Mual dan muntah
Studi menunjukkan bahwa 42% dan 70% dari 2.270 perempuan mengalami mual serta muntah pada tingkat sedang dan berat yang berdampak terhadap penurunan tingkat asupan makanan. Kondisi ini terjadi akibat perubahan hormon leptin dan hCG yang memengaruhi sistem pencernaan sehingga nafsu makan berkurang serta memicu rasa mual dan muntah.
Untuk mengurangi keluhan tersebut, Mama dapat menghindari makanan berlemak atau pedas. Sebagai gantinya, Mama dapat mengonsumsi makanan atau camilan yang lebih mudah ditoleransi, seperti makanan kering, asin, atau hambar.
Aroma tidak sedap
Selama masa kehamilan, indra penciuman serta indra pengecap mama akan menjadi lebih tajam dan sensitif dibandingkan biasanya. Kondisi ini memicu rasa tidak nyaman bagi Mama terhadap aroma atau rasa makanan, bahkan Mama dapat merasa tidak nyaman atau menolak makanan yang sebelumnya disukai.
Kesehatan mental
Studi menjelaskan bahwa 51% dari 94 perempuan hamil mengalami penurunan asupan makanan saat menderita depresi. Perempuan hamil cenderung lebih rentan terhadap masalah kesehatan mental karena perubahan fisik dan biokimia selama kehamilan. Kondisi mental yang tidak stabil saat masa kehamilan akan memengaruhi kesehatan tubuh mama dan janin karena kurangnya asupan makanan bergizi dan bernutrisi.
Obat-obatan
Studi menjelaskan bahwa beberapa jenis obat medis dapat memengaruhi penurunan nafsu makan bagi perempuan yang sedang mengalami kehamilan. Oleh karena itu, Mama mungkin akan merasa lebih cepat kenyang atau kehilangan selera makan sepenuhnya setelah mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Faktor lainnya
Penurunan nafsu makan saat masa kehamilan juga dapat disebabkan oleh faktor lain, seperti gangguan pencernaan atau kondisi medis tertentu. Untuk mengetahui penyebab serta penanganan lebih tepat, segera konsultasikan kondisi yang dialami Mama dengan dokter.
Lapar tapi Tidak Selera Makan saat Hamil Muda, Harus Bagaimana?

- Kehilangan selera makan normal pada trimester pertama kehamilan
- Faktor seperti mual, aroma tidak sedap, kesehatan mental, dan obat-obatan memengaruhi nafsu makan
- Makan sering dengan porsi kecil, konsumsi makanan mudah dicerna, istirahat dan terhidrasi penting untuk mengatasi kondisi ini
Kehilangan selera makan merupakan kondisi normal yang dialami selama masa kehamilan, khususnya pada trimester pertama. Namun, kondisi tersebut akan berangsur membaik menjelang trimester kedua seiring tubuh mama beradapatsi terhadap perubahan hormon.
Selain pengaruh hormonal, terdapat pengaruh lain yang juga memicu penurunan nafsu makan saat masa kehamilan. Oleh karena itu, memenuhi kebutuhan gizi bagi tubuh mama dan janin saat selera makan sedang hilang tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi Mama selama kehamilan.
Kira-kira faktor lain apa yang memengaruhi kondisi ini? Yuk, ketahui penyebab serta cara mengatasi hilangnya nafsu makan saat hamil, melalui artikel Popmama.com berikut!
Table of Content
Penyebab Ibu Hamil Kehilangan Selera Makan

Kehilangan selera makan merupakan hal berbeda dibandingkan dengan sekadar enggan mengonsumsi jenis makanan tertentu. Saat Mama kehilangan selera makan, Mama cenderung tidak berselera terhadap setiap makanan, bahkan Mama tidak berselera terhadap makanan yang sebelumnya Mama sukai.
Berdasarkan beberapa data studi oleh PubMed Central, kondisi hilangnya nafsu makan pada trimester pertama kehamilan tidak hanya dipicu oleh hormonal, tetapi juga dapat dipicu oleh faktor lain, seperti:
Cara Mengatasi Kehilangan Selera Makan saat Hamil

Memenuhi kebutuhan nutrisi saat kehamilan merupakan hal penting bagi kesehatan mama dan calon bayi. Oleh karena itu, berikut ini beberapa cara untuk membantu Mama agar tetap mengonsumsi makanan meski selera makan sedang menurun pada kehamilan trimester pertama.
Caranya adalah sebagai berikut:
Makan sering dengan porsi kecil
Mama tidak perlu memaksakan diri untuk makan dalam porsi besar sekaligus karena hanya akan membuat diri Mama kewalahan dan tidak nyaman. Sebagai gantinya, Mama dapat mengonsumsi makanan dalam porsi kecil setiap 2-3 jam sekali agar kebutuhan nutrisi mama dan calon bayi tetap terpenuhi.
Selain makanan berat, Mama juga dapat mengonsumsi camilan bernutrisi, seperti smoothie, yoghurt, atau biskuit gandum untuk membantu mencegah rasa mual dan menjaga kadar gula darah. Sebaiknya, Mama menghindari makanan pedas dan berlemak karena berpotensi memperparah rasa tidak nyaman pada pencernaan.
Konsumsi makanan yang mudah dicerna
Mama tidak perlu memaksakan diri untuk mengonsumsi makanan yang tidak disukai. Sebagai gantinya, Mama dapat mengonsumsi makanan yang lebih mudah diterima dan dicerna oleh perut, seperti pisang atau kentang tumbuk, agar Mama tetap nyaman saat makan.
Konsumsi makanan sesuai suhu ruang
Makanan panas cenderung memiliki aroma kuat atau menyengat yang menyebabkan nafsu makan Mama cenderung menurun dan tidak nyaman untuk mengonsumsi makanan tersebut. Oleh karena itu, Mama dapat mengonsumsi makanan yang temperaturnya dingin atau sesuai suhu ruangan karena aromanya lebih mudah ditoleransi.
Istirahat dan kurangi stres
Stres dan kelelahan yang dialami Mama dapat memengaruhi penurunan selera makan. Oleh karena itu, pastikan Mama memiliki waktu istirahat yang cukup serta menghindari aktivitas berlebihan agar tubuh tetap rileks dan terhindar dari stres.
Tetap terhidrasi
Kondisi tubuh yang dehidrasi akan memperburuk rasa mual serta kelelahan. Penting bagi Mama untuk terus memastikan kondisi tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik. Jika Mama merasa mual dalam mengonsumsi air mineral seperti biasa, Mama dapat menggabungkan air mineral tersebut dengan minuman lain, seperti air limun, sirup buah, atau teh herbal agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi.
Konsumsi suplemen atau vitamin kehamilan
Jika Mama merasa sangat kesulitan dalam memenuhi asupan makanan akibat hilangnya nafsu makan, Mama dapat mempertimbangkan untuk konsumsi suplemen atau vitamin kehamilan untuk menunjang kebutuhan nutrisi. Namun, sebelum mengonsumsinya, alangkah baiknya jika Mama melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar penggunaannya sesuai dengan kebutuhan Mama.
Nah, itulah penjelasan terkait penyebab serta cara mengatasi hilangnya nafsu makan saat hamil. Umumnya kondisi ini terjadi pada trimester pertama dan akan berangsur membaik menjelang trimester kedua.
Namun, apabila penurunan nafsu makan tidak kunjung mereda dan mulai berdampak pada ketahanan tubuh, seperti penurunan berat badan, dehidrasi, hingga sulit menelan, sebaiknya Mama segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Semoga informasi ini membantu Mama dalam mengenali perubahan yang terjadi selama masa kehamilan. Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan rutin serta konsultasi bersama dokter agar kesehatan Mama dan calon bayi tetap terjaga, ya, Ma!


















