Bukan Cuma bagi Bayi, Ini 5 Manfaat Menggendong bagi Ibu Menyusui

Ini alasan menyusui dan menggendong berkaitan erat

3 Agustus 2020

Bukan Cuma bagi Bayi, Ini 5 Manfaat Menggendong bagi Ibu Menyusui
Popmama.com/Anindita Budhi

Apakah Mama tahu? Para ahli sepakat bahwa anak yang memiliki attachment kuat dengan orangtuanya mampu meregulasi emosi dengan baik, punya imunitas tinggi, dan lebih sukses secara akademik.

Kedekatan dan kelekatan anak dengan orang tua berperan penting dalam dua tahun pertama kehidupan anak. Termasuk bagaimana cara Mama merespons berbagai kebutuhan bayi.

Ibu menyusui pasti tahu dan paham betul bagaimana menyusui menjadi waktu bonding yang berharga. Dari menyusui, kedekatan ibu dan anak semakin bertumbuh dan semakin kuat.

Namun, bukan cuma menyusui saja lho yang bisa jadi kegiatan bonding ibu dan anak. Menggendong juga!

Menyusui dan menggendong itu sepaket. Menggendong juga bukan hanya memberikan manfaat bagi bayi. Berdasarkan hasil penelusuran Popmama.com, berikut lima manfaat menggendong bagi ibu menyusui:

1. Hands free, kedua tangan Mama bisa bebas bergerak

1. Hands free, kedua tangan Mama bisa bebas bergerak
Pexels/Josh Willink

Bulan-bulan pertama kelahiran bayi bisa sangat merepotkan karena si Kecil seolah ‘menuntut’ Mama untuk selalu di dekatnya. Kehidupan mama pun hanya berkutat pada menyusui, menggantikan popok, atau menidurkan bayi.

Meski awalnya menyenangkan, lama kelamaan Mama merasa kewalahan. Jadwal makan sering terlewat, mandi apalagi. Rumah berantakan, cucian menumpuk, belum lagi jika Mama punya anak balita juga.

Apa yang bisa Mama lakukan? Ya, gendong saja si Kecil. Dengan menggendong, Mama tetap bisa beraktivitas di rumah secara aman sambil tetap memantau bayi dalam dekapan.

Bahkan, Mama tetap bisa lho bermain dengan si Kakak sambil membangun kedekatan dengan bayi pada waktu bersamaan. Menakjubkan ya?

Editors' Picks

2. Menjaga keamanan dan kenyamanan bayi saat bepergian

2. Menjaga keamanan kenyamanan bayi saat bepergian
Freepik/studiomay

Terlepas dari larangan bepergian selama masa pandemi Covid-19, menggendong ibarat ‘benteng’ bagi bayi yang memberinya perlindungan selagi bepergian ke luar rumah.

Pergantian lingkungan, suasana, dan waktu yang terasa cepat saat berada di luar rumah bisa membuat bayi tak nyaman. Walhasil, kemungkinan ia rewel akan hal tersebut semakin besar.

Namun, dengan berada dalam gendongan, ia akan tetap merasa aman dan nyaman karena selalu dekat dengan Mama. Bahkan, Mama tetap bisa tahu kapan ia butuh menyusu dan menyusui dengan tersembunyi dari balik kain gendongan.

3. Tetap dekat dengan bayi meski Mama bekerja

3. Tetap dekat bayi meski Mama bekerja
Popmama.com/Anindita Budhi

Selain menyusui, menggendong jadi cara terbaik untuk membangun kedekatan dengan bayi bagi para working mom.

Bekerja seharian di luar rumah tentu membuat Mama lelah begitu pulang. Namun, keinginan dekat dengan bayi seperti obat segala rasa lelah.

Usai menyusui, Mama bisa melanjutkan aktivitas bondingdengan menggendong bayi. Dekapan mama membuat ia bisa tertidur pulas, sementara Mama juga recharge energi sambil menghirup bau harum si Kecil.

4. Meningkatkan produksi ASI

4. Meningkatkan produksi ASI
Unsplash

Ya, menggendong ternyata berpengaruh pada produksi ASI. Tubuh manusia memang bekerja dengan cara yang unik.

Ketika Mama khawatir produksi ASI menurun, segera ambil bayi, gendong, dan lakukan skin-to-skin contact.
Cara ini rupanya akan membuat tubuh mama merilis hormon oksitosin yang dibutuhkan guna meningkatkan produksi ASI.

Booster ASI tak selalu jadi jawaban pertama saat Mama ingin produksi ASI bertambah. Cukup ambil gendongan, dekap si Kecil, dan hormon oksitosin akan membanjiri tubuh sehingga ASI pun menjadi lancar.

5. Mengurangi risiko refluks dan kolik

5. Mengurangi risiko refluks kolik
Popmama.com/Anindita Budhi

Usai menyusu, bayi harus diposisikan tegak pada bahu sambil menepuk punggungnya perlahan, khususnya pada bayi baru lahir.

Sistem pencernaannya belum berkembang sempurna sehingga ia sering gumoh/refluks jika tidak disendawakan setelah menyusu. Menggendong tegak bisa mengurangi risiko itu.

Lebih lanjut, menggendong posisi tegak juga bisa membantu Mama menenangkan bayi yang tengah mengalami kolik.

Saat posisi bayi sedikit meringkuk dekat dada mama, mendengar detak jantung mama sembari diayun-ayun, ia merasa lebih tenang, aman, dan nyaman.

Jangan heran jika usai menggendong, dalam beberapa menit ia sudah tertidur pulas!

Itu dia penjelasan mengenai manfaat menggendong bagi ibu menyusui. Nah, sekarang Mama sudah tahu mengapa menyusui dan menggendong itu begitu erat kan? 

Jangan pernah ragu untuk menggendong si Kecil selama yang ia mau. Masa menggendong itu hanya sekejap mata. Jadi, nikmatilah saat-saat berharga ini bersama si Kecil!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.