Kisah Dayna, Mama 5 Anak yang Terus Menyusui Lebih dari 14 Tahun

Dayna Jangles, host The Oxytocin Hour, membagikan pengalamannya menjalani perjalanan menyusui lebih dari 14 tahun bersama lima anak dengan tantangan yang berbeda di setiap kehamilan dan masa menyusui.
Meski telah berpengalaman, Dayna mengaku tetap menghadapi berbagai tantangan, mulai dari menyusui setelah operasi payudara hingga menjadi donor ASI, sehingga menurutnya tidak ada perjalanan menyusui yang benar-benar sama.
Kisah Dayna sejalan dengan rekomendasi WHO yang mendukung pemberian ASI hingga usia dua tahun atau lebih sesuai keinginan ibu dan anak, selama kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi.
Menyusui merupakan perjalanan yang berbeda bagi setiap mama. Ada yang menyapih anak setelah usia dua tahun, tetapi ada pula yang memilih terus menyusui hingga anak berhenti dengan sendirinya. Pilihan ini dikenal sebagai extended breastfeeding atau menyusui jangka panjang.
Salah satu kisah yang menarik perhatian datang dari Dayna Jangles, host podcast The Oxytocin Hour asal Australia. Dalam salah satu episodenya, Dayna membagikan bahwa ia telah menjalani perjalanan menyusui selama lebih dari 14 tahun bersama kelima anaknya.
Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa setiap perjalanan menyusui memiliki tantangan dan cerita yang berbeda.
Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.
Table of Content
1. Menyusui lima anak selama lebih dari 14 tahun

Dalam episode "The Infant Feeding Journeys x 5 – Ep. 15", Dayna menceritakan bahwa dirinya telah menjalani lebih dari 14 tahun perjalanan menyusui. Selama rentang waktu tersebut, ia menyusui kelima anaknya dengan pengalaman yang tidak pernah sama satu sama lain.
Menurut Dayna, banyak orang mengira mama yang sudah berpengalaman akan selalu menjalani proses menyusui dengan mudah. Padahal, setiap bayi memiliki kebutuhan, kemampuan menyusu, dan tantangan yang berbeda sehingga tidak ada satu pengalaman yang bisa dijadikan patokan untuk semua anak.
2. Tidak semua perjalanan menyusui berjalan mulus

Meski telah menyusui selama bertahun-tahun, Dayna mengaku tidak semua pengalamannya berjalan sesuai harapan. Dalam podcast tersebut, ia mengisahkan pernah menyusui setelah menjalani operasi pembesaran payudara, menjadi donor ASI, hingga memiliki pengalaman menyusui anak yang bukan anak kandungnya. Seluruh pengalaman tersebut memberikan tantangan yang berbeda-beda.
Ia juga menekankan bahwa menyusui bukan sekadar memberikan nutrisi kepada bayi, tetapi juga proses belajar yang terus berlangsung bagi mama. Karena itu, menurut Dayna, tidak ada alasan bagi seorang mama untuk merasa gagal apabila mengalami hambatan selama menyusui.
3. Dayna ingin membagikan pengalaman agar mama tidak merasa sendirian

Melalui podcast The Oxytocin Hour, Dayna secara rutin menghadirkan kisah para mama, papa, bidan, hingga konselor laktasi mengenai kehamilan, persalinan, menyusui, dan masa menjadi orangtua. Ia berharap cerita-cerita tersebut dapat memberikan dukungan emosional sekaligus menjadi sumber informasi bagi keluarga yang sedang menjalani perjalanan serupa.
Menurut Dayna, pengalaman positif maupun sulit sama-sama layak untuk dibagikan. Dengan begitu, para orangtua dapat melihat bahwa perjalanan menyusui tidak selalu sempurna, tetapi tetap bisa menjadi pengalaman yang berharga.
4. Menyusui jangka panjang diperbolehkan menurut WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Setelah itu, bayi mulai mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI), sementara pemberian ASI dapat dilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih sesuai keinginan ibu dan anak.
Artinya, keputusan untuk melanjutkan menyusui setelah anak berusia dua tahun merupakan pilihan pribadi yang dapat dilakukan selama kebutuhan nutrisi anak dari makanan pendamping tetap terpenuhi.
5. Setiap perjalanan menyusui memiliki waktunya masing-masing

Kisah Dayna menunjukkan bahwa tidak ada aturan baku mengenai kapan seorang ibu harus berhenti menyusui, selama ibu dan anak sama-sama merasa nyaman serta tumbuh kembang anak tetap terpantau dengan baik.
Pada akhirnya, setiap keluarga memiliki perjalanan yang berbeda. Ada yang menyapih lebih awal, ada pula yang menjalani extended breastfeeding. Hal terpenting yakni memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi dan keputusan tersebut diambil berdasarkan kondisi ibu dan anak, bukan karena tekanan dari lingkungan.





















