Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Benarkah Olahraga saat Hamil Bisa Bikin Keguguran? Ini Penjelasannya

Benarkah Olahraga saat Hamil Bisa Bikin Keguguran? Ini Penjelasannya
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Dokter Kevin Dominique menegaskan bahwa olahraga saat hamil tidak menyebabkan keguguran, justru membantu menjaga kebugaran dan mencegah kenaikan berat badan berlebih.
  • Ibu hamil disarankan berolahraga ringan hingga sedang selama 150 menit per minggu, dengan pemanasan dan pendinginan agar tubuh tetap aman dan siap beraktivitas.
  • Olahraga seperti yoga prenatal, pilates, jalan kaki, berenang, serta senam hamil dinilai aman dilakukan selama menghindari benturan pada perut dan disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Saat hamil, Mama cenderung menjadi lebih berhati-hati dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Perubahan pada kondisi tubuh, hormon, serta rasa mudah lelah membuat banyak ibu hamil memilih untuk lebih banyak beristirahat di rumah dan mengurangi berbagai kegiatan fisik, termasuk olahraga.

Kondisi ini diperkuat oleh anggapan bahwa olahraga merupakan aktivitas yang melelahkan dan dapat memengaruhi kesehatan janin. Bahkan, olahraga sering dikaitkan dengan risiko keguguran, sehingga tidak sedikit ibu hamil yang akhirnya memilih untuk berhenti berolahraga.

Lantas, benarkah olahraga saat hamil bisa bikin keguguran? Ini penjelasannya yang telah Popmama.com siapkan. Yuk, simak, Ma!

Table of Content

Olahraga saat Hamil Tidak Menyebabkan Keguguran

Olahraga saat Hamil Tidak Menyebabkan Keguguran

Olahraga saat hamil tidak menyebabkan keguguran
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

dr. Kevin Dominique Tjandraprawira Sp.OG membagikan edukasi melalui akun Instagram pribadinya @kevintjandraprawrawira pada 12 April 2026. Ia menjelaskan bahwa aktivitas fisik, termasuk olahraga selama kehamilan, tidak menyebabkan keguguran dan tidak membuat kondisi kehamilan menjadi buruk.

“Aktivitas fisik termasuk olahraga selama hamil itu tidak menyebabkan keguguran atau tidak menyebabkan kehamilannya jadi buruk,” ujar dr. Kevin.

Menurutnya, kehamilan bukan alasan untuk terlalu banyak duduk, berdiam diri, atau hanya beristirahat sepanjang waktu. Jika ibu hamil kurang bergerak, berat badan dapat lebih cepat meningkat dan kebugaran tubuh justru menurun.

Hindari Olahraga dengan Risiko Benturan pada Perut

Hindari olahraga dengan risiko benturan pada perut
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Dr. Kevin Dominique juga menjelaskan bahwa ibu hamil sebaiknya menghindari olahraga yang memiliki risiko benturan pada area perut. Beberapa olahraga seperti bulu tangkis, tenis, dan padel perlu diwaspadai karena melibatkan banyak gerakan cepat, perubahan arah mendadak, serta berhenti secara tiba-tiba.

Pola gerakan seperti ini membuat tubuh sering melakukan akselerasi dan deselerasi secara cepat, sehingga meningkatkan risiko terpeleset. Selain itu, karena olahraga tersebut biasanya dimainkan bersama orang lain, ada juga kemungkinan terjadi benturan dengan pemain lain tanpa sengaja.

Berapa Lama Olahraga yang Aman untuk Ibu Hamil?

Berapa lama olahraga yang aman untuk ibu hamil
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ibu hamil disarankan melakukan olahraga ringan hingga sedang selama sekitar 150 menit per minggu. Waktu ini bisa dibagi menjadi 30 menit per hari, sebanyak 5 kali dalam seminggu.

Bagi Mama yang belum terbiasa berolahraga, bisa mulai dari 5–10 menit setiap sesi, lalu ditambah sedikit demi sedikit sesuai kondisi tubuh. Sebelum dan setelah olahraga, lakukan pemanasan (warm up) dan pendinginan (cool down) masing-masing sekitar 5–10 menit agar tubuh lebih siap.

5 Olahraga yang Bisa Dilakukan Ibu Hamil 

Olahraga yang bisa dilakukan ibu hamil 
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  1. Yoga prenatal
    Yoga prenatal banyak dipilih karena tidak hanya bermanfaat untuk tubuh, tetapi juga membantu menenangkan pikiran. Gerakan peregangan dan latihan pernapasan dalam yoga dapat membantu mengurangi stres, memperbaiki postur, serta menjaga kelenturan tubuh selama kehamilan.

  2. Pilates prenatal
    Pilates prenatal bermanfaat untuk memperkuat otot inti dan otot dasar panggul yang berperan penting saat persalinan. Olahraga ini juga membantu menjaga keseimbangan dan postur tubuh selama kehamilan. Namun, penting untuk mengikuti kelas khusus ibu hamil agar gerakan lebih aman. Hindari posisi berbaring telentang terlalu lama, gerakan memutar perut, serta peregangan yang berlebihan.

  3. Jalan kaki
    Jalan kaki merupakan olahraga sederhana yang memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil. Aktivitas ini membantu melancarkan peredaran darah, mengurangi risiko kaki bengkak, serta menjaga kesehatan jantung. Disarankan berjalan santai selama 20–30 menit per hari dengan alas kaki yang nyaman dan menghindari jalur yang licin atau menanjak curam.

  4.  Berenang
    Berenang termasuk olahraga yang sangat dianjurkan karena air membantu menopang berat tubuh sehingga gerakan terasa lebih ringan. Aktivitas ini dapat mengurangi nyeri punggung, mengurangi tekanan pada sendi, serta menjaga kebugaran tubuh. Ibu hamil bisa memilih gaya renang yang ringan seperti gaya bebas atau gaya punggung, dan menghindari gerakan yang terlalu intens.

  5. Senam hamil dan aerobik khusus ibu hamil
    Senam hamil dirancang khusus untuk mendukung kondisi tubuh selama kehamilan. Gerakannya meliputi peregangan ringan, latihan pernapasan, dan relaksasi yang membantu persiapan persalinan. Biasanya, senam ini dipandu oleh instruktur sehingga lebih aman. Pastikan memilih kelas yang memang ditujukan untuk ibu hamil agar gerakan sesuai dan tidak memberi tekanan berlebihan pada perut.

Bagaimana Olahraga pada Ibu Hamil dengan Kondisi Medis Tertentu?

Bagaimana olahraga pada ibu hamil dengan kondisi medis tertentu?
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Ibu hamil dengan kondisi medis atau kehamilan berisiko sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan atau bidan sebelum melakukan olahraga. Hal ini karena pada kondisi tertentu, Mama membutuhkan lebih banyak istirahat, sehingga beberapa jenis aktivitas perlu dibatasi atau bahkan dihentikan.

Ibu hamil juga perlu segera menghentikan aktivitas olahraga jika mengalami tanda-tanda berikut:

  • Pusing, lemas, atau hampir pingsan.

  • Sesak napas berat hingga sulit berbicara.

  • Nyeri pada dada.

  • Nyeri perut, rasa terbakar, atau kram yang kuat.

  • Perdarahan dari vagina atau keluarnya cairan tidak normal.

  • Gerakan atau tendangan janin terasa berkurang.

  • Pembengkakan kaki yang muncul tiba-tiba dan terasa berat.

  • Kontraksi rahim.

  • Detak jantung terasa sangat cepat atau tidak teratur. 

Nah, itu dia penjelasan terkait olahraga saat hamil tidak bikin keguguran. Yuk, cari olahraga yang sesuai, Ma!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More