- telur
- susu
- daging
- ikan dan kerang
- kacang-kacangan dan lentil
- kedelai
- oat
- biji rami
- biji rami
- gandum
Apakah Peptide Aman untuk Ibu Hamil? Ini Penjelasannya

- Peptide adalah rantai pendek asam amino yang digunakan dalam perawatan kulit dan suplemen, dengan fungsi antara lain mendukung kolagen, elastisitas kulit, skin barrier, serta pemulihan otot.
- Penelitian menunjukkan peptide bioaktif dan kolagen berpotensi mendukung kesehatan kulit, penyembuhan luka, kepadatan tulang, serta massa dan kekuatan otot, meski riset lanjutan masih diperlukan.
- Bagi ibu hamil, peptide kosmetik topikal standar umumnya lebih aman digunakan; hindari suplemen oral, suntikan, produk luka, dan microneedling, serta konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Peptide adalah rantai pendek asam amino yang berfungsi sebagai bahan penyusun protein di dalam tubuh seperti kolagen dan keratin.
Dalam dunia kesehatan dan kecantikan, peptide banyak dipakai untuk merangsang produksi kolagen, menjaga elastisitas kulit, memperkuat pelindung kulit (skin barrier), serta membantu pemulihan otot.
Saat hamil, Mama tentu ingin terus melakukan perawatan kulit. Nah, mungkin salah satu bahan yang ada dalam produk yang Mama gunakan adalah peptide. Seperti yang Mama ketahui, ibu hamil harus memilah mana produk yang aman untuk kehamilan.
Jadi, apakah peptide aman untuk ibu hamil? Sebelum menggunakannya, simak dulu penjelasannya pada ulasan Popmama.com berikut ini, ya, Ma.
Apa Itu Peptide?

Unsplash Peptide adalah untaian pendek asam amino, biasanya terdiri dari 2 hingga 50 asam amino. Asam amino juga merupakan bahan penyusun protein, tetapi protein mengandung lebih banyak asam amino.
Peptide mungkin lebih mudah diserap oleh tubuh daripada protein karena ukurannya lebih kecil dan lebih mudah dipecah daripada protein. Peptide dapat lebih mudah menembus kulit dan usus, yang membantu peptide masuk ke aliran darah lebih cepat.
Peptide dalam suplemen dapat berasal dari sumber protein nabati atau hewani, termasuk:
Para ilmuwan paling tertarik pada peptide bioaktif, atau peptide yang memiliki efek menguntungkan pada tubuh dan dapat berdampak positif pada kesehatan manusia. Peptide bioaktif yang berbeda memiliki sifat yang berbeda. Efek yang ditimbulkannya pada tubuh bergantung pada urutan asam amino yang dikandungnya.
Beberapa suplemen peptide yang paling umum tersedia adalah peptide kolagen, yang dapat bermanfaat bagi kesehatan kulit dan membalikkan efek penuaan.
Apa Manfaat Peptide?

Pexels/www.kaboompics.com Penelitian menunjukkan bahwa peptide bioaktif dapat:
- menurunkan tekanan darah tinggi
- membunuh mikroba
- mengurangi peradangan
- mencegah pembentukan bekuan darah
- meningkatkan fungsi kekebalan tubuh
- bertindak sebagai antioksidan
Orang sering menggunakan peptide untuk mencoba mencapai efek berikut:
- Memperlambat proses penuaan
Kolagen adalah protein di kulit, rambut, dan kuku. Peptide kolagen adalah protein kolagen yang dipecah sehingga tubuh dapat menyerapnya lebih mudah. Mengonsumsi peptide kolagen dapat meningkatkan kesehatan kulit dan memperlambat proses penuaan.
Sebuah tinjauan tahun 2022 menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen kolagen dapat berkontribusi dalam mengurangi atau menunda penuaan kulit. Demikian pula, tinjauan sistematis dan meta-analisis tahun 2023 juga menunjukkan bahwa suplemen kolagen dapat memiliki efek positif pada kesehatan kulit. Namun, kedua tinjauan tersebut menekankan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa kompleks peptide juga dapat bermanfaat bagi kesehatan kulit dan memberikan manfaat anti-kerut.
- Meningkatkan penyembuhan luka
Karena kolagen merupakan komponen vital dari kulit yang sehat, peptide kolagen dapat memfasilitasi penyembuhan luka yang lebih cepat. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, sebuah tinjauan tahun 2021 menyoroti potensi kolagen untuk meningkatkan penyembuhan luka.
Selain itu, penelitian yang sedang berlangsung sedang menyelidiki potensi peptide antimikroba. Ini merujuk pada kelas peptide yang mungkin memiliki berbagai efek penghambat terhadap bakteri, jamur, parasit, dan virus. Peptide ini dapat memberikan alternatif yang menjanjikan untuk antibiotik, yang mungkin tidak efektif terhadap bakteri tertentu karena resistensi antibiotik.
- Mencegah kehilangan massa tulang akibat penuaan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan peptide kolagen dalam jumlah sedang dapat membantu meningkatkan massa tulang. Ini mungkin bermanfaat bagi individu dengan kondisi yang memengaruhi kepadatan tulang, seperti osteoporosis.
Sebuah studi tahun 2018 mencatat bahwa suplementasi peptide kolagen dapat meningkatkan kepadatan mineral tulang dan memperbaiki penanda tulang pada orang pascamenopause dengan kepadatan mineral tulang yang berkurang. Sebuah studi lanjutan pada tahun 2021 menemukan bahwa penggunaan suplemen peptide kolagen jangka panjang dapat membantu meningkatkan kepadatan mineral tulang secara signifikan.
- Membangun kekuatan dan massa otot
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen peptide dapat membantu meningkatkan massa dan kekuatan otot. Misalnya, sebuah studi tahun 2019 menunjukkan bahwa menggabungkan suplemen peptide dengan latihan beban lebih efektif untuk meningkatkan kekuatan otot daripada hanya latihan saja. Demikian pula, sebuah studi tahun 2022 juga menunjukkan bahwa menggabungkan latihan dan suplemeni dapat membantu meningkatkan massa dan kekuatan otot.
Selain itu, sekelompok peptide yang dikenal sebagai sekretagog hormon pertumbuhan (GHS), dapat membantu mengobati kondisi yang melibatkan penyusutan otot. Peptide ini bekerja dengan merangsang produksi dan pelepasan hormon pertumbuhan manusia.
Apakah Peptide Aman untuk Ibu Hamil?

Pexels/Polina Dilansir dari laman MamaSkin, Sebagian besar peptide kosmetik topikal standar termasuk di antara bahan perawatan kulit yang lebih mudah digunakan selama kehamilan. Peptide ini digunakan dalam pelembap dan serum untuk hidrasi, perawatan kulit, dan mengurangi tampilan garis-garis halus.
Namun, ibu hamil sebaiknya menghindari penggunaan suplemen oral, suntikan, produk perawatan luka, atau larutan microneedling, ya.
Apakah Penggunaan Peptide Menimbulkan Efek Samping?

Pixabay/SabeeOnly Bagi individu yang sehat, suplemen peptide cenderung tidak menyebabkan efek samping serius karena mirip dengan peptide yang terdapat dalam makanan sehari-hari.
Namun, penting untuk dicatat bahwa penelitian tentang peptide masih berlangsung dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) tidak mengatur suplemen dengan cara yang sama seperti obat-obatan.
Oleh karena itu, orang harus berhati-hati saat mengonsumsi suplemen apa pun. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter yang berkualifikasi sebelum mengonsumsi suplemen peptide apa pun.
Meski aman, ibu hamil, menyusui, mengonsumsi obat-obatan, atau memiliki kondisi medis tertentu sebaiknya menghindari penggunaan peptide sampai mereka menghubungi dokter. Jadi, diskusikan dulu dengan dokter sebelum ibu hamil menggunakan peptide, ya.
Peptide adalah rantai protein pendek yang terdiri dari sekitar 2-100 asam amino. Tubuh memproduksi peptide yang memiliki fungsi penting dalam beberapa proses terpenting tubuh, termasuk bagaimana Mama mencerna dan menggunakan energi dari makanan yang makan, seberapa lapar yang Mama rasakan, bagaimana hormon bekerja, dan pergerakan sel.
Peptide telah digunakan dalam pengobatan selama sekitar 100 tahun, dan beberapa peptide diolah menjadi suplemen oral serta produk perawatan kulit dan rambut untuk manfaat anti-penuaan, pertumbuhan otot, dan penurunan lemak.
Jadi, apakah peptide aman untuk ibu hamil? Jika digunakan dalam bentuk produk perawatan kulit, peptide aman untuk ibu hamil. Hindari penggunaan peptide dalam bentuk serum, suntikan, atau suplemen saat hamil, ya, Ma. Selain itu, ibu hamil juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan peptide.
Semoga informasi ini bermanfaat, Ma.





















