Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Menyendawakan Bayi setelah Menyusui agar Tidak Muntah
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Menyendawakan bayi membantu mengeluarkan udara yang tertelan saat menyusu, sehingga mengurangi risiko rewel, kembung, muntah, atau gumoh.
  • Waktu menyendawakan dapat disesuaikan dengan kondisi bayi: hentikan menyusu bila gelisah, atau lakukan setelah selesai bila ia tetap tenang; siapkan kain sendawa.
  • Posisi yang dapat digunakan meliputi di bahu, duduk di pangkuan, atau tengkurap melintang; bila sulit bersendawa dan kembung, pijat perut serta gerakkan kaki seperti bersepeda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Masa-masa awal membersamai tumbuh kembang Si Kecil tentu dipenuhi dengan berbagai pengalaman baru yang seru sekaligus menantang bagi Mama. Salah satu rutinitas penting yang wajib dikuasai setelah proses pemberian ASI selesai adalah membantu bayi bersendawa agar perutnya terasa nyaman.

Melansir dari NHS UK, menyendawakan bayi merupakan langkah krusial untuk mengeluarkan udara yang tidak sengaja tertelan saat ia menyusu agar tidak memicu rasa rewel. Tanpa bantuan yang tepat, udara yang terperangkap di dalam perut bisa membuat Si Kecil merasa kembung hingga mengalami muntah atau gumoh.

Memahami cara dan posisi yang benar dalam menyendawakan buah hati tentu akan membuat Mama merasa jauh lebih tenang dan sigap setiap hari. Agar Mama bisa langsung mempraktikkannya dengan mudah di rumah, berikut Popmama.com bagikan cara menyendawakan bayi setelah menyusui agar tidak muntah!

1. Kenali waktu yang tepat untuk menyendawakan Si Kecil

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Tidak ada aturan baku yang mewajibkan kapan tepatnya bayi harus disendawakan, apakah di tengah sesi atau setelah menyusui selesai. Mama bisa memperhatikan gestur tubuhnya, jika ia tampak gelisah saat menyusu, segera hentikan sejenak untuk membantunya bersendawa.

Namun, jika Si Kecil tetap tenang dan nyaman selama menyusu, Mama bisa menunggu hingga sesi makannya benar-benar usai. Pada dasarnya, bayi akan memberikan tanda-tanda tersendiri kapan ia membutuhkan bantuan untuk mengeluarkan gas di perutnya.

Jangan lupa untuk selalu menyiapkan kain muslin atau kain sendawa di bahu Mama sebagai antisipasi jika ia mengeluarkan sedikit gumoh. Hal tersebut sangat wajar terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

2. Coba posisi menyendawakan di atas bahu

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Posisi bersandar di bahu merupakan salah satu cara paling klasik dan efektif yang sering diandalkan oleh para orang tua baru. Letakkan dagu bayi tepat di atas bahu Mama dengan posisi tubuh yang tetap tegak lurus dan tidak membungkuk.

Gunakan satu tangan untuk menopang bagian kepala serta leher bayi dengan kokoh, lalu tepuk atau usap punggungnya secara perlahan. Mama juga bisa berjalan pelan-pelan sambil menggendongnya karena gerakan lembut ini dapat membantu gas keluar lebih cepat.

Durasi yang dibutuhkan biasanya tidak lama, cukup sekitar 1 hingga 2 menit saja hingga bayi bersendawa dengan lega. Pastikan selalu memegang tubuhnya dengan aman dan penuh kelembutan.

3. Gunakan posisi duduk di atas pangkuan

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Jika ingin mencoba variasi lain, Mama bisa mendudukkan Si Kecil secara menghadap ke depan di atas pangkuan. Letakkan telapak tangan pada bagian dada bayi untuk menopang tubuhnya agar tetap stabil dan tegak.

Sangga bagian dagu serta rahangnya dengan hati-hati, dan pastikan Mama tidak menekan area tenggorokan bayi sama sekali. Condongkan tubuhnya sedikit ke depan, lalu gunakan tangan yang lain untuk mengusap atau menepuk punggungnya secara lembut.

Posisi ini sangat nyaman diterapkan dan memberikan ruang bagi bayi untuk mengeluarkan udara sisa menyusui dengan lancar. Lakukan dengan ritme yang konstan hingga ia tampak lebih tenang.

4. Lakukan posisi tengkurap melintang di pangkuan

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Posisi tengkurap di atas paha juga bisa menjadi pilihan alternatif yang ampuh untuk membantu si Kecil bersendawa. Baringkan bayi secara tengkurap melintang di atas paha Mama dengan posisi yang aman dan nyaman.

Topang bagian dagunya dengan baik tanpa memberikan tekanan yang membahayakan pada area saluran pernapasan atau tenggorokan. Setelah itu, tepuk atau usap punggungnya dengan lembut hingga ia mengeluarkan suara bersandawa.

Mama bisa mengajak Si Kecil mengobrol atau bernyanyi kecil selama proses ini agar ia merasa rileks. Kedekatan ini juga semakin mempererat ikatan emosional antara Mama dan buah hati.

5. Redakan kembung dengan pijatan lembut jika bayi sulit bersendawa

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Bagaimana jika bayi belum juga bersendawa padahal sudah menunjukkan tanda kembung seperti menangis dan menarik kaki ke perut? Mama tidak perlu panik, karena ada cara sederhana untuk membantu melepaskan gas yang terperangkap di dalam tubuhnya.

Baringkan bayi secara telentang di atas alas yang empuk, lalu berikan pijatan lembut di area perutnya secara perlahan. Gerakkan kedua kakinya secara bergantian seperti sedang mengayuh sepeda untuk membantu melancarkan pembuangan gas.

Jika berbagai cara tersebut sudah dicoba namun Si Kecil tetap merasa tidak nyaman, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Kesehatan dan kenyamanan buah hati selalu menjadi prioritas utama bagi Mama.

Semoga panduan ini membantu perjalanan mengasihi Si Kecil menjadi lebih lancar, bebas drama, dan penuh momen membahagiakan setiap hari!

Curated For You

Editorial Team

Related Article