Tolak Berhubungan Seks, Suami Tega Bunuh Istri dan Bayinya

Cari tahu juga bahaya lakukan seks saat masa nifas

6 Maret 2019

Tolak Berhubungan Seks, Suami Tega Bunuh Istri Bayinya
Freepik/Naypong
Ilustrasi

Seorang laki-laki berinisial AS berusia 33 tahun terpaksa diamankan oleh petugas kepolisian karena perbuatan kejinya pada Selasa (05/03/2019).

Perempuan yang baru melahirkan anak bernama Anis Purwani (30) dan Atarayan Rizki (usia 40 hari) ditemukan dengan kondisi terbujur kaku di dalam rumah Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten.

Sungguh ironis, sampai hati AS telah menghabiskan nyawa istri dan anaknya yang masih bayi hingga tewas.

1. Tersangka mendekam di hotel prodeo

1. Tersangka mendekam hotel prodeo
Freepik/rudall30
Ilustrasi

Saat adik korban menemukan kakak dan keponakannya sudah tak bernyawa, tak lama mobil jenazah membawa Anis Purwanis dan Atarayan Rizki yang masih berusia 40 hari ke Rumah Sakit Drajat Prawiranegara, Serang, Banten, untuk diautopsi.

Ibu dan bayinya tewas diduga akibat kekerasan yang dilakukan oleh Arni Samudra.

Sementara itu, Arni yang merupakan suami korban yang sempat kabur akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian dan harus mendekam di hotel prodeo lantaran menghabiskan nyawa istri dan anaknya.

Pelaku mengaku awalnya ia merasa emosi pada Anis karena terbakar rasa cemburu. Ia menyangka bahwa istrinya berselingkuh.

2. Pengakuan pelaku membunuh istri dan bayinya

2. Pengakuan pelaku membunuh istri bayinya
Freepik/ego_tanfreepix
Ilustrasi

Birahi Arni Samudra (33) tak terlampiaskan dan berakhir pada sebuah perbuatan jahat.

Selain terbakar rasa cemburu, laki-laki ini tega membunuh istri dan bayinya karena mengaku telah ditolak berhubungan intim oleh korban.

Alasan itulah yang membuat pelaku membunuh istri dan bayinya tewas dengan kekerasan, sehingga kedua korban mengalami luka robek pada bagian kepala dan berlumuran darah.

3. Asal mula ditemukannya korban

3. Asal mula ditemukan korban
Freepik

Peristiwa pembunuhan ini terjadi di kediaman pelaku di Ciore Waseh, Kotasari, Cilegon, Banten.

Anis Purwanti, perempuan berusai 30 tahun dan bayinya yang baru 40 hari bernama Ataran Rizki, tewas mengenaskan di tangan Arni, Senin (4/3/2019).

Dari hasil informasi Lilis Khumairiyah, bibi Anis bahwa kejadian tersebut terjadi pada Senin subuh sekitar pukul 03.00 WIB.

Ia dan warga mengetahui adanya pembunuhan karena terdengar suara tangisan pelaku dari dalam rumah.
“Karena mendengar suara tangisan Arni, orangtua dia dan kami ke rumahnya. Pintu rumahnya terkunci, kami panggil-panggil tak dibukakan. Akhirnya kami dobrak. Awalnya kami tak tahu bahwa Anis dan Rizki sudah meninggal,” ungkap Lilis.

Ketika melihat ke kamar, mereka sangat kaget mendapatkan Anis dan Atarayan Rizki sudah tergeletak di samping tempat tidur dengan penuh darah di bagian wajah.

“Rizki juga kondisinya sudah membiru. Kami enggak berani mengangkat ibunya, karena banyak darahnya di dekat matanya. Sobek kayaknya terkena ranjang besi,” cerita Lilis.

Pada Lilis Arni mengaku kalau istri dan bayinya meninggal akibat tersengat listrik. Tapi alasan tersebut tidak langsung dipercayai oleh pihak keluarga, sebab pada kenyataannya kondisi korban terdapat darah.

Editors' Picks

4. Pelaku diperiksa Polres Cilegon

4. Pelaku diperiksa Polres Cilegon
Freepik/wisanu_nuu

Pelaku yang sudah ditangkap di Polres Cilegon pun akhirnya menjalani serangkaian pemeriksaan.

Kapolsek Pulomerak Komisaris Supandriatna mengatakan, kejadian tersebut diduga karena korban menolak berhubungan intim dengan pelaku. "Diduga cekcok mulut dulu karena diajak berhubungan badan tidak mau," katanya.

Diduga bahwa AS menjalani rumah tangga selama setahun bersana. Arni dan Anis memang sering cekcok. Anis sempat meminta untuk bercerai namun selalu ditolak oleh korban.

Pelaku yang keji membunuh sang istri berkata, "Enggak (dipukuli) sampai meninggal bang, masih bernapas," jelasnya.

Nyawa Anis dan Rizki pun melayang ditangan korban hanya karena luapan amarah pelaku.

5. Hasil autopsi kedua korban

5. Hasil autopsi kedua korban
Freepik/biancoblue

Beberapa fakta bermunculan di balik kasus pembunuhan karena faktor rasa kekecewaan.

Setelah Lilis dan keluarga mendapati adik dan keponakannya berlumuran darah, tak lama mobil jenazah membawa jasad kedua korban ke Rumah Sakit Drajat Prawiranegara, Serang, Banten, untuk diautopsi.

Anis dan bayinya yang meninggal akibat kekerasan rumah tangga. "Sampai berdarah bang, saya injak aja, enggak diinjak-injak," kata pelaku yang berada di Mapolres Cilegon 

Kejadian yang sangat mengenaskan ini, di mana hasil temuan bahwa adanya luka robek pada bagian kepala hingga berlumuran darah.

Di mana hasil autopsi diduga keduanya tewas mengalami luka-luka dan saat ini pihak kepolisian masih terus mendalami luka-luka lebam karena mendapatkan kekerasan benda tumpul.

Demikianlah informasi yang disajikan mengenai pembunuhan terhadap istri dan bayinya yang baru dilahirkan.

Bahaya Berhubungan Intim saat Nifas

Bahaya Berhubungan Intim saat Nifas
Freepik/Yanalya

Melihat kejadian ini, terlihat bahwa sang istri masih dalam keadaan nifas. Pelaku sepertinya tidak sabar untuk menunggu masa nifas sang istri pasca melahirkan.

Suami yang tak sabar menunggu masa nifas bahkan ada yang ingin langsung melakukan hubungan intim, seperti kasus ini dan terjadi pada Anis yang menjadi korban pembunuhan akibat menolak hubungan suami istri.

Padahal penolakan Anis terhadap suami untuk tidak melakukan kegiatan bercinta selama masa nifas sangatlah benar.

Sebab berhubungan intim di masa nifas memiliki beberapa risiko. Salah satunya ialah munculnya emboli pada pembuluh darah.

Nah, gelembung udara ini bisa menyumbat peredaran darah hingga membuat tubuh kekurangan oksigen dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Selain itu akan membuat jaringan Miss V Mama jadi robek dan mengalami luka kecil. 

Oleh karena itu Mama dapat berkomunikasi secara baik-baik pada suami.

Saat suami meminta untuk berhubungan intim, beritahu si Papa kalau ia harus menunggu paling tidak 6 minggu atau 40 hari pasca persalinan.

Baca juga: