Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Ibu Menyusui Makan Makanan Bersantan, Aman atau Perlu Dibatasi?

2 min read
Ibu Menyusui Makan Makanan Bersantan, Aman atau Perlu Dibatasi?
magnific.com/shurkin_son
  • Ibu menyusui boleh mengonsumsi makanan bersantan sebagai bagian dari pola makan beragam dan bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
  • Santan mengandung lemak jenuh serta zat besi, magnesium, dan kalium; kaitannya dengan peningkatan produksi ASI masih didukung bukti ilmiah yang terbatas.
  • Konsumsi santan perlu dibatasi agar tidak berlebihan, dilengkapi sayur, buah, dan protein; konsultasikan dokter bila bayi menunjukkan reaksi setelah menyusu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat menyusui, Mama perlu memperhatikan asupan makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Beberapa hidangan favorit, seperti opor ayam, gulai, dan rendang, terkadang bisa membuat bertanya-tanya apakah aman atau tidak.

Menjaga asupan nutrisi selama menyusui menjadi hal penting untuk mendukung kesehatan Mama dan proses menyusui. Di masa menyusui, Mama memang sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang beragam dan bergizi seimbang. 

Jadi, bagaimana dengan makanan bersantan? Apakah ibu menyusui perlu membatasi konsumsinya? Berikut Popmama.com rangkum informasinya.

  1. Makanan Bersantan untuk Ibu Menyusui

    Makanan Bersantan untuk Ibu Menyusui
    magnific.com/jcomp

    Secara umum, ibu menyusui boleh mengonsumsi makanan bersantan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Mama dianjurkan mengonsumsi makanan beragam dan bergizi seimbang selama menyusui. 

    Santan sendiri mengandung lemak, termasuk lemak jenuh, serta mineral seperti zat besi, magnesium, dan kalium. Santan juga dikenal sebagai bahan makanan yang dipercaya membantu meningkatkan produksi ASI. 

    WebMD menyebutkan santan dan oatmeal sebagai makanan yang secara tradisional dikaitkan dengan peningkatan ASI, meski bukti ilmiahnya masih terbatas.

  2. Perhatikan Kandungan Lemak Jenuh dalam Santan

    Perhatikan Kandungan Lemak Jenuh dalam Santan
    magnific.com/jcomp

    Santan mengandung lemak jenuh yang jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL. Meski boleh dikonsumsi saat menyusui, Mama tetap perlu memperhatikan jumlah santan yang dikonsumsi, ya. 

    Untuk itu, Mama dianjurkan membatasi asupan lemak jenuh dan menjaga pola makan tetap seimbang. Makanan bersantan tetap bisa dinikmati, asalkan tidak berlebihan dan diimbangi dengan makanan bergizi lainnya.

  3. Tips Mengonsumsi Makanan Bersantan saat Menyusui

    Tips Mengonsumsi Makanan Bersantan saat Menyusui
    magnific.com/jcomp

    Agar asupan tetap seimbang, Mama bisa melengkapinya dengan sayuran, buah, dan sumber protein lainnya. Misalnya, masak gulai dicampur dengan sayur-sayur seperti kembang kol atau kentang.

    Mama juga tidak perlu menghindari santan tanpa alasan khusus. Namun, jika si Kecil menunjukkan reaksi tertentu setelah menyusu, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya sebelum membatasi makanan sehari-hari.

    Nah, jadi, sebagai ibu menyusui, Mama tetap bisa menikmati makanan bersantan, seperti opor ayam, gulai, atau rendang, selama dikonsumsi dalam porsi wajar dan diimbangi dengan makanan bergizi lainnya. 

    Hal terpenting adalah menjaga pola makan yang beragam agar kebutuhan nutrisi selama menyusui tetap terpenuhi. Bagaimana, Ma, sudah siap menikmati hidangan bersantan favorit tanpa khawatir berlebihan?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More