Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Pengaruh Mioma Uteri pada Kesuburan, Bisakah Mama Tetap Hamil?

Pengaruh Mioma Uteri pada Kesuburan, Bisakah Mama Tetap Hamil?
Popmama.com/Erica Santoso/AI
Intinya Sih
  • Pengaruh mioma uteri terhadap kesuburan tergantung pada lokasi, ukuran, dan jumlahnya; beberapa tipe dapat mengganggu penempelan embrio atau menyebabkan distorsi pada rongga rahim.
  • Miom yang menekan rongga rahim atau berada dekat saluran tuba bisa menghambat implantasi embrio serta perjalanan sperma, sehingga menurunkan peluang kehamilan alami.
  • Penanganan mioma harus bersifat personal melalui evaluasi medis menyeluruh; tidak semua kasus perlu operasi, namun pemeriksaan rutin penting untuk menentukan langkah promil yang tepat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah mendengar diagnosis mioma uteri dan langsung khawatir mengenai peluang memiliki momongan? Meskipun sering kali membuat cemas, penting bagi Mama untuk mengetahui bahwa tidak semua miom menyebabkan kemandulan.

Melansir melalui akun Instagram @amirfahad.spog, dr. Amir Fahd, Sp.OG menjelaskan bahwa pengaruh mioma terhadap kesuburan sangat bergantung pada lokasi, ukuran, serta jumlahnya. Pemahaman yang tepat mengenai kondisi ini akan membantu Mama dan Papa menentukan langkah terbaik dalam promil agar tidak sekadar menduga-duga.

Tentu ada mekanisme tertentu mengapa miom bisa memengaruhi peluang kehamilan jika letaknya tidak ideal. Agar Mama lebih paham mengenai pengaruh kondisi ini, berikut Popmama.com bagikan informasi penting seputar Pengaruh Mioma Uteri pada Kesuburan, Bisakah Mama Tetap Hamil?

1. Pengaruh berdasarkan lokasi (klasifikasi FIGO)

Pengaruh berdasarkan lokasi (Klasifikasi FIGO)
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Dokter biasanya membagi posisi miom berdasarkan seberapa dalam ia tumbuh di dinding rahim kita. Miom tipe 0, 1, dan 2 tumbuh menjorok ke dalam rongga rahim, sehingga paling sering mengganggu penempelan embrio.

Sementara itu, tipe 3 dan 4 berada di dalam otot dinding rahim dan baru akan berpengaruh besar jika ukurannya lebih dari 4 cm. Ukuran yang besar ini berisiko mendistorsi atau mengubah bentuk ruang rahim tempat janin berkembang.

Berbeda dengan tipe 5, 6, dan 7 yang tumbuh ke arah luar dinding rahim, sehingga umumnya jarang memengaruhi kesuburan. Pengecualian terjadi jika ukurannya sangat ekstrem hingga menekan saluran tuba atau organ di sekitarnya.

2. Distorsi pada rongga rahim

Distorsi pada rongga rahim
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Miom yang menjorok ke dalam rongga rahim dapat memberikan tekanan fisik yang cukup kuat. Akibatnya, kondisi ini mendistorsi ruang di dalam rahim yang seharusnya menjadi tempat tumbuh kembang janin.

Tekanan tersebut berdampak pada lapisan endometrium, membuatnya menjadi lebih tipis dari seharusnya. Selain itu, dapat terjadi peradangan kronis dan penurunan suplai oksigen yang diperlukan untuk mendukung kehidupan embrio.

Karena kondisi lingkungan yang tidak ramah ini, embrio yang sudah dibuahi pun bisa gagal melakukan implantasi. Itulah sebabnya lokasi miom yang menekan rongga dalam perlu penanganan serius sebelum memulai promil.

3. Terjadinya sumbatan mekanis

Terjadinya sumbatan mekanis
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Letak miom yang berdekatan dengan saluran tuba atau serviks dapat menyebabkan sumbatan mekanis. Hal ini tentu menghambat perjalanan sel telur dari ovarium menuju rahim untuk bertemu dengan sperma.

Jika miom terletak di dekat serviks, ia bisa mengubah arah serviks atau justru menghalangi jalur masuk sperma. Akibatnya, pertemuan antara sel telur dan sperma menjadi terhambat secara fisik.

Tentu saja, kondisi ini menyulitkan proses pembuahan alami yang diharapkan oleh Mama dan Papa. Oleh karena itu, pemeriksaan USG rutin sangat disarankan untuk memetakan letak miom tersebut.

4. Gangguan gerakan peristaltik rahim

Gangguan gerakan peristaltik rahim
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Normalnya, otot rahim atau miometrium memiliki kemampuan melakukan gerakan peristaltik. Gerakan ini berfungsi seperti pijatan lembut yang membantu sperma lebih mudah berenang menuju sel telur.

Kehadiran miom di area otot rahim dapat mengganggu kelancaran gerakan alami tersebut. Jika gerakan peristaltik berkurang, sperma akan kesulitan mencapai tujuannya dengan efisien dan tepat waktu.

Gangguan pada sistem "transportasi" alami ini menjadi salah satu alasan mengapa mioma bisa menurunkan peluang kehamilan. Mengetahui hal ini membantu Mama memahami mengapa tindakan medis terkadang diperlukan.

5. Pentingnya evaluasi medis yang personal

Pentingnya evaluasi medis yang personal
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Karena setiap kasus mioma uteri berbeda, penanganannya harus bersifat personal dan multidisiplin. Tidak semua miom harus dioperasi, namun tidak bisa pula disepelekan begitu saja.

Konsultasikanlah dengan dokter kandungan untuk mendapatkan evaluasi menyeluruh mengenai lokasi, ukuran, dan jumlah miom Mama. Dokter akan memberikan solusi terbaik, apakah diperlukan tindakan laparoskopi atau metode lain.

Informasi medis yang akurat akan menenangkan pikiran Mama dalam menghadapi proses promil. Fokuslah pada langkah-langkah medis yang tepat dan terus pantau perkembangan kesehatan reproduksi Mama.

Tetap Semangat, Mama! Diagnosis mioma uteri mungkin terdengar menakutkan, namun ingatlah bahwa kondisi ini bukanlah penghalang mutlak untuk mendapatkan si Kecil. Dengan deteksi dini dan penanganan yang sesuai dari dokter, peluang Mama untuk hamil tetap terbuka. Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan lengkap dan tetaplah berpikiran positif selama menjalani proses promil. Semangat berjuang ya, Mama!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More