingat untuk Mama bahwa perselingkuhan bisa terjadi kapan dan di mana saja.

Semoga informasi ini bisa menjadi pengetahuan baru ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.