Menjadi ibu tentu membawa kebahagiaan yang luar biasa. Namun, di balik momen manis menyusui si Kecil, banyak Mama yang mungkin menyadari bahwa siklus menstruasi belum kembali atau justru menjadi tidak teratur.
Kondisi ini sering kali menimbulkan pertanyaan: apakah ini hal yang normal, atau justru menjadi tanda bahwa kesuburan Mama sedang terganggu?
Secara medis, fenomena ini sangat berkaitan erat dengan peran hormon prolaktin.
Hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari di otak ini memang memiliki peran utama dalam memproduksi ASI. Namun, saat kadarnya tinggi di dalam tubuh, prolaktin memiliki efek samping yang cukup signifikan terhadap sistem reproduksi Mama.
Banyak Mama yang sering merasa khawatir apakah hal ini bersifat permanen atau hanya sementara.
Penting untuk dipahami bahwa tubuh mama sedang melakukan prioritas alami untuk memastikan si Kecil mendapatkan nutrisi terbaik melalui ASI.
Oleh karena itu, memahami mekanisme di balik hormon ini adalah langkah awal yang bijak untuk menjaga kesehatan reproduksi.
Nah, Popmama.com akan membedah secara mendalam bagaimana hormon prolaktin bekerja selama masa menyusui dan mengapa hal ini memengaruhi kesuburan Mama.
Simak penjelasan lengkapnya agar Mama bisa lebih tenang menjalani peran sebagai ibu menyusui sekaligus merencanakan kesehatan reproduksi ke depannya.
