6 Sunnah Rasulullah SAW dalam Berumah Tangga agar Harmonis

Rasulullah SAW mencontohkan kasih sayang kepada istri melalui sentuhan lembut, panggilan mesra, serta kebersamaan dalam aktivitas sederhana seperti makan, minum, berjalan, dan berbincang.
Dalam rumah tangga, Rasulullah SAW membantu pekerjaan keluarga serta mendampingi anggota keluarga yang sakit dengan perhatian, doa, dan dukungan.
Rasulullah SAW tetap memperlakukan istri dengan hangat saat haid, menganjurkan pemberian hadiah, dan melibatkan istri dalam rencana perjalanan serta kegiatan bersama.
Pernikahan bukan sekadar tentang tinggal dalam satu atap dan berbagi tanggung jawab. Hubungan ini juga menjadi perjalanan panjang bagi pasangan suami istri untuk saling mencintai, memahami, dan mendukung satu sama lain.
Dalam Islam, pasangan hidup merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT yang dihadirkan agar manusia memperoleh ketenteraman, cinta, dan kasih sayang, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ar-Rum ayat 21.
Rasulullah SAW juga menjadi teladan dalam membangun rumah tangga yang harmonis, termasuk melalui sabdanya bahwa orang terbaik adalah mereka yang paling baik terhadap keluarganya (HR. Tirmidzi no. 3895).
Mulai dari menunjukkan kasih sayang hingga membantu pekerjaan rumah, ada banyak teladan Rasulullah SAW yang dapat diterapkan dalam kehidupan pernikahan. Kebiasaan tersebut dapat menjadi pengingat bagi pasangan untuk terus menjaga kedekatan dan saling menghargai dalam berbagai keadaan.
Berikut Popmama.com rangkum enam sunnah Rasulullah SAW dalam berumah tangga yang dapat menjadi inspirasi bagi pasangan suami istri.
Table of Content
Deretan Sunnah Rasulullah SAW dalam Berumah Tangga agar Harmonis
1. Menunjukkan kasih sayang lewat sentuhan dan kata-kata mesra

Pixabay/u_0ksf6q2h67 Rasulullah SAW mencontohkan berbagai bentuk kemesraan kepada istri. Aisyah RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah mencium salah seorang istrinya sebelum berangkat salat tanpa berwudu kembali, sebagaimana diriwayatkan dalam sejumlah kitab hadis, termasuk HR. Abu Daud no. 179.
Dalam riwayat lain, Aisyah RA menuturkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersandar di pangkuannya sambil membaca Al-Qur’an (HR. Bukhari no. 297 dan Muslim no. 301).
Rasulullah SAW juga memanggil Aisyah RA dengan sebutan mesra “Ya Aisy”, sebagaimana diriwayatkan dalam HR. Bukhari no. 3768. Teladan ini mengingatkan bahwa kasih sayang dapat ditunjukkan melalui sentuhan lembut dan panggilan penuh perhatian, sehingga pasangan merasa dicintai dan dihargai.
2. Meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas bersama

Pexels/Pavel Danilyuk Rasulullah SAW mencontohkan kebersamaan dengan istri melalui aktivitas sehari-hari. Aisyah RA menceritakan bahwa dirinya dan Rasulullah SAW pernah mandi menggunakan air dari satu bejana (HR. Bukhari no. 250). Dalam riwayat lain, Aisyah RA juga menceritakan kebersamaan mereka saat makan dan minum dari wadah yang sama (HR. Muslim no. 300).
Rasulullah SAW juga biasa berjalan bersama Aisyah RA pada malam hari sambil berbincang, sebagaimana diriwayatkan dalam HR. Muslim no. 2445. Selain itu, beliau mengajarkan bahwa nafkah yang diberikan kepada keluarga dengan niat karena Allah SWT dapat bernilai pahala, termasuk suapan makanan yang diberikan kepada istri (HR. Bukhari no. 56).
Aktivitas sederhana tersebut mengingatkan pasangan untuk menyediakan waktu berkualitas dan menjaga kedekatan di tengah kesibukan.
3. Saling membantu dalam pekerjaan rumah

Pexels/Tubagus Alief Leo Ketika Al-Aswad bin Yazid bertanya kepada Aisyah RA tentang kegiatan Rasulullah SAW di rumah, Aisyah menjawab bahwa beliau biasa membantu pekerjaan keluarganya. Ketika waktu salat tiba, beliau pun keluar untuk menunaikannya, sebagaimana diriwayatkan dalam HR. Bukhari no. 676.
Teladan ini menunjukkan bahwa kehidupan rumah tangga dapat dijalani dengan kerja sama dan kepedulian terhadap kebutuhan pasangan. Suami yang ikut mengerjakan pekerjaan rumah dapat membantu meringankan beban istri, sekaligus menunjukkan kepada anak-anak pentingnya berbagi tanggung jawab dan menghargai setiap anggota keluarga.
4. Mendampingi istri saat sakit atau membutuhkan dukungan

Paxels/Soulkid Photography Perhatian Rasulullah SAW kepada keluarga juga terlihat ketika ada anggota keluarga yang sedang sakit. Aisyah RA meriwayatkan bahwa beliau mengusap bagian yang sakit dengan tangan kanan sambil memohon kesembuhan kepada Allah SWT (HR. Bukhari no. 5743).
Doa tersebut berisi permohonan agar penyakit dihilangkan dan kesembuhan diberikan (HR. Bukhari no. 5742 dan Muslim no. 2191).
Teladan ini mengingatkan bahwa mendampingi pasangan saat sakit merupakan bentuk kepedulian yang berarti dalam pernikahan. Suami dapat memberikan perhatian melalui bantuan praktis, doa, maupun kesediaan untuk mendengarkan, sehingga istri merasa didukung dan tidak menghadapi kesulitannya seorang diri.
5. Tetap memperlakukan istri dengan penuh kasih sayang saat haid

Paxels/Thirdman Rasulullah SAW tetap menunjukkan kedekatan dengan istri meskipun sedang haid. Aisyah RA meriwayatkan bahwa beliau pernah bersandar di pangkuannya sambil membaca Al-Qur’an ketika Aisyah sedang haid (HR. Bukhari no. 297 dan Muslim no. 301). Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga tetap makan dan minum bersama Aisyah RA (HR. Muslim no. 300).
Teladan ini memperlihatkan bahwa haid tidak menghalangi pasangan untuk tetap menunjukkan perhatian dan kasih sayang. Suami dapat memberikan dukungan melalui percakapan hangat, bantuan ketika diperlukan, serta sikap lembut yang membuat istri tetap merasa dihargai dalam berbagai keadaan.
6. Memberikan hadiah dan melibatkan istri dalam kegiatan

Pexels/Faisal Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk saling memberi hadiah karena hal tersebut dapat menumbuhkan rasa cinta. Anjuran ini diriwayatkan dalam Al-Adab Al-Mufrad karya Imam Bukhari, hadis no. 594, yang dinilai hasan. Dalam kehidupan rumah tangga, hadiah dapat menjadi bentuk perhatian kepada pasangan tanpa harus bernilai mahal.
Rasulullah SAW juga mengundi di antara istri-istrinya ketika hendak bepergian untuk menentukan siapa yang akan ikut bersama beliau (HR. Bukhari no. 2593). Dalam perjalanan, beliau juga biasa berjalan bersama Aisyah RA pada malam hari sambil berbincang (HR. Muslim no. 2445).
Teladan ini dapat menginspirasi pasangan untuk melibatkan satu sama lain dalam rencana bersama dan menyediakan waktu khusus untuk menjaga kedekatan.
Meneladani sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan rumah tangga dapat menjadi salah satu cara untuk merawat kasih sayang dan keharmonisan pernikahan. Melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan dengan tulus, pasangan dapat membangun hubungan yang lebih hangat sekaligus saling menguatkan dalam kebaikan.
Itulah rangkuman beberapa sunnah Rasulullah SAW dalam berumah tangga yang dapat menjadi inspirasi bagi Papa dan Mama.
Pada akhirnya, rumah tangga yang penuh kehangatan tidak hanya dibangun melalui momen besar, tetapi juga lewat perhatian kecil yang terus diberikan dengan cinta, ketulusan, dan rasa saling menghargai.






















