Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Penghambat Tumbuh Kembang Janin yang Harus Diwaspadai Ibu Hamil

5 Penghambat Tumbuh Kembang Janin yang Harus Diwaspadai Ibu Hamil
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • IUGR adalah kondisi janin berukuran lebih kecil dari usia kehamilan, berisiko menimbulkan komplikasi.

  • Terdapat lima faktor utama penghambat tumbuh kembang janin.

  • Pencegahan dilakukan dengan menjaga gaya hidup dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pertumbuhan janin terhambat atau intrauterine growth restriction (IUGR) adalah kondisi ketika ukuran janin lebih kecil dibandingkan usia kehamilannya. Kondisi ini tidak hanya dilihat dari ukuran janin saja, tetapi juga perlu mempertimbangkan indikator lain seperti berat badan janin dan jumlah air ketuban yang bisa berada di bawah batas normal.

IUGR dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, baik selama kehamilan maupun setelah persalinan. Karena itu, kondisi ini perlu dipantau secara serius melalui pemeriksaan kehamilan rutin agar dapat terdeteksi sejak dini dan ditangani dengan tepat.

dr. Budi Darmawan Sp.OG melalui konten edukasi di akun Instagram pribadinya @budidarmawanspog, menjelaskan bahwa ada lima faktor yang dapat memengaruhi atau menghambat pertumbuhan janin.

Lebih lanjut, berikut rangkuman informasi dari Popmama.com mengenai penghambat tumbuh kembang janin yang harus diwaspadai ibu hamil.

Table of Content

1. Asupan nutrisi Mama yang kurang

1. Asupan nutrisi Mama yang kurang

Asupan nutrisi Mama yang kurang
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Janin mendapatkan seluruh kebutuhan nutrisi melalui Mama, tepatnya lewat plasenta yang berfungsi sebagai “jembatan” pertukaran oksigen dan zat gizi dari darah mama ke janin.

Jika asupan nutrisi Mama tidak mencukupi, maka suplai nutrisi yang sampai ke janin juga bisa berkurang. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko pertumbuhan janin terhambat (IUGR).

Berikut beberapa  nutrisi yang perlu dipenuhi ibu hamil:

  • Asam folat (400–600 mcg/hari)

  • Zat besi (27 mg/hari)

  • Kalsium (1.000 mg/hari)

  • Iodium (220 mcg/hari)

  • Protein (71 g/hari)

  • Vitamin D (600 IU/hari)

  • DHA/Omega-3 (200–300 mg/hari) 

2. Kondisi kesehatan fisik dan psikologis ibu hamil

Kondisi kesehatan fisik dan psikologis ibu hamil
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Kondisi kesehatan Mama selama kehamilan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan janin. Beberapa gangguan seperti tekanan darah tinggi, preeklamsia atau masalah pada pembuluh darah dapat menghambat aliran darah ke plasenta. Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan janin menjadi tidak optimal, sehingga dapat memengaruhi proses tumbuh kembangnya di dalam kandungan.

Selain kesehatan fisik, kondisi psikologis Mama juga berperan penting. Berdasarkan Kementerian Kesehatan, gangguan psikologis selama kehamilan dapat meningkatkan risiko seperti gangguan perkembangan janin, kelahiran prematur, dan bayi berat lahir rendah (BBLR).

3. Infeksi saat kehamilan

Infeksi saat kehamilan
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Infeksi yang terjadi selama kehamilan dapat mengganggu proses tumbuh kembang janin serta meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Infeksi ini muncul ketika kuman seperti bakteri, virus, atau jamur masuk ke dalam tubuh ibu hamil dan memicu reaksi dari sistem imun. Dampaknya bisa ringan hingga berat, tergantung jenis infeksi, waktu terjadinya, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Beberapa infeksi yang cukup sering dialami ibu hamil antara lain infeksi saluran kemih (ISK), infeksi pernapasan, infeksi menular seksual (IMS), dan vaginosis bakterial. Masing-masing jenis infeksi memiliki risiko yang berbeda, sehingga perlu dikenali sejak dini dan segera mendapatkan penanganan agar tidak berdampak pada kehamilan dan perkembangan janin.

4. Paparan zat berbahaya

Paparan zat berbahaya
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Paparan zat berbahaya selama kehamilan, seperti asap rokok (termasuk menjadi perokok pasif), alkohol, dan berbagai zat kimia beracun lainnya, dapat mengganggu proses tumbuh kembang janin. Zat-zat tersebut dapat masuk ke dalam tubuh Mama dan memengaruhi aliran oksigen serta nutrisi yang seharusnya diterima oleh janin.

Jika paparan terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan, kelahiran prematur, hingga berat badan lahir rendah. Karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk tidak merokok dan menghindari lingkungan yang terpapar asap rokok, tidak mengonsumsi alkohol, serta berhati-hati terhadap paparan bahan kimia berbahaya sehari-hari.

5. Kelainan genetik atau kromosom

Kelainan genetik atau kromosom
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Kelainan genetik atau gangguan kromosom terjadi ketika ada perubahan atau ketidakseimbangan pada materi genetik yang dimiliki janin sejak awal pembentukan. Kondisi ini dapat memengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan organ-organ tubuh, sehingga perkembangan janin tidak berjalan secara optimal.

Cara Mencegah Kehamilan Mengalami Hambatan

 Cara mencegah kehamilan mengalami hambatan
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Tidak semua gangguan pertumbuhan janin dapat dicegah, terutama jika disebabkan oleh faktor genetik. Namun, banyak faktor lain yang bisa diminimalkan dengan menjaga pola hidup dan pemeriksaan kehamilan yang rutin.

Apabila penyebabnya berkaitan dengan nutrisi, ibu hamil dapat memperbaiki pola makan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Sementara itu, jika berkaitan dengan kondisi kesehatan, infeksi, atau paparan zat berbahaya, pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan, menghindari asap rokok dan alkohol, tidak mengonsumsi obat tanpa anjuran dokter.

Itu berbagai penghambat tumbuh kembang janin yang harus diwaspadai ibu hamil. Yuk, lebih aware lagi selama kehamilan demi keselamatan mama dan janin!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More