Jarang Disadari, Ini 7 Penyebab Kulit Berminyak pada Ibu Hamil

- Perubahan hormon kehamilan memicu produksi sebum berlebihan, terutama di area wajah.
- Kelenjar minyak bekerja lebih aktif selama hamil, sehingga membuat kulit rentan terhadap jerawat.
- Peningkatan aliran darah dan faktor genetik juga berperan dalam kondisi kulit berminyak pada ibu hamil.
Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh, mulai dari fisik hingga kondisi kulit yang sering kali berubah tanpa disadari. Salah satu keluhan yang cukup sering dirasakan ibu hamil, yakni kulit wajah yang terasa lebih berminyak dari biasanya, bahkan pada ibu hamil yang sebelumnya memiliki kulit normal.
Perubahan ini kerap membuat sebagian ibu hamil merasa kurang nyaman karena wajah tampak mengilap, mudah berjerawat, dan terasa lengket saat disentuh. Tak jarang, kondisi kulit berminyak juga memengaruhi rasa percaya diri, terutama saat mama harus beraktivitas di luar rumah.
Kulit berminyak saat hamil sebenarnya merupakan kondisi yang umum dan wajar terjadi sebagai bagian dari proses adaptasi tubuh terhadap perubahan hormon. Untuk membantu Mama memahami kondisi ini dengan lebih tenang, Popmama.com telah merangkum beberapa penyebab kulit berminyak pada ibu hamil berdasarkan penjelasan medis dan perubahan alami selama kehamilan.
Dengan mengetahui faktor-faktor pemicunya, Mama bisa lebih bijak dalam merawat kulit tanpa merasa khawatir berlebihan.
Yuk, disimak penjelasan lengkapnya!
Kumpulan Penyebab Kulit Berminyak pada Ibu Hamil
1. Perubahan hormon kehamilan

Salah satu penyebab utama kulit berminyak pada ibu hamil terjadi karena perubahan hormon yang signifikan, terutama peningkatan hormon estrogen dan progesteron. Hormon-hormon ini dapat merangsang kelenjar minyak untuk memproduksi sebum dalam jumlah lebih banyak.
Produksi minyak berlebih inilah yang membuat kulit tampak lebih mengilap, khususnya di area wajah seperti dahi, hidung, dan dagu. Kondisi ini biasanya mulai terasa sejak trimester pertama kehamilan.
Meski terasa mengganggu, perubahan hormon tersebut menjadi bagian alami dari proses kehamilan yang tidak bisa dihindari sepenuhnya.
2. Produksi sebum yang meningkat

Selama hamil, kelenjar sebaceous atau kelenjar minyak bekerja lebih aktif dari biasanya. Hal ini terjadi sebagai respons tubuh terhadap perubahan hormonal yang bertujuan melindungi kulit agar tetap lembap.
Namun, produksi sebum yang berlebihan justru membuat kulit terasa sangat berminyak dan rentan terhadap penyumbatan pori-pori. Jika tidak dibersihkan dengan baik, kondisi ini dapat memicu munculnya jerawat.
Peningkatan sebum juga sering kali terjadi di area tubuh lain, seperti punggung dan dada, jadi bukan hanya wajah.
3. Perubahan aliran darah

Kehamilan menyebabkan peningkatan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke kulit. Aliran darah yang lebih lancar ini membuat kulit tampak lebih cerah, tetapi juga dapat merangsang aktivitas kelenjar minyak.
Akibatnya, kulit mama bisa terlihat lebih berminyak dan hangat, terutama saat berada di lingkungan dengan suhu tinggi. Kondisi ini dikenal juga sebagai pregnancy glow, meski tidak selalu terasa menyenangkan bagi semua ibu hamil.
Perubahan aliran darah ini biasanya bersifat sementara dan akan berangsur normal setelah melahirkan.
4. Faktor genetik

Faktor keturunan juga berperan dalam menentukan kondisi kulit selama kehamilan. Jika Mama atau keluarga memiliki riwayat kulit berminyak, maka kemungkinan besar kondisi ini akan semakin terasa saat hamil.
Genetik memengaruhi seberapa aktif kelenjar minyak bekerja, sehingga perubahan hormon kehamilan dapat memperkuat kondisi kulit berminyak yang sudah ada sebelumnya. Hal ini membuat sebagian ibu hamil mengalami kulit yang jauh lebih berminyak dibandingkan yang lain.
Meski tidak bisa diubah, faktor genetik tetap bisa dikelola dengan perawatan kulit yang tepat dan lembut.
5. Stres dan perubahan emosional

Perubahan emosi selama kehamilan, seperti stres, cemas, atau mudah lelah, juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Saat stres, tubuh akan memproduksi hormon kortisol yang dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit.
Kondisi emosional yang tidak stabil ini sering kali tidak disadari sebagai pemicu kulit berminyak. Padahal stres berlebihan bisa memperparah kondisi kulit dan memicu jerawat.
Menjaga kesehatan mental selama kehamilan menjadi penting ya, Ma. Tidak hanya untuk janin, tetapi juga untuk kesehatan kulit mama.
6. Pola makan yang berubah

Selama hamil, pola makan bisa mengalami perubahan, baik dari segi porsi maupun jenis makanan. Konsumsi makanan tinggi lemak, gula, atau olahan dapat memengaruhi keseimbangan minyak pada kulit.
Beberapa jenis makanan juga dapat memicu peradangan dalam tubuh, yang berdampak pada produksi sebum berlebih. Hal ini membuat kulit terasa lebih berminyak dan mudah berjerawat.
Menjaga pola makan seimbang dengan asupan nutrisi yang cukup dapat membantu mengontrol kondisi kulit selama kehamilan.
7. Penggunaan produk perawatan yang tidak sesuai

Tanpa disadari, penggunaan produk perawatan kulit yang terlalu keras atau tidak cocok untuk kondisi kulit ibu hamil bisa memperparah minyak berlebih. Produk dengan kandungan alkohol tinggi, misalnya, dapat membuat kulit kehilangan kelembapan alami.
Saat kulit terasa kering akibat produk yang tidak tepat, tubuh justru akan memproduksi lebih banyak minyak sebagai kompensasi. Akibatnya, kulit mama menjadi semakin berminyak.
Memilih produk perawatan yang lembut dan aman untuk ibu hamil sangat penting agar keseimbangan kulit tetap terjaga.
Itulah beberapa penyebab kulit berminyak pada ibu hamil yang perlu diketahui. Dengan memahami penyebabnya, Mama bisa lebih bijak dalam merawat kulit selama masa kehamilan dan tetap merasa nyaman dengan perubahan yang terjadi.
FAQ Seputar Kulit Berminyak pada Ibu Hamil
| Apakah kulit berminyak saat hamil itu normal? | Ya, kulit berminyak saat hamil merupakan kondisi yang umum dan wajar terjadi akibat perubahan hormon, terutama peningkatan estrogen dan progesteron. |
| Kapan kulit berminyak biasanya mulai muncul saat hamil? | Kulit berminyak dapat mulai terasa sejak trimester pertama dan bisa berlanjut hingga trimester kedua atau ketiga, tergantung kondisi tubuh masing-masing ibu hamil. |
| Apakah kulit berminyak saat hamil bisa menyebabkan jerawat? | Bisa. Produksi minyak berlebih dapat menyumbat pori-pori sehingga meningkatkan risiko jerawat jika kebersihan dan perawatan kulit tidak dijaga dengan baik. |


















