Kontak bayi dengan kulit
Bayi yang baru lahir akan sering berdekatan dengan ibu, maka dari itu penting untuk menghindari penggunaan deodoran ataupun parfum dengan aroma atau residu yang menyengat.
Sensivitas pasca persalinan
Banyak ibu yang mengalami kondisi ini setelah melahirkan. Di mana kulit menjadi lebih sensitif terhadap bahan-bahan keras yang dapat menyebabkan iritasi atau ruam.
Alasan Kourtney Kardashian Tidak Memakai Deodoran saat Masa Menyusui

- Tidak memakai deodoran saat menyusui
- Selalu menerapkan gaya hidup holistik dan alami
- Khawatir terhadap kandungan bahan kimia
Kita sudah terbiasa melihat para selebriti tampil glamor di karpet merah. Wajar jika dibalik penampilan glamornya banyak yang mengira para selebriti tersebut selalu memiliki "aroma" mahal dan mewah.
Namun faktanya beberapa selebriti memilih untuk tampil alami apa adanya, termasuk tidak menggunakan deodoran. Salah satunya datang dari keluarga Kadarshian yang terkenal membawa sensasi dengan kabar-kabar menariknya.
Kali ini Kourtney Kadarshian memilih untuk tidak memakai deodoran. Bukan tanpa alasan Kourtney memilih menghindari penggunaan deodoran pada fase tertentu dalam hidupnya, seperti pada saat menyusui.
Penasaran seperti apa? Berikut Popmama.com telah merangkum informasinya di bawah ini.
Table of Content
1. Tidak memakai deodoran saat menyusui

Kourtney Kadarshian diketahui selalu menghindari penggunaan deodoran pada waktu-waktu tertentu. Dilansir South China Morning Post, dalam acara Kourtney & Kim Take Miami tahun 2013, hal ini menjadi bahan obrolan Khloe Kadarshian dan Scott Dissick.
Khloe Kadarshian sempat menyinggung perubahan aroma tubuh Kourtney saat kehamilannya. Kourtney tidak memakai deodoran terutama saat menyusui karena ia meyakini produk tersebut dapat berdampak buruk pada proses menyusui dan akan berdampak pada bayi.
2. Selalu menerapkan gaya hidup holistik dan alami

Tak hanya mengenai pandangannya terhadap deodoran yang tidak baik bagi ibu menyusui, Kourtney Kadarshian mengadopsi gaya hidup holistik dan alami terutama dalam membesarkan anak-anaknya.
Ia menganut pola hidup yang berfokus pada kedekatan dan mempraktikan gaya hidup bersih. Dalam pola pengasuhannya, Kourtney lebih memilih pola asuh yang berfokus pada hubungan yang dikembangkan orangtua dengan anak-anaknya. Pola asuh ini bertujuan agar anak merasa aman dan percaya diri dalam membangun hubungan.
3. Khawatir terhadap kandungan bahan kimia

Alasan Kourtney Kadarshian tak memilih menggunakan deodoran terutama dalam fase kehamilan hingga menyusui adalah, karena kekhawatirannya mengenai kandungan berbahaya dalam produk deodoran.
Tak jarang banyak ibu menyusui yang memilih tindakan serupa demi meminimalkan paparan bahan kimia yang terserap ke kulit. Menurut para ahli, sebagian besar produk deodoran dan antiprespiran yang beredar di pasaran sebenarnya aman digunakan selama kehamilan dan menyusui.
4. Dampak ibu menyusui menggunakan deodoran

Memakai deodoran atau pun tidak saat menyusui merupakan pilihan masing-masing ya Ma. Kourtney Kadarshian sendiri memilih untuk tidak menggunakan deodoran karena meyakini bahwa produk-produk tersebut dapat berdampak pada proses menyusui.
Karena sifat kulit yang menyerap sebagian kecil bahan yang digunakan, deodoran yang di oleskan dekat payudara dan kelenjar getah bening membuat para ibu ragu untuk menggunakannya, terutama ketika menyusui. Inilah yang menjadi sumber kekhawatiran Kourtney, karena bayi akan menghabiskan waktu di dekat dada para ibu. Alasan lainnya meliputi:
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG), produk deodoran dan perawatan kulit lainnya aman digunakan bagi ibu menyusui selama tidak mengandung bahan berisiko tinggi atau menyebabkan alergi pada kulit.
Jadi, selama Mama menggunakan produk yang aman, proses menyusui akan tetap lancar dan bayi akan tetap aman.
5. Produk deodoran yang harus dihindari selama menyusui

Deodoran yang harus dihindari oleh ibu menyusui adalah yang mengandung aluminium klorohidrat dan aluminium klorida. Jika Mama masih khawatir, bisa untuk mencoba menggunakan deodoran alami karena deodoran alami dirancang untuk menghilangkan bau badan tanpa mengganggu proses alami tubuh. Berikut adalah kandungan deodoran yang harus dihindari dilansir Mags Skin:
Senyawa aluminium
Aluminium sering ditemukan dalam produk deodoran. Kegunaannya adalah untuk menghambat kelenjar keringat. Namun beberapa ahli mengungkapkan bahwa efek jangka panjang dari penggunaan aluminium bisa berbahaya bagi tubuh. Meski demikian, belum ada hubungan langsung dengan masalah menyusui yang ditemukan.
Paraben
Paraben adalah pengawet yang digunakan untuk memperpanjang masa simpan. Zat ini dapat mengganggu hormon, sehingga banyak ahli merekomendasikan agar ibu menyusui menghindari penggunaan deodoran dengan bahan paraben.
Ftalat
Ftalat sering digunakan dalam campuran parfum dan juga dapat ditemukan dalam deodoran. Kandungan ini juga sebaiknya dihindari oleh ibu menyusui karena dapat merangsang indra bayi secara berlebihan.
6. Bau badan dipengaruhi oleh perubahan hormon

Bau badan semasa kehamilan dan menyusui adalah hal yang normal. Dilansir Mayo Clinic, perubahan bau badan pada ibu semasa kehamilan adalah hal umum akibat fluktuasi hormon.
Mama dapat mempertimbangkan penggunaan deodoran selama menyusui. Namun jika Mama memilih untuk tetap menggunakan deodoran perhatikan beberapa hal seperti, periksa kembali bahan-bahan yang terkandung di dalam produk deodoran atau konsultasilah dengan dokter terlebih dahulu ya.


















