Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Lebih Ekonomis, Ini Alternatif Perlengkapan Bayi yang Hemat
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Kenaikan harga dan pelemahan rupiah membuat perlengkapan bayi impor semakin mahal, mendorong orang tua mencari alternatif yang lebih hemat tanpa mengorbankan fungsi dan keamanan.
  • Alternatif ekonomis meliputi penggunaan popok kain cuci ulang, penyewaan perlengkapan besar seperti stroller, serta memilih baju bayi lokal berkualitas dengan harga terjangkau.
  • Membuat MPASI rumahan, memakai bak mandi plastik multifungsi, dan menciptakan mainan edukasi DIY menjadi solusi kreatif untuk menghemat pengeluaran sekaligus menjaga kualitas perawatan bayi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kenaikan harga barang kebutuhan pokok belakangan ini membuat orang tua harus ekstra ketat mengatur pengeluaran ya, Ma. Salah satu pemicunya adalah pergerakan mata uang global di mana posisi rupiah hari ini mencapai Rp17.963 per dollar AS, yang berdampak pada merangkaknya harga perlengkapan bayi impor.

Namun, menyambut kehadiran si Kecil tidak harus membuat tabungan terkuras habis kok. Kuncinya ada pada kejelian Mama dalam memilih alternatif produk yang lebih ramah di kantong namun tetap mengutamakan fungsi serta keamanan untuk si Kecil.

Memilih produk lokal atau menerapkan sistem pakai ulang adalah langkah cerdas untuk beradaptasi di tengah kondisi ekonomi saat ini. Berikut Popmama.com bagikan alternatif perlengkapan bayi yang hemat:

1. Popok kain cuci ulang (clodi) sebagai ganti popok sekali pakai

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Popok sekali pakai sering kali menjadi salah satu pos pengeluaran bulanan terbesar yang harganya terus merangkak naik. Sebagai alternatif yang jauh lebih ramah kantong, Mama bisa beralih menggunakan popok kain cuci ulang atau cloth diaper (clodi).

Clodi masa kini sudah dirancang sangat modern dengan lapisan anti-bocor dan bahan yang lembut untuk kulit sensitif bayi. Meskipun modal awalnya terasa agak besar di awal pembelian, clodi bisa dicuci dan digunakan kembali hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Dengan beralih ke clodi, Mama bisa menghemat anggaran belanja popok hingga jutaan rupiah per tahun. Langkah ini tidak hanya menyelamatkan dompet keluarga, tetapi juga sangat baik untuk mengurangi limbah lingkungan.

2. Memanfaatkan jasa sewa stroller dan perlengkapan besar

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Membeli stroller, baby bouncer, atau car seat baru dengan merek ternama tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit saat ini. Padahal, perlengkapan besar seperti ini biasanya hanya digunakan dalam hitungan bulan saja oleh si Kecil.

Alternatif cerdasnya adalah dengan memanfaatkan jasa penyewaan perlengkapan bayi yang kini sudah banyak tersedia di berbagai kota. Mama bisa menyewa barang-barang premium dengan tarif bulanan yang sangat terjangkau dan fleksibel.

Sistem sewa ini membuat Mama tidak perlu bingung memikirkan tempat penyimpanan saat barangnya sudah tidak terpakai lagi. Budget pembeliannya pun bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih darurat, seperti imunisasi atau tabungan pendidikan.

3. Memilih baju bayi brand lokal berkualitas

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Baju bayi bermerek impor memang menggemaskan, namun harganya kini semakin melambung tinggi akibat dampak kurs mata uang. Ingat ya Ma, pertumbuhan bayi di tahun pertama sangatlah cepat sehingga baju mereka akan cepat kekecilan.

Aspek alternatifnya, liriklah berbagai brand baju bayi lokal asli Indonesia yang kualitas bahannya tidak kalah lembut dan sudah berstandar SNI. Harganya jauh lebih bersahabat dan pilihan modelnya pun sangat modis serta cocok untuk iklim tropis.

Membeli baju bayi lokal dalam paket lusinan di pasar tradisional atau marketplace juga jauh lebih ekonomis. Cara ini memastikan si Kecil tetap tampil menggemaskan tanpa membuat anggaran belanja bulanan jebol.

4. Membuat sendiri MPASI rumahan daripada bubur instan

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Ketika si Kecil sudah memasuki fase MPASI, membeli bubur bayi instan kemasan secara terus-menerus tentu bisa menambah beban pengeluaran harian. Padahal, membuat makanan pendamping ASI sendiri di rumah jauh lebih hemat dan bervariasi.

Mama bisa memanfaatkan bahan makanan segar yang ada di pasar lokal seperti karbohidrat dari ubi, protein dari ceker ayam atau tahu, serta serat dari sayuran hijau. Cukup lumatkan bahan pangan tersebut sesuai dengan tahapan usia si Kecil.

Selain harganya yang sangat murah, MPASI rumahan murni bebas dari bahan pengawet tambahan. Mama jadi bisa mengontrol penuh kebersihan dan kualitas nutrisi yang masuk ke dalam tubuh si Kecil setiap hari

5. Menggunakan bak mandi plastik biasa multifungsi

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Bak mandi bayi modern yang dilengkapi dengan fitur pengukur suhu digital atau desain lipat canggih biasanya dijual dengan harga yang cukup menguras kantong. Fitur-fitur tambahan tersebut sebenarnya tidak bersifat wajib dimiliki.

Alternatif hematnya adalah dengan membeli bak mandi plastik biasa tanpa merek yang ukurannya cukup luas. Agar aman, Mama tinggal menambahkan alas matras mandi karet anti-selip yang harganya hanya belasan ribu rupiah saja.

Bak plastik biasa ini juga memiliki masa pakai yang jauh lebih panjang karena nantinya bisa dialihfungsikan sebagai wadah mainan atau tempat mencuci baju bayi. Pilihan sederhana yang sangat fungsional dan serbaguna.

6. Mainan edukasi buatan sendiri (DIY toys)

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Harga mainan edukasi anak di toko perlengkapan bayi modern sering kali membuat dahi mengkerut karena harganya yang mahal. Padahal, fokus utama bayi adalah mengeksplorasi tekstur dan warna di sekitarnya, bukan melihat merek mainan tersebut.

Mama bisa membuatkan mainan edukasi tiruan sendiri di rumah memanfaatkan barang-barang bekas yang aman. Misalnya, membuat botol sensorik berisi beras warna-warni atau menggunakan kardus bekas untuk melatih motorik halus si Kecil.

Aktivitas membuat mainan DIY ini tidak membutuhkan biaya besar sama sekali namun memiliki fungsi edukasi yang sama baiknya. Selain menghemat uang, kreativitas Mama juga akan terasah dalam menemani tumbuh kembang anak.

Dengan memilih alternatif yang lebih ekonomis dan fungsional, Mama tetap bisa menjadi orang tua yang hebat sekaligus manajer keuangan yang cerdas bagi keluarga.

Tetap semangat, jaga kesehatan, dan mari kita rawat si Kecil dengan penuh cinta tanpa beban finansial!

Editorial Team

Related Article