Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan perdebatan hangat mengenai tren extended breastfeeding atau menyusui anak hingga usia sekolah.
Beberapa orangtua terang-terangan membagikan momen saat anak berusia 4 hingga 7 tahun masih menyusu, bahkan ada yang menyebutnya sebagai "prestasi" yang membanggakan.
Bagi sebagian Mama, langkah ini dianggap sebagai bentuk penyapihan alami yang menghormati kebutuhan emosional si Kecil agar ia berhenti menyusu saat sudah merasa siap.
Di sisi lain, aksi mengunggah foto anak yang sudah cukup besar saat sedang menyusu di platform publik justru menuai kritik tajam. Banyak warganet yang menganggap perilaku ini kurang pantas karena menyangkut privasi anak. Perdebatan ini tidak hanya menyoroti aspek kesehatan, tetapi juga etika dalam bermedia sosial dan bagaimana kita sebagai orang tua sebaiknya memperlakukan momen intim antara ibu dan anak.
Kondisi yang memicu pro dan kontra ini tentu membuat banyak orang tua bertanya-tanya, sebenarnya sampai usia berapa pemberian ASI idealnya dilakukan?
Apakah benar ada batasan usia biologis tertentu, atau ini sepenuhnya pilihan personal setiap keluarga?
Untuk membantu Mama memahami isu ini dari sudut pandang medis dan sosial, berikut Popmama.com bagikan fakta seputar fenomena menyusui anak usia sekolah dan pro-kontra yang menyertainya.
