نِسَآؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ فَأْتُوا۟ حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا۟ لِأَنفُسِكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّكُم مُّلَٰقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ
Nisā`ukum ḥarṡul lakum fa`tụ ḥarṡakum annā syi`tum wa qaddimụ li`anfusikum, wattaqullāha wa'lamū annakum mulāqụh, wa basysyiril-mu`minīn.
Renungan Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 223, Istri Melayani Suami

Sudah menjadi fenomena yang lazim berlaku dalam masyarakat, di mana seorang istri biasanya bertugas melayani kebutuhan sehari-hari suami dan mengurus rumah tangga. Baik itu dalam hal memasak, mencuci, menjemur pakaian, menyetrika, menyapu di dalam dan luar rumah, atau lain sebagainya.
Sebagian ulama fikih berpendapat, melayani kebutuhan sehari-hari suami dan mengurus rumah tangga sebagaimana yang disebutkan di atas merupakan suatu keharusan yang mesti dikerjakan istri sebagai baktinya kepada sang suami.
Berdasarkan fenomena di atas, Al-Quran telah beberapa kali menyebut bahkan merinci tentang keutamaan istri yang melayani suami dalam aspek kehidupan apapun, yakni di dalam surat Al-Baqarah ayat 223.
Nah, berikut ini Popmama.com sajikan tentang renungan Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 223 tentang istri melayani suami.
Yuk, simak informasinya!
Isi Surat Al-Baqarah Ayat 223

Artinya:
“Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.”
Makna dari Surat Al-Baqarah Ayat 223

Menurut cendekiawan ilmu Al-Qur’an, Muhammad Quraish Shihab, makna ayat ini menyebut bahwa sesungguhnya istri-istri adalah tempat mengembangkan keturunan seperti tempat biji yang membuahkan tumbuhan.
Maka, suami boleh menggauli mereka dengan cara apa pun selama pada tempatnya. Takutlah kepada Allah kalau melanggar ketentuan-Nya dalam menggauli istri.
Ketahuilah bahwa seseorang akan menjumpai-Nya, mempertanggungjwabkan segala sesuatu di hadapan-Nya. Kabar gembira hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang mengetahui ketentuan-ketentuan Allah dan tidak melanggarnya.
Al-Baqarah Ayat 223, Istri Merupakan Ladang untuk Suaminya

Sedangkan, menurut Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah menjelaskan istri-istri merupakan tempat kalian untuk memperoleh keturunan, maka campurilah mereka pada vagina dengan posisi yang dikehendaki.
Selain itu, tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah juga menyebut berbuat baiklah kepada diri sendiri dengan melaksanakan amal-amal salih, dan takutlah kepada Allah dan yakinlah bahwa seseorang akan bertemu dengan-Nya pada hari kiamat untuk dihisab.
Berilah kabar gembira bagi orang-orang beriman berupa surga dan seisinya.
Al-Baqarah Ayat 223, Mengatur Hubungan Seksual Suami dan Istri

Di dalam firman selanjutnya disebutkan:
Maka datangilah tanah tempat bercocok tanam kalian itu bagaimana saja kalian kehendaki.
Yakni bagaimanapun caranya menurut kehendak sang suami, baik dari depan ataupun dari belakang dengan syarat yang didatanginya adalah satu lubang, yaitu lubang kemaluan, seperti yang telah ditetapkan oleh banyak hadist.
Imam Bukhari menasbihkan, telah menceritakan kepada kami Abu Na'im, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Ibnul Munkadir yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar sahabat Jabir menceritakan hadist berikut ini:
“Dahulu orang-orang Yahudi berkeyakinan bahwa jika seseorang menyetubuhi istrinya dari arah belakang, maka kelak anaknya bermata juling. Maka turunlah firman-Nya: Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanam kalian itu bagaimana saja kalian kehendaki.” (Al Baqarah:223)
Itulah tadi beberapa informasi dan tafsir tentang renungan Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 223 tentang istri melayani suami. Semoga bisa menjadi bahan renungan bersama pasangan, ya.


















