Bagi pasangan yang baru saja menikah, memutuskan kapan waktu yang tepat untuk memiliki buah hati adalah diskusi yang sangat personal. Sebagian dari mereka mungkin ingin segera memulai, sedangkan yang lain lebih memilih untuk menikmati momen "pacaran" pasca pernikahan atau mempersiapkan diri secara mental dan finansial lebih dahulu.
Umumnya, keputusan untuk menunda ini tidak memakan waktu lama, biasanya sekitar empat hingga enam bulan. Dalam waktu yang cukup singkat itu, banyak pasangan mulai memperhatikan beragam metode kontrasepsi guna memastikan rencana mereka berjalan lancar dan terhindar dari kehamilan yang tidak diinginkan pada waktu yang tidak tepat.
Tetapi, Mama perlu memilih jenis kontrasepsi dengan hati-hati, ya, terutama jika waktu penundaan tersebut tergolong singkat. Tidak semua metode kontrasepsi disarankan oleh para ahli medis untuk penggunaan dalam jangka waktu pendek, karena nantinya dapat memengaruhi ritme kesuburan di masa depan ketika Mama sudah siap untuk hamil.
Mengacu pada penjelasan dari dr. Erfenes Ho, Sp. OG melalui akun Instagram pribadinya, terdapat beberapa hal penting yang perlu dipahami oleh pasangan suami istri yang rencana menunda kehamilan dalam jangka waktu singkat. Hal ini menjadi penting karena pemilihan metode kontrasepsi yang tidak tepat bisa berisiko mengganggu siklus alami tubuh, bahkan setelah kontrasepsi tersebut dihentikan.
Nah, untuk membantu Mama memahami lebih jauh, berikut adalah ringkasan dari Popmama.com tentang alasan dan pilihan kontrasepsi yang tepat untuk menunda kehamilan dalam jangka pendek.
