Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Penyebab Pingsan saat Menstruasi yang Wajib Mama Ketahui

Penyebab Pingsan saat Menstruasi yang Wajib Mama Ketahui
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Pingsan atau hampir pingsan saat menstruasi dapat menandakan gangguan kesehatan, bukan keluhan sepele, terutama bila disertai lemas, pusing, atau kehilangan kesadaran berulang.
  • Perdarahan menstruasi berlebihan dan anemia akibat kekurangan zat besi dapat menurunkan pasokan oksigen serta tekanan darah, memicu tubuh lemas, pucat, sesak napas, pusing, hingga pingsan.
  • Prostaglandin tinggi, nyeri berat dengan respons vasovagal, dehidrasi, dan gula darah rendah dapat memicu tekanan darah turun; jaga cairan, makan teratur, serta konsultasikan keluhan berulang ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menstruasi sering kali datang bersamaan dengan rasa kram, perut mulas, hingga perubahan suasana hati yang naik turun. Namun, sebagian perempuan juga kerap merasakan gejala lain yang cukup mengganggu, seperti tubuh lemas, pusing, hingga kehilangan kesadaran secara mendadak. Kondisi ini tentu saja bisa membuat aktivitas harian menjadi terhambat dan mendatangkan rasa cemas tersendiri.

Melansir dari dr. Me Ghodhbani, banyak orang mengira keluhan semacam ini merupakan hal sepele yang wajar dialami oleh siapa saja setiap bulannya. Padahal, sensasi hampir pingsan di periode bulanan bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang mengalami gangguan kesehatan tertentu yang perlu mendapatkan perhatian khusus. 

Biar tidak salah langkah dalam mengenali gejalanya, berikut Popmama.com bagikan penyebab pingsan saat menstruasi yang harus Mama pahami.

  1. 1. Kehilangan darah yang terlalu banyak

    Kehilangan darah yang terlalu banyak
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Salah satu pemicu utama rasa ingin pingsan saat haid adalah volume darah yang keluar terlalu banyak. Kondisi ini tentu akan mengurangi jumlah sirkulasi darah serta pasokan oksigen yang beredar di dalam tubuh kita.

    Akibatnya, tekanan darah bisa menurun secara drastis dan membuat kepala terasa ringan hingga melayang. Mama yang mengalami perdarahan berlebih biasanya akan merasa sangat lemas, terutama pada hari-hari awal siklus menstruasi.

    Oleh karena itu, selalu perhatikan intensitas perdarahan bulanan agar tidak sampai memicu risiko kesehatan yang membahayakan. Memeriksakan diri ke dokter adalah langkah bijak jika volume darah dirasa tidak normal.

  2. 2. Anemia atau kekurangan zat besi

    Anemia atau kekurangan zat besi
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Kehilangan darah secara terus-menerus setiap bulan dapat menguras cadangan zat besi yang ada di dalam tubuh. Padahal, zat besi sangat dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin pembawa oksigen ke seluruh jaringan organ vital.

    Ketika kadar zat besi menurun drastis, tubuh akan kekurangan energi dan membuat Mama menjadi sangat mudah lelah. Gejala tambahannya sering kali berupa kulit tampak pucat, sesak napas, hingga sering merasa pusing mendadak.

    Kondisi anemia defisiensi besi ini membuat tubuh kesulitan beradaptasi dengan perubahan fisik selama masa menstruasi. Menjaga asupan makanan bernutrisi tinggi zat besi sangat membantu mencegah timbulnya masalah ini.

  3. 3. Lonjakan hormon prostaglandin tinggi

    Lonjakan hormon prostaglandin tinggi
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Selama masa haid, dinding rahim secara alami akan memproduksi zat kimia bernama prostaglandin untuk membantu proses peluruhan. Namun, kadar zat kimia ini yang terlalu tinggi justru bisa memengaruhi organ tubuh lainnya secara menyeluruh.

    Lonjakan prostaglandin sering kali memicu rasa mual, muntah, diare, serta penurunan tekanan darah yang cukup signifikan. Hal inilah yang kerap membuat tubuh Mama terasa sangat lemas dan tidak bertenaga selama menstruasi berlangsung.

    Kram perut yang terlampau hebat akibat zat ini juga berkontribusi besar memunculkan rasa ingin pingsan. Mengelola nyeri dengan tepat akan sangat membantu meredakan dampak buruk dari lonjakan hormon tersebut.

  4. 4. Respons vasovagal akibat nyeri berat

    Respons vasovagal akibat nyeri berat
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Nyeri haid yang sangat hebat ternyata dapat merangsang saraf vagus di dalam tubuh secara berlebihan. Rangsangan ini lantas memicu apa yang disebut sebagai respons vasovagal pada sistem saraf kita.

    Dampaknya, denyut jantung akan melambat, tekanan darah menurun tajam, dan aliran darah ke otak pun berkurang. Tidak heran jika kemudian muncul gejala pusing mendadak, keringat dingin, penglihatan kabur, hingga pingsan.

    Inilah alasan medis mengapa nyeri haid berat tidak boleh dianggap sepele begitu saja oleh para perempuan. Segera cari posisi duduk atau berbaring yang nyaman begitu tanda-tanda awal pusing mulai terasa.

  5. 5. Dehidrasi dan gula darah rendah

    IMG_8364.png
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Banyak perempuan tidak menyadari bahwa kekurangan cairan tubuh dapat memperparah rasa pusing saat menstruasi. Terlebih jika Mama mengalami diare atau muntah akibat prostaglandin, risiko dehidrasi tentu akan semakin meningkat.

    Selain itu, perubahan hormon juga bisa memengaruhi nafsu makan sehingga sebagian orang kerap melewatkan waktu makan. Padahal, kondisi gula darah yang terlalu rendah akan memicu tubuh gemetar, lemas, dan ingin pingsan.

    Pastikan kebutuhan cairan tubuh selalu terpenuhi dengan minum air putih secara cukup setiap harinya. Mengonsumsi makanan bergizi secara teratur juga ampuh menjaga kestabilan energi selama periode haid.

    Tetap utamakan kesehatan dan jangan ragu berkonsultasi dengan dokter ya, Ma, jika keluhan pingsan ini sering berulang!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More