Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
57% Ibu di Indonesia Mengalami Baby Blues setelah Melahirkan
magnific.com/magnific
  • Sebanyak 57% Ibu di Indonesia mengalami baby blues setelah melahirkan, tetapi banyak yang tidak menyadari kondisinya akibat minimnya edukasi.

  • Perubahan hormon pasca melahirkan dapat memicu tangisan, kemarahan, dan rasa tidak percaya diri; emosi yang tidak menentu ini dinilai wajar.

  • Baby blues umumnya mereda dalam sekitar dua minggu, namun komentar menghakimi dapat memperburuk kondisi hingga perlu bantuan komunitas atau tenaga kesehatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kehadiran si Kecil ke dunia seharusnya menjadi momen penuh dengan kebahagiaan bagi Mama dan Papa, namun kenyataannya perjalanan menjadi Ibu baru tidak selalu berjalan mulus seperti yang dibayangkan di awal. 

Faktanya, ternyata di Indonesia masih banyak sekali Mama yang baru melahirkan mengalami baby blues tanpa mereka sadari sebelumnya, kondisi ini sering dianggap sepele oleh lingkungan sekitar padahal dampaknya sangat memengaruhi kesehatan mental Mama.

Sebelum hal itu terjadi, Mama perlu tahu penyebabnya yang dijelaskan oleh dr. Indra Tarigan, Sp. OG dalam podcast terkait fakta penting baby blues yang sudah Popmama.com rangkum. Disimak ya, Ma!

1. Baby blues umum terjadi di Indonesia

magnific.com/magnific

Banyak Mama mungkin merasa bingung ketika tiba-tiba merasa sedih setelah melahirkan, padahal seharusnya sedang merasakan bahagia. Ternyata perasaan ini bukanlah sesuatu yang aneh, melainkan fenomena yang umum dialami oleh banyak perempuan. 

Dokter Indra menjelaskan saat ini masih kurangnya edukasi yang masih melekat di masyarakat, sehingga Mama yang menjalani masa sulit ini nggak sadar mereka sedang mengalaminya.

Penting untuk diingat bahwa Mama tidak sendirian dalam menghadapi perjuangan ini setiap harinya, bahkan separuh Ibu di Indonesia merasakan hal yang serupa.

"57% Ibu di Indonesia mengalami baby blues setelah melahirkan dan kebanyakan nggak sadar mereka sedang mengalaminya,” ungkapnya.

2. Emosi merupakan hal wajar

magnific.com/8photo

Mama mungkin sering tiba-tiba menangis tanpa ada alasan yang jelas, marah secara mendadak, atau bahkan berpikir bahwa diri bukan Ibu yang baik. 

Kondisi emosional yang sangat tidak menentu ini memang benar-benar menguras energi fisik maupun mental, terutama di masa-masa awal pasca melahirkan. Hal ini terjadi karena tubuh Mama sedang beradaptasi dengan perubahan hormon yang sangat drastis setelah melahirkan.

Perlu dipahami bahwa semua luapan emosi tersebut sama sekali bukan berarti Mama berlebihan dalam bereaksi terhadap situasi, itu semua merupakan bentuk ekspresi perasaan dan merupakan sesuatu yang wajar terjadi pada setiap Ibu.

3. Bahaya dari komentar jahat bagi mental

magnific.com/magnific

Saat sedang berjuang dengan perasaan yang tidak stabil, dukungan serta kata-kata positif dari orang terdekat merupakan hal yang paling dibutuhkan. Namun sayangnya, banyak Mama justru sering mendengar suara-suara menyakitkan dari lingkungan sekitar. 

Kalimat-kalimat penghakiman ini bukannya membantu, tapi justru bisa membuat kesehatan mental semakin terpuruk dan menambah beban pikiran.

Dampaknya, kondisi baby blues yang dialami Mama bisa menjadi jauh lebih parah karena merasa tidak dimengerti, tidak dihargai, dan sendirian dalam menanggung beban tersebut. Komentar yang meremehkan perjuangan Ibu baru sering menjadi pemicu utama masalah kesehatan mental pasca melahirkan sering terabaikan.

4. Dampak jangka panjang jika dibiarkan

magnific.com/magnific

Dokter Indra menjelaskan bahwa memang benar bahwa baby blues merupakan kondisi yang dianggap wajar dan bisa menghilang sendiri dalam jangka waktu sekitar dua minggu. 

Tetapi, Mama sama sekali tidak boleh meremehkannya begitu saja, perasaan sedih yang berlarut-larut bisa menjadi bumerang bagi kesehatan mental Mama di masa depan nanti.

Jika kondisi emosional yang tidak stabil ini terus dibiarkan tanpa adanya penanganan, dampaknya bisa sangat serius bagi mental Mama. Bukan tidak mungkin, kondisi ini akan bertransformasi dari sekadar baby blues menjadi gangguan kesehatan mental yang jauh lebih berat.

Baby blues wajar dan bisa hilang dalam 2 minggu, tapi kalau dibiarkan ini bisa berubah jadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya,” ungkapnya.

5. Pentingnya mencari dukungan

magnific.com/magnific

Jika lingkungan sekitar, tidak bisa mengerti kondisi Mama ingatlah untuk mencari bantuan melalui komunitas sesama Ibu baru atau meminta bantuan dari tenaga kesehatan agar tidak harus menghadapi semua beban ini sendirian. 

Selain itu, jangan sampai Mama terjebak dalam kebiasaan buruk membandingkan diri sendiri, tetaplah fokus pada perjalanan baru ini dan rayakanlah pencapaian-pencapaian kecil setiap harinya.

Mulailah berhenti menghakimi apa yang dirasakan diri sendiri serta belajarlah untuk menerima kondisi dengan lebih lembut, semoga informasi ini dapat membantu Mama memahami perasaan yang dirasakan saat ini ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article