Berat Badan Tak Kunjung Turun setelah Melahirkan, Apa Penyebabnya?

- Perubahan hormon pascapersalinan, termasuk turunnya estrogen-progesteron dan naiknya prolaktin, dapat memperlambat metabolisme, meningkatkan nafsu makan, serta mendorong penyimpanan lemak.
- Menyusui, kurang tidur, stres atau postpartum depression, serta minim aktivitas fisik dapat memicu rasa lapar, emotional eating, dan menurunkan pembakaran kalori harian.
- Tiroiditis pascapersalinan, PCOS, resistensi insulin, dehidrasi, serta pola makan tinggi gula dapat menghambat penurunan berat badan; konsultasi dokter diperlukan bila mencurigai gangguan medis.
Proses pemulihan fisik dan perubahan berat badan setelah melahirkan merupakan perjalanan yang membutuhkan waktu bagi setiap ibu. Banyak Mama yang merasa khawatir ketika angka di timbangan tak kunjung berubah.
Perubahan berat badan pascamelahirkan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Kondisi fisik, perubahan hormon, hingga pola hidup harian memegang peranan besar dalam proses ini.
Memahami pemicunya secara tepat dapat membantu Mama menjalani masa pemulihan dengan lebih tenang. Berikut Popmama.com bagikan berat badan tak kunjung turun setelah melahirkan, apa penyebabnya yang wajib dinotisi!
Table of Content
1. Perubahan hormon dan kenaikan hormon prolaktin

Popmama.com/Erica Santoso/AI Setelah persalinan, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh Mama akan meluncur turun secara drastis. Perubahan drastis ini berdampak langsung pada melambatnya sistem metabolisme tubuh.
Selain itu, hormon prolaktin yang bertugas memproduksi ASI juga akan terdorong meningkat. Efeknya, hormon ini bisa merangsang nafsu makan dan mendorong tubuh menyimpan cadangan lemak.
Proses penyesuaian hormon ini merupakan hal yang alami dan membutuhkan waktu untuk kembali seimbang.
2. Efek menyusui yang meningkatkan rasa lapar

Popmama.com/Erica Santoso/AI Menyusui memang membantu membakar kalori ekstra setiap harinya secara alami. Namun, proses ini juga memicu rasa lapar berlebihan yang membuat Mama terdorong makan lebih banyak.
Tubuh secara otomatis akan menyimpan sebagian cadangan lemak demi menjaga kestabilan pasokan ASI bagi si Kecil.
Mengutip dari Byram Baby, tubuh membutuhkan asupan nutrisi seimbang untuk mendukung masa laktasi tanpa harus membatasi makanan secara ekstrem.
3. Masalah kesehatan medis seperti tiroiditis atau PCOS

Popmama.com/Erica Santoso/AI Kondisi medis tertentu bisa menjadi penyebab utama timbangan sulit bergeser. Misalnya gangguan tiroiditis pascapersalinan yang meredam laju metabolisme pembakaran kalori.
Begitu pula dengan kondisi PCOS atau resistensi insulin yang memengaruhi cara tubuh dalam mengolah dan menyimpan lemak.
Jika Mama mencurigai adanya gangguan kesehatan ini, ada baiknya segera melakukan konsultasi dengan dokter medis.
4. Pengaruh postpartum depression dan tingkat stres

Popmama.com/Erica Santoso/AI Masa-masa menjadi orangtua baru sangat rentan memicu stres emosional hingga postpartum depression. Hormon stres yang melonjak dapat menaikkan napsu makan dan memicu kebiasaan emotional eating.
Kondisi psikologis yang tertekan juga kerap menurunkan motivasi Mama untuk menjaga pola makan maupun berolahraga.
Mengelola tingkat stres melalui dukungan keluarga atau bantuan konselor sangat krusial dalam memulihkan emosi.
5. Kondisi kurang tidur kronis pascamelahirkan

Popmama.com/Erica Santoso/AI Pola tidur bayi yang belum teratur memaksa Mama sering kali harus terjaga sepanjang malam. Kurang tidur yang berkepanjangan akan merusak keseimbangan hormon pengatur nafsu makan.
Tubuh cenderung memproduksi lebih banyak hormon pemicu rasa lapar ketika mengalami kelelahan yang sangat parah.
Manfaatkan waktu luang untuk tidur siang saat si Kecil sedang terlelap demi mencukupi waktu istirahat harian.
6. Kurangnya aktivitas fisik karena fokus merawat bayi

Popmama.com/Erica Santoso/AI Menjaga si Kecil memakan banyak waktu dan energi sehingga waktu untuk berolahraga tergolong minim. Rendahnya aktivitas fisik tentu berdampak pada pembakaran kalori harian yang menyusut.
Mama bisa memulai gerakan ringan secara bertahap seperti berjalan santai mengelilingi rumah bersama bayi.
Pastikan sudah mendapatkan izin dari dokter sebelum memulai aktivitas fisik pascapersalinan.
7. Dehidrasi dan pemilihan pola makan yang kurang tepat

Popmama.com/Erica Santoso/AI Asupan cairan yang kurang memadai dapat memperlambat kinerja metabolisme dan memicu retensi air pada tubuh. Keadaan dehidrasi juga kerap memicu timbulnya rasa lelah yang membuat tubuh enggan bergerak.
Ditambah lagi konsumsi makanan olahan atau camilan tinggi gula yang makin mempersulit proses penurunan berat badan.
Fokuslah mengonsumsi makanan utuh bernutrisi serta minum air putih yang cukup sepanjang hari.
Penurunan berat badan usai melahirkan adalah proses bertahap yang membutuhkan waktu, kesabaran, dan ketelatenan. Jangan terlalu menekan diri sendiri dan nikmatilah setiap momen berharga bersama si Kecil sambil perlahan menerapkan pola hidup sehat!




















