Yuk, Lakukan Ini untuk Membantu Pemulihan Pasca Keguguran

Tips memulihkan kestabilan emosional setelah mengalami insiden keguguran

26 Februari 2021

Yuk, Lakukan Ini Membantu Pemulihan Pasca Keguguran
Pexels/RODNAEProductions

Kehilangan buah hati bahkan sebelum sempat menggenggamnya adalah penderitaan tersendiri bagi setiap orangtua yang mengalami insiden keguguran, khususnya calon Mama.

Setelah mengenali tahapan emosi yang normal terjadi dan menerima kenyataan, ini saatnya untuk perlahan bangkit dari kesedihan yang kian berlarut selama ini.

Berikut Popmama.com berikan enam tips yang akan membantu proses pemulihan batin mama setelah keguguran. Simak informasi di bawah ini.

1. Mulailah dari keputusan awal yang kuat

1. Mulailah dari keputusan awal kuat
Freepik

Pasangan, keluarga, dan orang-orang di sekeliling yang menyayangi kamu pasti berusaha membantu kamu agar segera usai berduka. Namun pada dasarnya, kamu tidak perlu terburu-buru.

Lebih rumit dari pada luka fisik, kecepatan pulih pada luka batin setiap orang berbeda-beda. Apabila kamu masih butuh lebih banyak waktu untuk bersedih, lakukanlah. Kemauan untuk bangkit harus datang dengan tegas dari diri kamu sendiri, tanpa paksaan dari siapapun.

2. Kenang bayi kamu dengan indah

2. Kenang bayi kamu indah
Pexels/RODNAEProductions

Dibandingkan berusaha keras menyangkal, mengubur, dan melupakan semua tentang mendiang bayi kamu, akan lebih mudah untuk merelakan kepergiannya setelah mengakui keberadaannya walau singkat dan betapa kamu menyayanginya bahkan sebelum ia lahir ke dunia.

Beri bayi kamu nama, lakukan prosesi pemakaman yang layak, tanam sebuah pohon sebagai tanda penghormatan, atau bingkai potret USG nya. Perspektif kenangan yang kamu buat tentang bayi akan memberi rasa tenang dan ikhlas setiap kamu mengingatnya.

Editors' Picks

3. Kembali merawat diri

3. Kembali merawat diri
Freepik

Istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, dan rutin melakukan aktivitas fisik harus mulai kembali dalam rutinitas keseharian kamu. Tambahkan juga kegiatan me-time yang membuat kamu merasa lebih baik.

Hindari pelarian impulsif pada substansi adiktif seperti rokok atau alkohol untuk meredakan stres sesaat. Satu-satunya obat penenang yang boleh kamu konsumsi hanya obat yang diresepkan oleh dokter ahli.

4. Bicaralah dengan pasangan

4. Bicaralah pasangan
Pexels/TimaMiroshnichenko

Setiap orang memiliki cara masing-masing dalam menghadapi kesedihan. Perbedaan ini sangat mungkin terjadi bahkan dalam lingkup suami-istri. Ketika kamu siap, bukalah percakapan jujur dari hati ke hati dengan pasangan.

Semakin kalian memahami kondisi satu sama lain, semakin mudah juga untuk saling mendukung proses pemulihan batin satu sama lain.

5. Mulailah menulis jurnal

5. Mulailah menulis jurnal
Pexels/Pixabay

Salah satu cara paling efektif untuk menguraikan pikiran dan perasaan yang kusut adalah dengan menuliskannya. Mulai membuat jurnal sedini mungkin dan tuliskan seluruh kekhawatiran, perasaan, rasa sakit, dan pikiran kamu di dalamnya.

Dengan rutin menulis jurnal, kamu juga dapat memantau perkembangan proses pemulihan kamu dari waktu ke waktu.

6. Carilah dukungan

6. Carilah dukungan
Freepik/katemangostar

Jangan ragu untuk meminta bantuan pada orang-orang tersayang dalam proses pemulihan batin kamu. Ketahuilah bahwa mereka sangat mengkhawatirkan kamu, namun seringkali tidak tahu harus berbuat apa untuk membuat kamu merasa lebih baik.

Kamu juga bisa bergabung dalam kelompok sosial untuk dukungan moral tambahan. Berbagi dengan orang-orang yang juga mengalami apa yang kita alami dapat memberikan kenyamanan dan membuka pikiran kamu tentang perspektif baru pasca kehilangan.

Itulah enam cara memulihkan batin setelah keguguran. Apabila dalam waktu terbilang lama kamu tetap merasakan gejala depresi, segera konsultasikan keadaan kamu dengan ahli kesehatan mental seperti psikolog atau psikiater kepercayaan kamu. Sekali lagi, jangan khawatir, kamu tidak sendirian.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.