Menjelang trimester ketiga, wajar sekali jika Mama merasa lebih waspada terhadap segala perkembangan di dalam rahim. Salah satu istilah medis yang mungkin membuat Mama bertanya-tanya atau bahkan merasa khawatir saat mendengar hasil USG adalah pengapuran plasenta. Mendengar kata "pengapuran" sering kali membuat pikiran kita melayang pada kondisi tulang, padahal proses ini terjadi pada organ vital yang menjadi penyambung nutrisi antara Mama dan si Kecil. Karena banyak yang masih awam dengan kondisi ini, tak heran jika banyak ibu hamil yang bertanya-tanya sebenarnya apa penyebab pengapuran pada plasenta?
Plasenta sendiri memiliki masa hidup yang terbatas. Seiring bertambahnya usia kehamilan, plasenta memang akan mengalami proses penuaan alami sebagai bagian dari siklus kehamilan yang normal. Namun, ketika proses penuaan ini terjadi lebih awal atau lebih cepat dari waktu yang seharusnya, di sinilah dokter biasanya akan memantau kondisi tersebut lebih intensif untuk memastikan janin tetap mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi yang cukup.
Lalu, apa sebenarnya yang memicu kondisi ini? Apakah gaya hidup, faktor keturunan, atau justru ada kondisi kesehatan tertentu yang mendasarinya? Memahami penyebabnya adalah langkah awal agar Mama tidak perlu panik berlebihan, melainkan bisa lebih bijak dalam berkonsultasi dengan dokter kandungan.
Berikut ini Popmama.com sudah merangkum beberapa faktor penyebab dan kondisi yang berkaitan dengan kondisi plasenta yang perlu Mama pahami
