Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Desy Genoveva Sebut Menyusui Jadi Tugas Paling Sulit bagi Ibu

Desy Genoveva Sebut Menyusui Jadi Tugas Paling Sulit bagi Ibu
Instagram.com/desygenoveva_
Intinya Sih
  • Desy Genoveva, mantan personel JKT48, mengungkapkan bahwa fase menyusui menjadi tantangan paling berat setelah melahirkan anak pertamanya.
  • Ia diketahui mengalami kondisi low milk supply yang membuat produksi ASI-nya terbatas meski sudah berkonsultasi dengan dokter laktasi dan mencoba berbagai cara alami.
  • Tekanan untuk menyusui optimal serta kelelahan fisik dan emosional membuat Desy sempat mengalami baby blues pada masa awal pascapersalinan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menjadi orangtua baru membawa dinamika emosi dan tantangan fisik yang luar biasa bagi seorang perempuan. 

Hal inilah yang baru saja dirasakan oleh mantan personel JKT48, Desy Genoveva setelah dirinya resmi melahirkan anak pertama. 

Muncul kembali di hadapan publik pascamelahirkan, ia secara terbuka mengungkapkan bahwa fase menyusui menjadi momen paling berat sekaligus menguras emosi. Bahkan tantangan tersebut sempat membuat dirinya mengalami baby blues.

Berikut ini Popmama.com rangkum berita selengkapnya mengenai Desy Genoveva sebut menyusui jadi tugas paling sulit bagi Ibu. 

1. Desy Genoveva alami low milk supply

Desy Genoveva Sebut Menyusui Jadi Tugas Paling Sulit bagi Ibu (3).jpg
Instagram.com/desygenoveva_

Saat hadir dalam acara talkshow televisi Rumpi, Desy membagikan suka dukanya beradaptasi sebagai seorang Mama baru. 

Di antara banyaknya perubahan yang terjadi, proses memberikan ASI kepada sang Bayi ternyata menjadi perjuangan yang paling menguji kekuatan mental dan fisiknya.

"Buat para ibu di luar sana, jadi new mom memang susah. Salah satunya hal yang paling berat buat aku itu menyusui," kata Desy dalam acara tersebut.

Desy tak menampik bahwa ia menerima banyak saran dan ekspektasi dari orang sekitar untuk memberikan ASI eksklusif bagi si Kecil. 

Namun, setelah memutuskan untuk berkonsultasi secara medis dengan dokter laktasi, barulah diketahui bahwa Desy mengalami kondisi low milk supply

Secara medis, low milk supply adalah kondisi di mana kelenjar payudara memproduksi ASI dalam jumlah yang sedikit atau tidak mencukupi kebutuhan nutrisi harian bayi. Kondisi ini bisa dipicu oleh faktor hormonal hingga stres. 

2. Sudah berusaha tingkatkan produksi ASI

Desy Genoveva Sebut Menyusui Jadi Tugas Paling Sulit bagi Ibu (1).jpg
Instagram.com/desygenoveva_

Mengalami keterbatasan dalam memproduksi ASI tidak membuat Desy menyerah begitu saja.

Sebagai seorang Ibu, ia memiliki keinginan yang sangat besar untuk memberikan nutrisi terbaik secara mandiri bagi anaknya, hingga rela menempuh berbagai cara tradisional maupun medis demi meningkatkan volume ASI-nya.

"Ya aku juga pengen (bisa menyusui maksimal), tapi susah. bahkan udah sampai dokter laktasi, konsultasi disuruh makan daun katuk, sayur bayam, kacang, dan daging-dagingan juga udah," tambahnya. 

3. Drama menyusui bikin Desy alami baby blues

Desy Genoveva Sebut Menyusui Jadi Tugas Paling Sulit bagi Ibu (2).jpg
Instagram.com/desygenoveva_

Tekanan untuk menyusui secara optimal yang berbenturan dengan kondisi fisik nyatanya berdampak besar pada kesehatan mental Desy. 

Perpaduan antara kelelahan fisik yang ekstrem, kurang tidur, serta rasa cemas karena produksi ASI yang minim, akhirnya membuat Desy sempat mengalami fase baby blues.

Ia mengakui bahwa masa-masa awal setelah persalinan terasa sangat berat dan penuh gejolak emosi. Perubahan hormon yang drastis di dalam tubuhnya kian memperkeruh suasana hatinya saat itu.

"Sebulan pertama emang roller coaster banget ya, jadi orangtua itu bener-bener ya (sulit). Hormon belum stabil, capek secara fisik, pikiran, dan mental," tuturnya.

Itulah berita selengkapnya mengenai Desy Genoveva sebut menyusui jadi tugas paling sulit bagi Ibu. 

Perjuangan Desy Genoveva menjadi pengingat berharga bagi para Mama dan Papa di luar sana bahwa proses mengASIhi tidak selalu berjalan mulus bagi setiap orang.

Memberikan dukungan emosional tanpa menghakimi kondisi seorang Ibu baru merupakan kunci utama untuk membantu mereka melewati masa-masa sulit pascapersalinan dengan bahagia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More