Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh saat Mama Berhenti Menyusui?

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh saat Mama Berhenti Menyusui?
Magnific/freepic.diller
Intinya Sih
  • Proses menyapih memicu perubahan besar pada tubuh Mama, termasuk fluktuasi hormon yang memengaruhi suasana hati, energi, dan kondisi fisik secara keseluruhan.
  • Perubahan hormon setelah berhenti menyusui dapat menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur, muncul jerawat, rasa lelah, hingga payudara terasa nyeri atau bengkak.
  • Tubuh juga menyesuaikan diri dengan penurunan kebutuhan energi dan peningkatan kadar estrogen yang bisa memengaruhi nafsu makan serta gairah seksual Mama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Menyapih menjadi salah satu fase yang tak terpisahkan dari perjalanan menyusui. Setelah berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun memproduksi ASI untuk memenuhi kebutuhan si Kecil, tubuh Mama akhirnya memasuki masa transisi yang baru.

Tak sedikit Mama yang mengira perubahan hanya akan terjadi pada bayi saat proses menyapih berlangsung. Padahal, tubuh juga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri ketika produksi ASI mulai berkurang dan berbagai hormon kembali ke kadar normal.

Dilansir dari Everyday Health, masa menyapih dapat memicu berbagai perubahan fisik maupun emosional yang sering kali tidak disadari. Perubahan tersebut umumnya berkaitan dengan fluktuasi hormon yang terjadi setelah frekuensi menyusui berkurang dan tubuh perlahan mengakhiri masa laktasi.

Lalu, perubahan apa saja yang mungkin terjadi saat Mama berhenti menyusui? Berikut Popmama.com telah merangkum informasinya.

Table of Content

1. Suasana hati menjadi lebih sensitif

1. Suasana hati menjadi lebih sensitif

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh saat Mama Berhenti Menyusui_2.jpg
Magnific/freepik

Sebagian Mama mungkin merasa lebih mudah menangis, sedih, cemas, atau tersinggung setelah mulai mengurangi frekuensi menyusui. Perubahan emosi ini sering kali muncul tanpa alasan yang jelas sehingga membuat banyak ibu khawatir ada sesuatu yang tidak beres dengan dirinya.

Kondisi tersebut sebenarnya berkaitan dengan perubahan hormon yang terjadi selama masa penyapihan. Saat menyusui, tubuh menghasilkan hormon oksitosin dan prolaktin dalam jumlah tinggi. Kedua hormon ini tidak hanya berperan dalam produksi ASI, tetapi juga membantu menciptakan rasa tenang dan memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi.

Cindy Rubin, dokter anak sekaligus spesialis pengobatan menyusui di In Touch Pediatrics and Lactation, Illinois, menjelaskan bahwa perubahan kadar hormon setelah menyusui dapat memengaruhi kondisi emosional perempuan.

"Ketika Mama berhenti menyusui, kadar hormon dapat mengalami fluktuasi yang memengaruhi suasana hati, sama seperti saat hamil atau menyusui," jelas Cindy Rubin yang dilansir dari everyday health.

Perasaan sedih atau lebih sensitif selama masa penyapihan umumnya bersifat sementara. Namun, jika keluhan tersebut berlangsung lama atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

2. Siklus menstruasi bisa berubah

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh saat Mama Berhenti Menyusui_ 3.jpg
Magnific/freepik

Kembalinya menstruasi setelah masa menyusui tidak selalu berlangsung mulus. Sebagian Mama mungkin mendapati siklus haid menjadi tidak teratur, volume darah menstruasi berubah, atau gejala PMS yang terasa berbeda dibandingkan sebelum hamil.

Perubahan tersebut terjadi karena tubuh sedang menyesuaikan kembali keseimbangan hormon reproduksi. Selama menyusui, kadar prolaktin yang tinggi membantu menekan ovulasi. Ketika proses menyapih dimulai, tubuh perlu waktu untuk kembali menjalankan siklus reproduksi seperti sebelumnya.

Melissa Kotlen, konsultan laktasi bersertifikat internasional (IBCLC) sekaligus care manager di Boram Care, New York, menjelaskan bahwa proses ini merupakan bagian dari penyesuaian alami tubuh setelah masa laktasi berakhir.

"Saat menyapih, tubuh sedang belajar bahwa kadar hormon bisa kembali ke tingkat normalnya," ungkap Melissa Kotlen yang dilansir dari everyday health.

Setiap perempuan memiliki pengalaman yang berbeda. Ada yang siklus menstruasinya kembali normal dalam waktu singkat, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu beberapa bulan untuk beradaptasi.

3. Kulit dapat mengalami perubahan

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh saat Mama Berhenti Menyusui_ 4.jpg
Magnific/user18526052

Jika Mama tiba-tiba mengalami jerawat setelah berhenti menyusui, kondisi tersebut sebenarnya cukup umum terjadi. Perubahan hormon setelah masa laktasi berakhir dapat memengaruhi kondisi kulit, termasuk produksi minyak alami pada wajah.

Saat kadar hormon mulai berubah, produksi sebum atau minyak alami kulit dapat meningkat. Kondisi ini membuat pori-pori lebih mudah tersumbat sehingga memicu munculnya jerawat, terutama pada Mama yang memang memiliki riwayat kulit berminyak.

Menurut Cindy Rubin, perubahan hormon selama masa penyapihan memang dapat berdampak pada kondisi kulit.

"Perubahan hormon selama masa penyapihan dapat menyebabkan munculnya jerawat pada sebagian Mama," jelas Cindy Rubin yang dilansir dari everyday health.

Meski demikian, beberapa perubahan kulit yang terjadi selama kehamilan justru dapat membaik setelah menyapih. Stretch mark biasanya mulai memudar secara bertahap dan warna areola yang menggelap dapat kembali mendekati kondisi semula.

4. Tubuh terasa lebih mudah lelah

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh saat Mama Berhenti Menyusui_ 5.jpg
Magnific/Drazen Zigic

Berhenti menyusui tidak selalu membuat tubuh langsung terasa lebih bertenaga. Sebagian Mama justru merasa lebih mudah lelah selama beberapa waktu setelah proses penyapihan dimulai.

Kondisi ini dapat terjadi karena tubuh sedang melakukan penyesuaian hormonal yang cukup besar. Selain itu, pola tidur yang selama ini terbentuk akibat rutinitas menyusui di malam hari juga belum tentu langsung berubah meskipun bayi sudah tidak menyusu.

Melissa Kotlen menjelaskan bahwa perubahan kadar hormon reproduksi dapat berkontribusi terhadap munculnya rasa lelah tersebut.

"Saat kadar estrogen dan progesteron kembali menyesuaikan diri, sebagian perempuan dapat merasakan kelelahan yang cukup signifikan," kata Melissa Kotlen yang dilansir dari everyday health.

Menjaga kualitas tidur, mencukupi kebutuhan cairan, serta mengonsumsi makanan bergizi dapat membantu tubuh melewati masa transisi ini dengan lebih nyaman.

5. Produksi ASI tidak langsung berhenti

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh saat Mama Berhenti Menyusui_ 6.jpg
Magnific/freepik

Banyak Mama mengira produksi ASI akan langsung berhenti ketika bayi tidak lagi menyusu. Faktanya, tubuh membutuhkan waktu untuk menerima sinyal bahwa kebutuhan ASI sudah berkurang.

Pada sebagian perempuan, ASI masih dapat keluar selama beberapa minggu bahkan beberapa bulan setelah proses menyapih selesai. Kondisi ini lebih mungkin terjadi pada Mama yang sebelumnya memiliki produksi ASI cukup banyak.

Cindy Rubin mengatakan bahwa tubuh tidak menghentikan produksi ASI secara instan.

"Produksi ASI dapat terus berlangsung selama berbulan-bulan setelah proses menyapih selesai," ujar Cindy Rubin yang dilansir dari everyday health.

Itulah sebabnya Mama tidak perlu langsung panik apabila masih menemukan sedikit ASI yang keluar setelah berhenti menyusui. Selama tidak disertai keluhan lain, kondisi tersebut umumnya masih tergolong normal.

6. Muncul gejala yang mirip flu

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh saat Mama Berhenti Menyusui_ 7.jpg
Magnific/stockking

Sebagian Mama mengaku mengalami sensasi menggigil atau berkeringat lebih banyak saat proses menyapih berlangsung. Gejala ini terkadang membuat seseorang mengira dirinya sedang terserang flu.

Fluktuasi hormon yang terjadi selama masa penyapihan dapat memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh, termasuk pengaturan suhu tubuh. Akibatnya, Mama mungkin merasa lebih mudah berkeringat atau mengalami sensasi dingin secara tiba-tiba.

Cindy Rubin menjelaskan bahwa perubahan hormon selama masa penyapihan memang dapat menimbulkan gejala yang menyerupai flu.

"Fluktuasi hormon terkadang dapat menyebabkan tubuh mengalami menggigil dan berkeringat," jelas Cindy Rubin yang dilansir dari everyday health,

Meski demikian, Mama perlu waspada jika keluhan tersebut disertai demam tinggi, nyeri payudara, atau muncul benjolan pada payudara. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda mastitis yang memerlukan penanganan medis.

7. Payudara terasa nyeri atau bengkak

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh saat Mama Berhenti Menyusui_ 8.jpg
Magnific/freepik

Payudara yang terasa penuh, kencang, atau nyeri merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami selama masa penyapihan. Keluhan ini biasanya muncul ketika tubuh masih memproduksi ASI sementara frekuensi pengeluarannya mulai berkurang.

Penumpukan ASI dapat menyebabkan payudara membengkak atau mengalami engorgement. Pada beberapa kasus, kondisi tersebut juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman akibat peradangan pada saluran ASI.

Menurut Cindy Rubin, pembengkakan payudara merupakan bagian yang umum terjadi selama proses menyapih.

"Sejumlah pembengkakan pada payudara merupakan bagian yang normal dan memang diperlukan dalam proses menyapih," ungkap Cindy Rubin yang dilansir dari everyday health.

Mengurangi sesi menyusui atau pumping secara bertahap dapat membantu meminimalkan rasa tidak nyaman sekaligus memberi waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan produksi ASI.

8. Gairah seksual bisa meningkat kembali

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh saat Mama Berhenti Menyusui_ 9.jpg
Magnific/freepik

Menurunnya gairah seksual selama menyusui merupakan pengalaman yang cukup umum dialami banyak perempuan. Kondisi ini berkaitan dengan perubahan hormon yang terjadi selama tubuh fokus memproduksi ASI.

Ketika masa menyapih dimulai, kadar estrogen akan perlahan meningkat kembali. Perubahan tersebut dapat membantu mengembalikan libido atau gairah seksual yang sebelumnya menurun selama masa menyusui.

Melissa Kotlen menjelaskan bahwa meningkatnya kadar estrogen dapat memberikan dampak positif terhadap libido.

"Kabar baiknya, setelah menyapih, kadar estrogen akan kembali meningkat dan gairah seksual pun biasanya ikut kembali," kata Melissa Kotlen yang dilansir dari everyday health.

Setiap perempuan memiliki pengalaman yang berbeda. Ada yang merasakan perubahan ini dalam waktu singkat, sementara yang lain membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi.

9. Nafsu makan dan berat badan dapat berubah

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh saat Mama Berhenti Menyusui_ 10.jpg
Magnific/pvproductions

Selama menyusui, tubuh membutuhkan energi tambahan untuk memproduksi ASI. Kebutuhan kalori tersebut dapat mencapai ratusan kalori tambahan setiap harinya sehingga pola makan Mama selama masa menyusui sering kali berbeda dibandingkan sebelumnya.

Ketika proses menyapih dimulai, kebutuhan energi tersebut perlahan menurun. Jika pola makan yang sama tetap dipertahankan tanpa penyesuaian, sebagian perempuan mungkin mengalami perubahan berat badan.

Cindy Rubin menjelaskan bahwa perubahan kebutuhan energi selama masa penyapihan memang dapat memengaruhi pola makan dan berat badan.

"Perubahan kebutuhan energi selama masa penyapihan dapat menyebabkan perubahan nafsu makan dan fluktuasi berat badan," jelas Cindy Rubin yang dilansir dari everyday health.

Menjaga pola makan seimbang, tetap aktif bergerak, dan mencukupi waktu istirahat dapat membantu Mama beradaptasi dengan perubahan kebutuhan energi setelah berhenti menyusui.

Berhenti menyusui merupakan proses alami yang menandai berakhirnya satu fase penting dalam perjalanan menjadi orang tua. Meski dapat memunculkan berbagai perubahan fisik maupun emosional, sebagian besar kondisi tersebut merupakan respons normal tubuh terhadap perubahan hormon yang sedang berlangsung.

Jika Mama merasa ada keluhan yang berlangsung terlalu lama atau mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, bidan, atau konsultan laktasi.

Mama, perubahan apa yang paling terasa saat mulai berhenti menyusui si Kecil?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More