Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Gerakan Janin Berkurang setelah Makan, Apa Penyebabnya?

Gerakan Janin Berkurang setelah Makan, Apa Penyebabnya?
Pexels/Ivan S
  • Gerakan janin setelah makan tidak selalu langsung aktif; perubahan dapat dipengaruhi posisi janin, usia kehamilan, dan aktivitas ibu. Yang utama adalah mengenali pola gerak secara keseluruhan.
  • Setelah 20 minggu, gerakan janin seperti tendangan dan berguling umumnya mulai terasa. Bila perlu, pantau selama dua jam hingga 10 gerakan, terutama pada trimester ketiga.
  • Segera konsultasikan ke dokter bila gerakan jauh berkurang, belum terasa setelah 24 minggu, atau tidak ada sama sekali. Pemeriksaan dapat meliputi USG, NST, dan Doppler velocimetry.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Selama kehamilan, Mama mungkin menjadi lebih peka terhadap berbagai perubahan kecil yang terjadi pada tubuh, termasuk gerakan si Kecil di dalam kandungan. Dari yang awalnya hanya terasa sesekali, lama-kelamaan Mama mungkin mulai mengenali kapan janin biasanya aktif bergerak.

Karena sudah terbiasa dengan gerakan yang dirasakan, perubahan kecil pada gerakan janin tentu bisa membuat Mama bingung. Seperti ketika Mama selesai makan, gerakan janin tiba-tiba menjadi berkurang dan membuat Mama khawatir.

Lantas, kenapa gerakan janin berkurang setelah makan? Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya.


  1. Gerakan Janin Berkurang setelah Makan, Apa Penyebabnya?

    Gerakan janin berkurang setelah makan
    Magnific

    Dokter Spesialis Kandungan, dr. Budi Darmawan, Sp.OG. dalam akun Instagram pribadinya @budidarmawanspog menjelaskan bahwa gerakan bayi di dalam kandungan bisa berubah-ubah tergantung posisi janin, usia kehamilan, dan aktivitas yang ibu hamil sedang lakukan.

    Gerakan janin yang tidak langsung terasa aktif setelah makan tidak selalu menjadi tanda adanya masalah. Jadi, Mama tidak perlu langsung merasa khawatir ketika si Kecil belum banyak bergerak sesaat setelah makan. 

    “Kalau setelah makan gerakannya tidak langsung terasa aktif, belum tentu ada masalah, ya,” ujar dr. Budi.

    dr. Budi menyebut, yang lebih penting adalah pola gerakan janin secara keseluruhan. Jika frekuensi gerakan si Kecil terasa jauh lebih sedikit daripada biasanya, terutama di trimester akhir, Mama perlu waspada dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

  2. Pola Gerakan Janin yang Normal

    Gerakan janin berkurang setelah makan
    Pexels/Matilda Wormwood

    Setelah usia kehamilan mencapai 20 minggu, ibu hamil umumnya bisa merasakan beberapa gerakan yang dibuat oleh janin seperti berguling, tendangan, dan juga cegukan.

    Gerakan-gerakan yang muncul ini mengindikasikan bahwa tumbuh kembang janin berjalan dengan baik. Meski begitu, tak ada kriteria khusus mengenai pergerakan normal setiap harinya, karena setiap janin memiliki keunikannya sendiri.

    Mama tidak perlu menghitung gerakan janin secara detail setiap hari, tetapi penting untuk mengenali pola gerakannya. Gerakan janin biasanya lebih mudah dirasakan saat Mama berbaring dengan posisi miring. 

    Bila diperlukan, Mama bisa menghitung gerakan janin selama sekitar 2 jam dan mencatat waktu yang dibutuhkan hingga janin bergerak 10 kali. Jika gerakannya terasa berkurang atau melemah dibandingkan biasanya, segera konsultasikan dengan dokter kandungan.

  3. Pola Gerakan Janin yang Tidak Normal

    Gerakan janin berkurang setelah makan
    Magnific/Yanalya

    Tak hanya pergerakan yang normal, Mama juga perlu memperhatikan beberapa gerakan janin yang tidak normal, seperti:

    • Belum ada pergerakan janin hingga usia kehamilan 24 minggu. Waktu awal pergerakan janin memang bisa berbeda-beda tergantung pada kondisi ibu hamil. Tetapi, jika saat janin berusia lebih dari 24 minggu dan ibu hamil belum merasakan gerakan pertama, maka tindakan seperti pemeriksaan USG perlu segera dilakukan untuk bisa melihat bagaimana kondisi janin yang sebenarnya.
    • Berkurangnya frekuensi gerakan janin. Pada usia 28–40 minggu atau trimester ketiga, ibu hamil dapat mulai memperhatikan gerakan janin selama sekitar 2 jam. Dalam rentang waktu tersebut, umumnya janin akan bergerak hingga 10 kali. Jika jumlah gerakan yang dirasakan jauh lebih sedikit dari biasanya, hal ini dapat menjadi tanda adanya perubahan pada pola gerakan janin yang tidak normal.
    • Janin yang tidak bergerak sama sekali. Jika ibu hamil sudah melakukan berbagai cara agar janin kembali bergerak namun belum berhasil bahkan gerakan janin sama sekali tak terasa, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab dan bagaimana kondisi janin.

  4. Yang Perlu Dilakukan jika Gerakan Janin Berkurang

    Gerakan janin berkurang setelah makan
    Pexels/MART PRODUCTION

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, janin memiliki beberapa alasan ketika gerakannya berkurang. Tetapi Mama tak perlu panik, ada beberapa hal yang bisa dilakukan ketika pergerakan si Kecil dirasa berkurang. 

    Hal pertama yang bisa Mama lakukan adalah berbaring menyamping dan coba rasakan gerakan janin dengan menempelkan telapak tangan pada perut. Selain itu, Mama juga bisa memakan atau meminum sesuatu yang manis sebagai stimulan bagi janin untuk lebih aktif.

    Namun ketika cara-cara tersebut masih belum efektif, Mama bisa segera memeriksakan diri ke dokter dan melakukan beberapa pemeriksaan untuk hasil yang lebih akurat, seperti:

    • Ultrasonografi (USG), alat yang menggunakan gelombang suara ini dapat merekam kondisi janin yang nantinya ditampilkan di monitor sehingga gerakan, detak jantung, dan posisi bayi bisa diketahui.
    • Tes Nonstres (Non-Stress Test/NST), merupakan sebuah cakram logam kecil dengan gel yang ditempatkan di perut ibu hamil guna merekam detak jantung janin yang ada di dalamnya.
    • Doppler velocimetry, serupa dengan tes non-stres, alat ini berupa sebuah cakram logam kecil gel yang ditempatkan di perut inu hamil. Kemudian aliran darah di plasentas dan tali pusar akan diperiksa dengan gelombang suara.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More