7 Fungsi Hormon Prolaktin pada Ibu Menyusui

- Hormon prolaktin berperan utama dalam merangsang produksi dan menjaga kualitas ASI, sekaligus mendukung perkembangan jaringan payudara selama masa menyusui.
- Kadar prolaktin tinggi membantu menunda ovulasi dan menstruasi, memberi waktu tubuh ibu untuk pulih serta mendukung pemberian ASI eksklusif bagi bayi.
- Prolaktin juga memengaruhi suasana hati, metabolisme, dan energi ibu, menciptakan ketenangan serta memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi.
Setelah melahirkan, tubuh Mama mengalami banyak perubahan untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil, salah satunya melalui hormon prolaktin.
Hormon ini berperan penting dalam proses menyusui, tapi fungsinya lebih luas daripada sekadar hormon ASI.
Berikut Popmama.com merangkum 7 fungsi hormon prolaktin yang perlu Mama ketahui. Yuk simak berikut ini.
Table of Content
1. Menjaga produksi ASI

Melansir dari Healthline, prolaktin adalah hormon utama yang merangsang kelenjar susu memproduksi ASI setelah persalinan. Selain itu, saat bayi menyusu, otak mengirim sinyal ke kelenjar pituitari untuk melepaskan prolaktin.
Semakin sering bayi menyusu, semakin tinggi kadar prolaktin, sehingga produksi ASI Mama tetap lancar dan cukup untuk kebutuhan si Kecil.
2. Mendukung perkembangan kelenjar payudara

Mengutip dari Cleveland Clinic, prolaktin bekerja bersama hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan untuk membantu jaringan payudara berkembang dan mempersiapkan sel-sel penghasil susu.
Karena itu, dengan koordinasi hormonal ini, payudara siap menghasilkan ASI berkualitas begitu bayi lahir.
3. Menunda kembalinya siklus menstruasi

Melansir dari Britannica, kadar prolaktin yang tinggi selama menyusui menekan hormon yang memicu ovulasi, sehingga menstruasi bisa tertunda.
Hal ini merupakan mekanisme fisiologis alami yang memberi tubuh Mama waktu untuk pulih dan mendukung ASI eksklusif untuk bayi.
4. Memperkuat ikatan emosional ibu dan bayi

Mengutip dari Healthline, prolaktin memengaruhi suasana hati Mama, menciptakan rasa tenang, mengurangi stres, dan memperkuat ikatan emosional antara Mama dan bayi saat menyusui. Bonding ini penting untuk kesehatan emosional jangka panjang si Kecil.
5. Meningkatkan kualitas ASI

Melansir dari Cleveland Clinic, prolaktin tidak hanya memengaruhi kuantitas ASI, tetapi juga kualitasnya.
Hormon ini merangsang sel payudara memproduksi protein, lemak, dan gula yang mendukung sistem imun serta pertumbuhan bayi, sehingga nutrisi yang diberikan optimal.
6. Memengaruhi metabolisme dan energi tubuh

Mengutip dari Healthline, prolaktin ikut mengatur metabolisme Mama selama menyusui. Hormon ini membantu tubuh mengelola energi, gula, dan lemak sehingga Mama tetap bertenaga, sekaligus mendukung proses laktasi dan kesehatan secara keseluruhan.
7. Mengatur hormon reproduksi

Melansir dari Britannica, prolaktin bekerja sama dengan hormon lain untuk mengontrol ovulasi dan fungsi reproduksi.
Saat menyusui, kadar prolaktin tinggi membantu tubuh menyesuaikan hormon reproduksi sehingga bayi tetap mendapat ASI cukup sebelum Mama kembali subur.
Inilah 7 fungsi hormon prolaktin yang penting untuk produksi dan menjaga kualitas ASI. Selain itu, berguna untuk menjaga kesehatan Mama dan menjaga emosional dengan bayi.
Dengan memahami fungsi tersebut bisa membuat Mama lebih percaya diri saat menyusui dan memastikan si Kecil mendapat nutrisi yang cukup.


















