Saat si Kecil lahir ke dunia, tak hanya perasaan bahagia dan haru yang dapat terjadi pada Mama. Mama bahkan mulai merasakan cemas, tidak tenang, sedih, bahkan emosi naik turun, terutama ketika harus menyusui si Kecil.
Ini merupakan tantangan lainnya sesaat setelah memiliki anak, selain pengalaman baby blues. Perasaan emosional yang kerap terjadi pada saat menyusui si Kecil ini disebut dengan Breastfeeding Aversion and Agitation atau BAA.
BAA merupakan fenomena yang cukup sulit dijelaskan oleh setiap ibu menyusui. Namun, tak perlu cemas karena hal ini nyatanya umum terjadi.
Nah, ingin tahu lebih jauh tentang fenomena Breastfeeding Aversion and Agitation atau BAA?
Ini dia Popmama.com rangkumkan informasi seputar fenomena BAA pada busui yang perlu Mama ketahui. Yuk, simak sama-sama di sini!
1. Apa itu Breastfeeding Aversion and Agitation atau BAA pada busui?
Pexels/Tamilles Esposito
Istilah Breastfeeding Aversion and Agitation atau BAA mungkin masih terdengar asing. Namun, faktanya hal ini umum dialami setiap Mama yang tengah menjalani masa menyusui si Kecil.
Dilansir dari Breastfeeding Network, Zainab Yate mengatakan bahwa BAA atau 'keengganan' dalam menyusui adalah fenomena yang dialami beberapa ibu menyusui, termasuk memiliki perasaan negatif tertentu, sering kali disertai dengan pikiran mengganggu saat bayi dilekatkan dan disusui di payudara.
Editors' Pick
2. Ciri-ciri yang bisa diketahui saat mengalami BAA
Freepik/jcomp
Karena berkaitan dengan emosi, beberapa busui kerap mengalami perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan saat mengalami BAA. Dilansir dari Kelly Mom, beberapa di antaranya yaitu:
Amarah
Agitasi
Jijik pada diri sendiri
Cepat marah
Perasaan malu dan bersalah setelah menyusui
Tak hanya itu, ibu menyusui yang mengalami BAA juga kerap mengalami perasaan-perasaan yang berkaitan dengan bayinya, seperti:
Ingin melarikan diri agar tidak menyusui
Dorongan yang luar biasa untuk berhenti menyusui
Merasa terjebak atau merasa seperti tahanan
Ingin mencubit bayi atau melakukan hal yang membuat anak berhenti menyusu
Memiliki pikiran dan perasaan seperti disentuh oleh orang lain pada bagian payudara
Rasa enggan dalam menyusui ini bahkan dapat mendorong busui untuk berhenti atau menghindari aktivitas menyusui. Namun setelah selesai menyusui, BAA yang dialami oleh busui bisa kembali hilang.
3. Apa penyebab BAA terjadi pada busui?
Freepik/wayhomestudio
Dilansir dari beberapa sumber, belum diketahui penyebab pasti seorang ibu menyusui atau busui mengalami BAA. Namun, dalam sebuah penelitian yang meminta 694 wanita untuk mendeskripsikan fenomena keengganan, tidak ditemukan perbedaan antara ibu yang menyusui bayi tunggal dan mereka yang hamil atau menyusui secara tandem (Yate, 2017).
Kemungkinan penyebab yang dibahas pada penelitian lainnya memberikan beberapa pemahaman. Hal ini dikelompokkan secara longgar di bawah kategori berikut ini:
Hormon
Dinamika menyusui
Kurang tidur atau kurang 'me time'
Sedangkan dilansir dari Nest Collaborative, BAA diduga terjadi karena adanya pergeseran hormon akibat menstruasi, ovulasi, atau kehamilan. Sehingga, beberapa busui lebih rentan mengalami BAA pada saat ovulasi, setelah siklus menstruasi selesai, atau di antara keduanya.
Sehingga, ketika siklus ini selesai atau berakhir maka perlahan berakhir pula fenomena BAA yang terjadi.
4. Dampak yang dapat terjadi pada bayi jika BAA terjadi berkepanjangan
Pixabay/seeseehundhund
Untuk Mama yang mengalami hal ini, tentu saja momen menyusui menjadi waktu yang kurang menyenangkan. Apalagi jika hal ini sudah termanifestasikan dalam bentuk gangguan fisik seperti perubahan suhu tubuh yang tidak stabil, gatal-gatal, hingga sakit kepala.
Dampak dari rasa enggan menyusui ini juga nyatanya tak hanya dirasakan oleh Mama sebagai pemberi ASI. Si Bayi pun bisa mengalami dampaknya, lho. Mulai dari merasakan penolakan hingga kekurangan ASI.
Tetapi derajat keparahan ganggguan pada fenomena BAA ini juga berbeda-beda pada setiap orang. Perasaan yang muncul pun juga bisa berbeda antara satu orang dengan yang lainnya.
5. Bantu atasi BAA selama menyusui dengan beberapa cara ini
Freepik/cookie_studio
Jika saat ini Mama tengah mengalaminya atau menemukan orang terdekat mengalami BAA, percayalah bahwa tidak ada yang salah dengan hal ini. Mengalami hal ini juga bukan berarti Mama tidak menyayangi si Kecil.
Selain itu, meskipun setiap orang memiliki tingkat keparahan yang berbeda, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengelolanya dan terus memiliki hubungan menyusui yang bahagia dengan si Bayi.
Beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti:
Menonton TV atau membaca buku
Memainkan game di ponsel
Mendapatkan bantuan dari pendamping
Rawat si Kecil sambil menggunakan gendongan, sehingga Mama bisa tetap bergerak
Pegang es batu atau penghangat tangan sebagai distraksi
Dapatkan waktu tidur yang cukup
Makan dan minum dengan baik
Konsumsi suplemen dengan magnesium
Pastikan untuk memiliki me time
Lakukan pemeriksaan pada ahli
Dengan demikian BAA perlahan dapat ditangani sehingga momen menyusui si Kecil kembali menjadi momen yang spesial dan penuh kebahagiaan.
Nah, itulah tadi informasi seputar fenomena BAA pada busui. Apakah Mama pernah mengalami hal yang sama?