Freepik/Supreeya Chantalao
Selain menyusui, ada beberapa pilihan kontrasepsi lain yang bisa Mama gunakan saat menyusui. Pilihan ini juga bisa dipertimbangkan untuk dipakai ketika Mama sudah mulai haid atau ketika bayi sudah berusia 6 bulan ke atas.
Dilansir Healthline, beberapa pilihan kontrasepsi yang aman untuk ibu menyusui di antaranya:
Intrauterine devices (IUD) terbuat dari bahan plastik yang dilapisi tembaga. Nantinya, alat berbentuk seperti huruf T ini akan dimasukkan ke dalam vagina untuk mencegah sperma masuk. Meski efektif untuk mencegah kehamilan dan aman digunakan ibu menyusui, ada beberapa keluhan yang bisa terjadi seperti kram, haid tidak teratur dan muncul flek di antara siklus haid. Yang praktis, apabila Mama ingin hamil kembali, Mama bisa langsung melepas IUD dan segera program hamil. Jangan lupa rutin kontrol IUD ke dokter untuk meminimalkan terjadinya masalah terkait pemasangan IUD, ya.
Kontrasepsi lain yang juga aman dipilh ibu menyusui untuk mencegah kehamilan adalah kondom. Kondom bekerja dengan menghalangi sperma masuk ke dalam vagina. Berbagai varian kondom banyak tersedia di pasaran, mulai dari yang berbahan lateks, sampai yang berpelumas. Positifnya, selain mencegah kehamilan kondom juga menjadi satu-satunya alat kontrasepsi yang membantu melindungi seseorang terhadap infeksi menular seksual (IMS). Apabila digunakan dengan tepat, efektivitas kondom mencegah kehamilan bisa sampai 98 persen.
Implan menjadi pilihan kontrasepsi lainnya yang juga dianggap aman untuk ibu hamil. Perangkat kecil ini akan dimasukkan di bawah kulit di bagian lengan atas Mama. memasukkan implan di bawah kulit di lengan atas Anda. Setelah terpasang, implan dapat membantu mencegah kehamilan hingga empat tahun. Implan mengandung hormon progestin, yang membantu mencegah ovarium melepaskan sel telur dan mengentalkan lendir serviks, sehingga mencegah sperma mencapai sel telur. Segera cek ke dokter apabila setelah pemasangan implan Mama merasakan ada keluhan seperti nyeri di lengan yang tak kunjung hilang, tanda infeksi seperti demam, serta perdarahan berat.
Pil KB ada yang mengandung campuran estrogen dan progestin, ada pula yang hanya mengandung progestin saja (dikenal juga dengan sebutan pil mini). Nah, memilih jenis pil KB pun perlu dicermati, Ma. Sebab pil KB yang mengandung estrogen jarang digunakan para ibu menyusui karena dapat memengaruhi produksi ASI. Pil mini pun menjadi pilihan ibu menyusui, meskipun efektivitasnya dalam menekan ovulasi lebih kecil dibandingkan yang mengandung estrogen. Diskusi dengan dokter kandungan menjadi sangat penting saat Mama memutuskan hendak menggunakan pil KB sebagai kontrasepsi. Selalu ikuti aturan minum pil KB dari dokter karena sangat memengaruhi efektivitas dalam mencegah kehamilan.
Demikian informasi tentang efektivitas menyusui dalam mencegah kehamilan dan beberapa pilihan kontrasepsi lain yang aman untuk ibu menyusui. Yuk dipilih yang sesuai kebutuhan, Ma!