Ibu Menyusui Harus Makan Kacang untuk Menghindari Bayi Kena Alergi

Berdasarkan studi: ada pengaruhnya memperkenalkan makan kacang sejak bayi terhadap risiko alergi

11 Agustus 2019

Ibu Menyusui Harus Makan Kacang Menghindari Bayi Kena Alergi
Unsplash/Kyli Nieber

ASI pada umumnya tidak menyebabkan reaksi alergi pada bayi yang menyusui, tetapi ibu kadang-kadang khawatir bahwa bayi mereka mungkin alergi terhadap sesuatu yang mereka sendiri makan dan masuk ke dalam ASI mereka.

Ketakutan ini kemudian diakomodir oleh ibu menyusui yang kemudian menjadi sebuah rasa takut untuk menyusui bayinya.

Ibu baru harus makan kacang saat ia menyusui dan memperkenalkan kepada bayi mereka untuk menghindari alergi di kemudian hari menurut sebuah studi.

Kadang seorang ibu menyusui yang belum pernah memiliki bayi sebelumnya sangat berhati-hati dengan apa yang mereka makan.

Itu betul, karena yang kamu makan sangatlah penting untuk menjadi nutrisi bagi tubuhmu dan bayi mama.

Sekarang, sebuah penelitian baru di Kanada menemukan bahwa makan cemilan saat menyusui dikombinasikan dengan memperkenalkannya pada bayi mama sebelum usia satu tahun adalah pendekatan yang lebih baik.

1. Hasil penelitian tentang makanan bagi ibu menyusui

1. Hasil penelitian tentang makanan bagi ibu menyusui
Unsplash/Lily Banse

Ditemukan bahwa tingkat terendah adanya efek samping di antara anak-anak adalah karena ibu menyusui melakukan keduanya, makan kacang sebagai cemilan saat menyusui dan memperkenalkan kacang sebelum bayi berusia 1 tahun.

Jika kamu melakukan satu tetapi tidak melakukan yang satunya lagi, maka ditemukan hasil tingkat reaksi alergi 'secara signifikan lebih tinggi'.

Gejala alergi kacang dapat berkisar dari ringan, seperti kulit gatal dan hidung berair - hingga parah dan mengancam nyawa, karena mereka dapat menutup ketika tubuh mengalami syok anafilaktik.

Ketika alergi kacang pada anak sudah berkembang, diperkirakan empat dari lima anak tetap alergi selama sisa hidup mereka, menurut NHS Choices seperti disebutkan pada laman dailymail.co.uk.

Editors' Picks

2. Menghindari kacang malah menambah risiko alergi pada bayi

2. Menghindari kacang malah menambah risiko alergi bayi
Unsplash/Hannah Morgan

Percobaan terbaru menunjukkan bahwa menghindari kacang selama masa bayi meningkatkan risiko alergi.

Namun, penelitian ini tidak membahas konsumsi jenis kacang tanah oleh ibu saat menyusui.

Dr Meghan Azad, seorang ilmuwan di Children's Hospital Research Institute of Manitoba di Winnipeg di mana penelitian dilakukan, mengatakan, "Yang menarik dari penelitian ini adalah bahwa ini merupakan yang pertama untuk mempertimbangkan agar ibu menyusui  mengonsumsi kacang bersama dengan memperkenalkan kacang pada bayi."

3. Hasil penelitian penting tentang alergi pada bayi selama menyusui ASI

3. Hasil penelitian penting tentang alergi bayi selama menyusui ASI
Unsplash/Dakota Corbin

Para peneliti menganalisis data dari studi alergi dan asma yang melacak 342 anak yang lahir di Winnipeg dan Vancouver pada tahun 1995 sejak lahir hingga usia 15 tahun.

Anak-anak yang ibunya mengkonsumsi kacang saat menyusui dan langsung memperkenalkan kacang sebelum 12 bulan memiliki insiden reaksi terendah terhadap kacang tanah sebesar 1,7 persen.

Angka meningkat pesat menjadi 15,1 persen bagi mereka yang ibunya makan kacang saat menyusui tetapi menunda memperkenalkan kacang ke bayi mereka setelah setahun.

Dan bagi perempuan yang menghindari kacang tanah tetapi langsung memperkenalkan mereka kepada bayi mereka dengan 12 bulan insiden adalah 17,6 persen.

Dr Azad mencatat bahwa penelitian dibatasi dengan memfokuskan secara eksklusif pada anak-anak yang berisiko tinggi terkena alergi.

"Kami berharap untuk menggunakan hasil ini sebagai titik awal untuk penelitian lebih lanjut untuk lebih menginformasikan pedoman untuk mencegah alergi makanan pada anak-anak," kata Dr Tracy Pitt, penulis pertama studi dan alergi anak di Humber River Hospital.

Studi ini dipublikasikan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology.

Secara tidak langsung berarti memang ada pengaruhnya apa yang ibu menyusui makan dan berikan kepada bayi di bawah usia 1 tahun yang ada kaitannya dengan risiko alergi.

Nah berarti Mama jangan ragu untuk memperkenalkan banyak makanan kepada Si Kecil. Lebih baik mengetahui kerentanan alergi sedini mungkin pada anak ya, Ma.

Baca Juga: 11 Mitos dan Fakta Menyusui yang Perlu Mama Pahami

Baca Juga: Tips Mudah untuk Ibu Menyusui yang Ingin Mengikuti Puasa dengan Lancar

Baca Juga: Apakah Ibu Hamil Boleh Menyusui? Ini Dia Penjelasan Sang Ahli

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!