Konsumsi Minuman Manis saat Menyusui, Apa Pengaruhnya pada Bayi?

Dampaknya bisa jangka panjang juga, Ma

4 Mei 2021

Konsumsi Minuman Manis saat Menyusui, Apa Pengaruh Bayi
Freepik/shurkin_son

Menyusui bukan sekadar proses memberi makan, namun juga menyalurkan asupan nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang bayi. Apa yang Mama konsumsi mungkin akan memberikan dampak tertentu pada si kecil, sehingga harus hati-hati dalam memilih makanan dan minuman.

Selain wajib mengonsumsi makanan dan minuman bergizi, ada sejumlah pantangan yang harus dihindari selama menyusui. Asupan yang mengandung gula tinggi, termasuk alkohol dan minuman manis lainnya harus dihindari oleh ibu menyusui.

Sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi terlalu banyak minuman manis berdampak negatif pada perkembangan kognitif bayi. Berikut Popmama.com merangkum faktanya.

Fakta Mengejutkan Tentang Minuman Manis

Fakta Mengejutkan Tentang Minuman Manis
Popmama.com/FX Dimas

Melansir dari Very Well Family, The Cancer Action Network melaporkan bahwa lebih dari 50% orang dewasa di Amerika mengonsumsi minuman tinggi gula setiap hari.

CDC melaporkan bahwa lebih dari 10% kalori harian (sekitar 145 kalori) berasal dari minuman manis. Penelitian terbaru menjelaskan bagaimana hal ini dapat memengaruhi bayi baru lahir yang mendapatkan ASI eksklusif.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, kebiasaan mengonsumsi minuman manis dapat merugikan ibu menyusui dan bayi.

Berdasarkan penelitian tersebut, ibu yang banyak mengonsumsi minuman manis ketika menyusui dapat memengaruhi perkembangan otak bayi mereka.

Editors' Picks

Hasil Studi pada Bayi yang Konsumsi ASI

Hasil Studi Bayi Konsumsi ASI
Freepik

Studi tersebut melibatkan 88 ibu yang mengonsumsi minuman manis setiap hari. Para peneliti mempelajari bayi dari ibu-ibu ini selama periode 24 bulan.

Hasil menunjukkan bahwa perkembangan saraf bayi pada 24 bulan pasca kelahiran mendapat pengaruh negatif dari asupan fruktosa mama di masa awal laktasi.

Padahal, selama ini para ahli menyebut proses menyusui sebagai standar emas nutrisi bayi, yang dapat memberikan banyak manfaat untuk tumbuh kembang bayi.

Namun beberapa manfaat tersebut dapat berkurang ketika ibu menyusui membuat pilihan yang tidak sehat untuk dirinya sendiri. Kebiasaan seperti merokok, minum alkohol, atau bahkan mengonsumsi terlalu banyak gula dalam makanannya.

"Kami tidak benar-benar tahu berapa banyak gula dalam pola makan ibu yang dapat mencapai tingkat aman untuk bayi. Yang diketahui adalah, gula tambahan lainnya tidak boleh lebih dari 5-10 persen kalori harian," kata Michael Goran, PhD, salah satu peneliti, profesor pediatri di Keck School of Medicine di University of Southern California.

Itulah mengapa yang terbaik adalah meminimalkan konsumsi minuman manis.

Barry Sears, PhD, Presiden Inflammation Research Foundation dan penulis buku terlaris, The Zone Diet mengatakan bahwa selama 1.000 hari pertama kehidupan bayi baru lahir mengalami perkembangan otak yang signifikan.

Karenanya, jumlah gula berlebihan yang diterima dalam ASI pada masa-masa awal memiliki peranan yang sangat penting.

Risiko Obesitas

Risiko Obesitas
Pexels/Tuấn Kiệt Jr.

Deedra Franke, RN, BSN, IBCLC, konsultan laktasi di Mercy Medical Center di Baltimore mengungkap risiko lainnya terlalu banyak mengonsumsi asupan fruktosa dalam makanan terbukti meningkatkan risiko obesitas, penyakit metabolisme, dan jantung.

Dalam jangka panjang, hal ini tak hanya berdampak pada ibu, namun juga bayi yang menerima ASI. Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa mereka mungkin akan mengembangkan kebiasaan kurang baik di masa depan.

Risiko hingga Sepanjang Usia

Risiko hingga Sepanjang Usia
Pixabay/kim881231

Sebuah studi tahun 2014 dalam jurnal Pediatrics menemukan bahwa bayi yang terpapar minuman yang dimaniskan dengan gula kemungkinan besar akan menyukai atau cenderung ingin konsumsi minuman manis setiap hari ketika mereka berusia enam tahun.

Padahal, masa ini penting untuk tumbuh kembang anak, di mana mereka membutuhkan air untuk menghidrasi tubuh serta susu untuk membentuk tulang yang kuat. 

Jika kebutuhan minuman sehat digantikan oleh minuman manis, hal ini dapat menyebabkan konsekuensi yang kurang baik untuk kesehatan mereka hingga sepanjang usia.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Apa Bisa Dilakukan
Freepik/rawpixel.com

Untungnya, ibu menyusui dapat menikmati minuman manis tanpa membahayakan perkembangan kognitif bayinya. Mama masih dapat mengonsumsi minuman manis seperti jus buah atau minuman berenergi dalam jumlah sedang atau diencerkan dengan air biasa.

Cobalah mengubah kebiasaan mama mengonsumsi soda atau jus lebih dari satu porsi setiap harinya. Mama bisa mengurangi asupan soda harian selama dua atau tiga hari, bisa juga dengan menikmati jus yang ditambahkan sparkling water.

Ingatlah bahwa beberapa bulan pertama kehidupan bayi adalah masa penting untuk perkembangan otak. Jadi, sangat penting membuat perubahan untuk si Kecil yang sangat berharga.

Jadi jangan sia-siakan masa ini dengan mengonsumsi asupan yang tidak sesuai dengan standar nutrisi. 

Itulah informasi terkait pengaruh mengonsumsi minuman manis saat menyusui terhadap kesehatan bayi. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.