Dalam videonya, beliau menjelaskan dengan jelas, “Nongging yang benar tuh gini… knee chest position tuh gini. Terus ini dada nempel kemari… kurang lebih ginilah dia. Ini dipertahankan tiga sampai lima menit.”
Agar Bayi Tidak Sungsang, Lakukan 5 Ini saat Dekat HPL

- Tidur miring ke kiri membantu sirkulasi darah dan ruang bagi bayi
- Duduk tegak dan kurangi bersandar terlalu rebah untuk membuka ruang pada bagian bawah rahim
- Latihan ringan seperti knee-chest position, hands-and-knees position, pelvic tilt, senam hamil, dan jalan kaki membantu posisi bayi
Menjelang Hari Perkiraan Lahir (HPL), banyak Mama mulai memperhatikan posisi bayi agar persalinan dapat berjalan lebih lancar. Salah satu posisi yang perlu diwaspadai adalah sungsang, yaitu ketika kepala bayi tidak berada di bawah menjelang lahir.
Dalam unggahan reels Instagram @dr.indratarigan, dr. Indra Tarigan, Sp.OG membagikan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan Mama untuk membantu bayi turun ke posisi yang lebih ideal.
Semua langkah ini menekankan pentingnya postur tubuh yang baik, aktivitas ringan, dan pemeriksaan kehamilan yang teratur. Berikut Popmama.com telah rangkumkan beberapa hal yang bisa dilakukan agar bayi tidak sungsang berdasarkan panduan dari dr. Indra.
Yuk, simak selengkapnya!
1. Tidur miring ke kiri

Salah satu anjuran utama dari dr. Indra adalah mengurangi posisi telentang terlalu lama. Kondisi ini dapat menekan aliran darah dan menimbulkan keluhan seperti nyeri punggung, wasir, hingga gangguan pencernaan.
Selain itu, posisi telentang membuat panggul Mama lebih miring ke belakang sehingga kepala bayi bisa terdorong menjauhi jalan lahir.
Tidur miring ke kiri membantu memperbaiki sirkulasi darah ke plasenta sekaligus memberi ruang bagi bayi untuk menyesuaikan posisinya. Mama bisa menggunakan bantal panjang untuk menopang punggung dan menambah kenyamanan.
Kebiasaan sederhana ini dapat memberi dampak positif untuk posisi bayi menjelang persalinan.
2. Duduk tegak dan kurangi bersandar terlalu rebah

Postur duduk ternyata ikut memengaruhi posisi bayi, Ma. Posisi terlalu bersandar membuat panggul Mama bergeser ke belakang sehingga ruang pada bagian bawah rahim menjadi lebih sempit.
Dengan duduk tegak, tulang belakang berada pada posisi netral dan panggul dapat membuka ruang lebih baik untuk kepala bayi turun ke bawah. Mama bisa memilih kursi yang memiliki penopang punggung agar tubuh tidak cepat lelah.
Bila bekerja dalam waktu lama, lakukan jeda singkat untuk berdiri dan melakukan peregangan ringan. Kebiasaan duduk yang benar membantu bayi tetap berada pada poros yang ideal menjelang lahir.
3. Latihan ringan untuk mendorong posisi bayi

Latihan yang paling ditekankan dr. Indra adalah knee-chest position, yaitu menungging dengan dada menempel ke alas.
Posisi ini membuat gravitasi membantu bayi bergerak ke area panggul yang lebih luas. Mama bisa melakukannya di alas yang nyaman, lalu tahan selama beberapa menit sesuai kemampuan.
Jenis latihan lain yang juga disarankan adalah hands-and-knees position atau posisi merangkak, pelvic tilt, dan senam hamil. Posisi-posisi tersebut membantu meregangkan punggung, membuka panggul, dan membuat otot perut lebih rileks.
Lakukan latihan di pagi hari dan malam sebelum tidur agar tubuh lebih siap menghadapi perubahan posisi bayi.
4. Jalan kaki 20–30 menit setiap hari

Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki membantu panggul tetap aktif bergerak. Ritme gerakan kaki membantu bayi turun perlahan mengikuti posisi panggul. Mama bisa berjalan santai di rumah, halaman, atau area yang aman dan tidak licin.
Durasi idealnya 20–30 menit setiap hari. Gerakan yang stabil membantu otot panggul terbuka secara alami. Mama bisa mengatur napas agar tubuh tetap nyaman dan tidak cepat lelah. Aktivitas ini juga membantu Mama tetap bugar menjelang persalinan.
5. Rutin kontrol kehamilan untuk memantau posisi bayi

Pemeriksaan rutin memastikan posisi bayi selalu terpantau dengan baik. Dalam unggahannya, dr. Indra menegaskan pentingnya kontrol sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi hingga HPL.
Pemeriksaan rutin memungkinkan dokter melihat perubahan posisi bayi dari waktu ke waktu. Bila diperlukan, dokter dapat memberi saran penanganan tambahan agar posisi bayi lebih baik menjelang HPL.
Pemeriksaan membantu dokter mengevaluasi apakah latihan-latihan yang Mama lakukan sudah menunjukkan perubahan. Jika diperlukan, dokter dapat memberikan saran tambahan seperti modifikasi postur atau pemeriksaan lanjutan.
Beberapa cara yang dianjurkan agar bayi tidak sungsang antara lain dengan tidur miring kiri, duduk tegak, latihan knee-chest, berjalan kaki teratur, dan kontrol kehamilan rutin.
Teknik-teknik ini membantu membuka panggul, merilekskan otot, dan memberi ruang lebih luas bagi bayi untuk bergerak ke posisi yang sesuai. Dengan melakukan kebiasaan sederhana secara teratur, Mama dapat mendukung persalinan yang lebih lancar.













-dZLuejncpnxjA0nWi7IzvRPkFjAFRDOu.jpg)





