Khawatir saat melahirkan adalah sebetulnya adalah hal yang wajar. "Beberapa kekhawatiran bersifat adaptif. Kecemasan adalah respons alami untuk melindungi bayi, dan sering kali hal ini diungkapkan dengan kewaspadaan dan kewaspadaan yang berlebihan," kata Margaret Howard, PhD, direktur depresi pasca persalinan di Day Hospital at Women & Infants di Providence, Pulau Rhode.
Mungkin, beberapa ibu sempat berpikir, bagaimana jika bayinya mati lemas? Atau tergelincir di bawah air saat mandi? Bagaimana jika seseorang masuk ke dalam rumah dan merampasnya? Nah, pikiran-pikiran tersebut mengakibatkan gangguan mental," kata Jonathan Abramowitz, PhD, ketua asosiasi psikologi dan direktur Klinik Gangguan Kecemasan dan Stres di Universitas North Carolina di Chapel Hill.
Kebanyakan mama akan belajar untuk mengabaikannya, sehingga pikiran-pikiran itu berhenti muncul. Tapi, jika kekhawatiran mama tidak berhenti muncul atau tidak rasional, misalnya, kamu sangat takut si kecil akan terluka jika tidak digendong, kekhawatiranmu mungkin disebabkan oleh kecemasan pasca melahirkan.
Gejala-gejala PPA menjadi masalah jika mempengaruhi kehidupan sehari-hari atau mengganggu kemampuanmu untuk beraktivitas. "Kecemasan akan menjadi masalah jika melebihi kenyataan," kata Dr. Howard.